<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395</id><updated>2012-02-09T14:39:42.485-08:00</updated><title type='text'>Story</title><subtitle type='html'>The Story Begin...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>113</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3180130215762755935</id><published>2011-10-29T16:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T16:22:53.628-07:00</updated><title type='text'>Pindah Alamat Webblog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--LbeBPxrOCE/TqyKwIbLLCI/AAAAAAAAAG8/zrO0tvjC3gI/s1600/pindah-rumah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--LbeBPxrOCE/TqyKwIbLLCI/AAAAAAAAAG8/zrO0tvjC3gI/s320/pindah-rumah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669058590452427810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alamat blog ini udah dipindahin ke alamat http://story4motivation.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, bagi teman2 yg mau ngikutin update-an blog ini, silakan kunjungi http://story4motivation.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3180130215762755935?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3180130215762755935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/10/pindah-alamat-webblog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3180130215762755935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3180130215762755935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/10/pindah-alamat-webblog.html' title='Pindah Alamat Webblog'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--LbeBPxrOCE/TqyKwIbLLCI/AAAAAAAAAG8/zrO0tvjC3gI/s72-c/pindah-rumah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-6792419777425391855</id><published>2011-08-01T17:40:00.000-07:00</published><updated>2011-08-02T07:29:21.685-07:00</updated><title type='text'>Aku Mencintai Sepasang Kaki</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana aku mewujudkan perasaan ini padamu ? Di taman kota, di salah satu sudut bangku yang ada, di dekat rindang pohon cemara menghadap ke sebuah danau buatan kecil yang jernih, ditaburi teratai mekar, pertama kali aku melihatmu di sana. Melia, kudengar beberapa sapaan menegurmu, hingga aku mempercayakan mengenali namamu. Apa yang membuat jiwaku menyalakan getaran-getaran ini, seperti untaian wewangian yang datang perlahan menjalin nuansa tertentu, dalam terasa dan bertahan lama. Hingga detak ini tak terhitung lagi, terungkap untuk apa dan bagaimana hingga menjadi sesuatu yang pasti, rasa. Jiwaku dilanda kasmaran padamu. Melia, bagaimana caranya aku menerbangkan sayapku yang hanya sebelah. Mengenalmu pun begitu jauh, meski elok ayumu ada di pelupuk mataku, selalu. Rajutan-rajutan itu semakin hari kian saja menjadi, tersusun rapi untuk sesuatu yang pasti, dirimu. Melia, apa yang kau lihat padaku yang tertunduk di salah satu bangku yang sepi dan rimbun dalam kerindangan yang mampu menyembunyikan ekor mataku yang berenang mereguk kedalamanmu ? Mungkin tak pernah kau sadari. Sepasang kakimu selalu melangkah di depan bangku ini. menyisakan beberapa tapakan yang mampu membuat jiwaku terkubur di dasarnya, lapuk. Sepasang kaki itu, aku jatuh cinta padamu karenanya. Jika ia tak pernah berlalu dari hadapanku, aku mungkin tak pernah mengenali siapa pemiliknya. Sepertinya Tuhan menghadirkan langkah-langkah itu seperti awan yang berlalu untuk menyapaku tentang hujan. Memperkenalkan dirinya pada serat-serat yang memancar dari tiap kehidupan. Tapi Melia, kenapa ia bisa bertahan begitu lama jika tidak ada sebab musababnya. Terkadang aku ingin menanyakan sesuatu, bagaimana ia bisa melahirkan getaran-getaran yang begitu sempurna. Sungguh, jika aku mampu berteriak merobohkan gunung dan mengeringkan laut, aku ingin mengatakan aku mencintaimu sedalam sentuhan jiwa yang kurasakan dan kau kuras hingga kerontang. Setitik embun pencerahan cinta di matamu akan sanggup menerbangkan aku ke alam surgawi, membius langit hingga terbungkam, mendobrak kesunyian rimba raya dan lautan. Meski wujudmu hanya setitik, kau begitu berharga dalam tarikan nafas ini, Melia. Entah kenapa aku begitu bangga mampu meraih detak yang dihadirkan alam oleh penampakanmu. Aku merasakan puncak cahaya oleh sentuhan terdalam yang hadir melalui wajahmu. Matahari senja ini begitu lelah. Sekuntum melati yang ada digenggamanku mulai layu dan kehilangan wewanginya. Kembang yang telah dipetik tidak mampu bertahan lama. Rasanya lebih indah jika ia tetap berselimut bersama tubuh-tubuhnya yang lain, menyatu tanpa terpisah. Aku mungkin akan tetap menikmatinya di tangkai hingga ia rontok dengan sendirinya. Tak ada kumbang yang mau menyentuhnya dalam keadaan demikian. Melia, benarkah apa yang kuungkapkan ? Taburan matahari mereda menyisakan hawa dingin yang mulai turun. Sudah ada sekian waktu menghilang, sepasang kaki itu tak pernah lagi hadir di keindahan taman kotaku yang kian hari menjadi ramai tapi terasa sepi. Dorongan hatiku mengusik hingga sudutnya yang tersembunyi. Kemana gerangan kau pergi, Melia ? Apakah cahaya cintaku yang tidak pernah terungkap mengusikmu ? sungguh telah kubebaskan perasaan ini untuk memenjarakanmu dengan ungkapan-ungkapan yang romantis dan puitis yang mampu menjebakmu dalam rongga kebisuan yang terdalam. Aku menatap sudut bangku di mana Melia biasa terduduk dengan tawanya yang tersungging bersama seorang pria yang begitu sempurna berada di dekatnya. Melia, alangkah bahagia mampu melihatmu dalam rasa yang selalu didamba oleh tiap-tiap jiwa yang kesepian, sebuah sentuhan cinta kasih yang mampu membuatnya tertawa dan menangis. Perasaan yang mampu menyempurnakan kehidupannya dengan kecemburuan, makian, marah hingga cercaan. Melia, sungguh aku kesepian karena kehilanganmu. Sepasang kaki indah yang biasa hadir di mataku mengukir keindahan tersendiri di satu rongga jiwaku, menghilang, tanpa pernah kukenali, tanpa pernah kuingat lagi, tanpa pernah kuungkapkan perasaan-perasaan ini. Melia, adakah perasaan itu murni ? Kepedihan yang lama akan kepergianmu membuat taman ini terasa hambar. kicauan merpati terasa sumbang terbang menjejaki tubuhku hingga terasa pedih dan lukanya. Kehilangan cintamu, kehilangan dirimu seolah membuat hilang diriku. Menenggelamkanku di sudut kehidupan. Kepedihan, air mata, tawa, sirna bersamamu. Aku tetap mencintaimu hingga aku mati, cinta itu akan tetap hadir bersama leburnya jasadku, ia akan mampu bersemai lagi. Di antara padi, rumput, kembang-kembang, pohon, aku damai dalam cinta. Kuharap masih mampu tumbuh lagi suatu hari di lain kehidupanku. Setiap hari, ditemani langit pelangi aku selalu hadir di taman ini. Suara anak-anak riuh dengan permainannya serasa berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai bumi yang indah, aku telah mampu merengkuh kalian dengan cinta ayah ibuku. Lihatlah begitu bahagia mereka tertawa bersamaku. Bukankah aku penguasa cinta yang hadir dari sebuah kesepian panjang !” Dan aku akan tersenyum. Suara bocah-bocah itu hanya akan hadir di sini. Terlalu berat aku sanggup untuk membuatnya hadir dari diriku. Menjelmakan diri menjadi jiwa lain yang akan terlalu sulit untuk kuselami. Melia, satu-satunya yang aku sanggup mengerti hanya dirimu. Dengan segenap hatiku yang tersentuh kedalamannya oleh desahan nafasmu, aku memanggilmu, aku datang di sini, menatapi angsa berayun di air yang perak oleh matahari hingga menjadi keemas-emasan. Kulihat hanya jejak-jejakmu. Melia, adakah semua pengetahuan yang aku punya mampu memberikan jawaban atas semua rahasia yang ingin aku pertanyakan ? Di antara ketaatan yang membuatku percaya dengan cahaya Tuhan adakah yang mampu membuatku lebih teguh tanpa sebuah cinta. Kalaupun semuanya yang terukir ini hanya sebuah masa yang harus lepas, ia tak pernah lepas seluruhnya. Ia tetap ada di sini, Melia. Tersembunyi dengan indah dan hanya akan hadir bila embun menitik dan bayou mengalunkan tembang kerinduan. Adakah yang lebih mampu memisahkan cinta ini, Melia ? Di sudut bumi manapun kau tersembunyi, ada patahan sayapmu di sini. Aku hanya orang bisu yang tak mampu berujar dalam nada-nada yang bisa kau pahami. Bahasaku lebih indah melebihi rayuan mesra kekasihmu jika kau mampu membacanya dari jendela mataku yang tak pernah tenggelam dalam dasar kebisuan yang membuatku terdampar di dasar kehidupan tanpa komunikasi. Melia, sebuah kecelakaan yang menimpaku telah membuatku melihat lebih dewasa. Aku menderita untuk pertama kalinya karena aku tak mampu lagi berkomunikasi dengan orang-orang yang aku sayangi. Namun cinta mampu membuat aku bicara, bahwa mataku lebih hidup dari sentuhan terdalam jiwaku yang mendamba. Memberontak dari kesepian-kesepian yang lahir sejak kehadiran jiwa itu di alam. Melia, sanggupkah suaraku yang tak terdengar ini menghidupkanmu, membawamu berlari memelukku di sudut bangku taman kota ini. Melia, sepertinya aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Tuhan mengajarkan cinta kasihnya dari dirimu. yang kian kusadari di antara lembaran-lembaran yang aku kenali, sudut ruangmu tetap terisi hingga kini. Sentuhan terdalam yang diberikannya hadir dari setiap yang nampak di mataku, terdengar di telingaku, terasa di kulitku, hingga kurasa kehadirannya di sini, bersamaku. Ia nyata ada padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eyang, Eyang sudah sore, pulang yuk !” rajuk seorang bocah kecil yang adalah cucuku. Matanya indah seperti bola jernih, rambutnya keriting ikal hitam, kulitnya bersih. Aku hanya mampu tersenyum. Dia adalah cucuku. Kuberi nama ia Melia. Seperti menatap kelahiran kembali, kaki-kakinya yang mungil memperagakan tarian yang selalu kuajarkan, Serimpi, centil dan gila. Bocah kecil itu suka berdansa denganku dengan tubuh mungilnya berdiri di atas meja. Kuletakkan bunga layu itu di sudut bangku. Entah di mana kuburmu yang pasti kehilanganmu menitik lagi bagai sentuhan embun pagi yang menghilangkan kehausanku yang panjang. Melia, aku tetap mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandar Lampung, Januari 2001&lt;br /&gt;By Dyah Indra Mertawirana&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-6792419777425391855?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/6792419777425391855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/08/aku-mencintai-sepasang-kaki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6792419777425391855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6792419777425391855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/08/aku-mencintai-sepasang-kaki.html' title='Aku Mencintai Sepasang Kaki'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-1848140186008589562</id><published>2011-07-29T23:33:00.000-07:00</published><updated>2011-07-29T23:41:33.039-07:00</updated><title type='text'>Balon Cinta Okinawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-tp7-AdJCmwY/TjOngDQRd-I/AAAAAAAAAG0/ucD6YTOm6bw/s1600/okinawa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tp7-AdJCmwY/TjOngDQRd-I/AAAAAAAAAG0/ucD6YTOm6bw/s320/okinawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635031727841834978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terlalu banyak cinta dalam kehidupan ini, kata Ohida, lelaki tua janggut putih sambil duduk termenung di atas tikar menghadap meja penghangat. Pandangannya terpusat pada pintu rumahnya yang setengah terbuka. Teh teguk terakhir mencairkan butiran-butiran salju musim dingin yang turun hebat. Senja yang muram. Badai baru saja reda. Diraihnya baju tebal dan ikat penutup kepala. Di beranda Ohida melepas balon.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan balon itu mengudara. Ohida tidak ingin balon itu tersangkut lagi di pohon Sakura seperti hari kemarin. Matanya yang cekung tak berkedip demi memastikan balon bergambar seorang perempuan dalam warna merah jingga itu terbang mengudara. Ohida berharap balon miliknya tak hanya sampai di Okinawa atau Tsukudajima atau kempes dan jatuh di danau Suwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap hari Ohida melepas satu balon. Sebuah surat ditalikan pada ujung penyumbat udara. Tiap hari pula Ohida melukis wajah seorang perempuan. Kadang, di sela kesibukannya mengurus, Tagawa, cucunya paling cerewet dan suka usil, Ohida merancang gambar seribu perempuan yang akan dilukis esok hari. Hari ini perempuan itu mengenakan Kimono merah bara. Dua supit menancap di rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah ribuan surat kukirim, kata Ohida, tapi aku tak pernah menerima balasan. Di manakah perempuan itu sekarang. Ohida termenung sambil memandangi samurai yang tergantung di dinding. Dia teringat ketika pertama kali cintanya tertancap pada seorang gadis Jawa, Sumirah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula, Ohida tak begitu mencintai Sumirah. Tapi Samurai berbungkus kulit rusa Jawa inilah yang kemudian menggores hatinya. Pagi itu, di bulan Maret 1944, Ohida memimpin satu regu pasukan PETA. Dia ditugaskan menghadang sekutu yang hendak memasuki pinggiran kota Sakagiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu jam lagi Sekutu tiba. Hadang dan hancurkan." Komandan Nomihara berdiri tegak. Matanya nanar. Urat nadinya menegang. Marah. Geram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haik. Tap. Tap. Tap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan berangkat menuju arah matahari senja. Pada kilometer tiga dari pusat kota, dua lemparan tombak ke arah bukit Sakagiri, desingan mortir menghentikan gerak laju pasukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiarap!" Ohida meloncat ke parit sawah diikuti yang lain. Ada tidak kurang lima kali dentuman dahsyat meluluh lantakkan radius tujuh lompatan kuda dari tempat mereka sembunyi. Tanah muncrat. Asap mengepul. Satu lagi dentuman mortir mematahkan pohon trembesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bidik senjata ke arah senja. Tahan. Jangan tembak dulu. Tunggu sampai asap menghilang." Setengah berteriak Ohida memberi perintah sambil tiarap seraya menghapus wajahnya yang kuyup terkena muncratan lumpur sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mortir meledak lagi. Kali ini tepat di tengah pasukan. Potongan-potongan tubuh melenting ke udara. Darah menyembur. Terdengar erangan sakit, entah siapa, lalu diam. Ohida memandangi tubuh-tubuh pemuda Jawa itu hancur seperti daging cincang. Bersamaan dengan itu dua tentara sekutu mendekat. Peluru diobral. Lima lagi yang bergelimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nippon keparat." Seorang prajurit sekutu menarik pelatuk. Moncong senapan itu mengarah ke Ohida. Dia tak ingat apa-apa lagi kecuali kilatan samurai memantulkan cahaya senja. Dua tubuh ambruk. Tentara Sekutu itu terpenggal lehernya. Sarpan berlobang kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salju tipis. Sebuah pintu rumahnya membukakan pemandangan gunung Fuji. Serombongan bangau melintas, O, Gunung Fuji yang tegak tempat para dewa bersemayam. Ohida menatap Fuji dengan pandangan Merapi (di sanalah dia untuk terakhir kalinya menggenggam tangan Sumirah). Dua hari kemudian Ohida sudah berada di atas dek kapal dengan tangan terikat. Mulutnya disumpal kain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaisar tak ingin Nippon sejati jatuh cinta dengan perempuan tanah jajahan. Tapi kau melakukan juga, Ohida."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohida diam. Bungkam. Tak ada alasan membantah komandan seperti juga tak ada alasan untuk menjelaskan budi baik Sarpan yang menyelamatkan nyawanya. Ohida ingin membalas itu dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan butir-butir salju menempel di ranting Sakura. Ohida membayangkan pastilah pegunungan Totomi disaput kabut gelap. Ohida lalu mengambil secarik kertas. Dituliskannnya sebaris puisi tentang burung bangau yang terbang lelah lalu jatuh di kawah Merapi. Tubuhnya gosong. Aroma bulunya yang terbakar dihirup para Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah gontai Ohida beranjak menuju halaman. Satu balon lagi dilepaskannya. Sebuah amplop terbungkus selendang batik kusam itu pelan-pelan lenyap dari pandangan Ohida. Kini Ohida berharap balon itu akan terbang jauh, jauh sekali menyeberangi samudera luas. Ohida tersenyum. Diraihnya samurai itu lalu pelan-pelan dihunusnya. Samurai yang putih bersih seperti salju. Ohida tersenyum. Salju menetes merah bersamaan kilatan samurai menancap di perutnya. Di ujung samudera surat itu dibaca, entah oleh siapa : untuk Sumirah. (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja-Solo, Maret 2002&lt;br /&gt;By Sholihul Hadi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-1848140186008589562?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/1848140186008589562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/07/balon-cinta-okinawa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/1848140186008589562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/1848140186008589562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/07/balon-cinta-okinawa.html' title='Balon Cinta Okinawa'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tp7-AdJCmwY/TjOngDQRd-I/AAAAAAAAAG0/ucD6YTOm6bw/s72-c/okinawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-6436392930988410812</id><published>2011-07-29T23:15:00.000-07:00</published><updated>2011-07-29T23:33:30.343-07:00</updated><title type='text'>Adik Tiriku Sayang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bNS_RSdyjHE/TjOkIpr0hUI/AAAAAAAAAGs/tqrPAtzodlo/s1600/adik%2Btiri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bNS_RSdyjHE/TjOkIpr0hUI/AAAAAAAAAGs/tqrPAtzodlo/s320/adik%2Btiri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635028027306181954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Marah, kesal, dan jengkel campur jadi satu dalam perasaanku saat ini. Sejak ayahku menikah lagi dengan janda itu setelah bunda meninggal, aku mendapatkan sebuah kejutan yang benar-benar tidak kuharapkan sebelumnya. Yaitu seorang adik tiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yok, kenalin ini Hafid," kata ayahku memperkenalkanku dengan anak dari ibu baruku. "Yoyok," jawabku ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hafid, apa kabar Mas?" balasnya. Aku diam saa, hanya menganggukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian kan seumur, gimana kalau nanti kalian daftar perguruan tinggi yang sama. Kan enak bisa berangkat bersama-sama," ujar ibu baruku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak aja, kamu pikir nyatuin dua unsur yang berbeda dan bertolak belakang itu gampang apa?" kataku dalam hati, kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, itu ide yang bagus Ma. Iya kan Mas?" tanya Hafid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tau ah, lihat aja nanti," balasku sambil meninggalkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yoyok emang gitu. Jangan dimasukkin ke hati ya Fid," nasihat ayah. Hafid hanya mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah terpikirkan olehku mendapatkan adik tiri yang umurnya nggak jauh beda denganku. Walaupun tua aku sedikit. Tapi, perasaan takut disaingi dan kehilangan orang yang aku cintai sejak bunda tiada selalu menghantuiku siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pagi Mas," sapa Hafid ramah, membubarkan lamunanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pagi," jawabku sambil meninggalkan dia di ruang santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu Mas, aku mau ngomong sama Mas," lanjut Hafid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa? Cepetan deh, aku nggak punya waktu banyak," sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tahu Mas dari awal udah nggak suka sama aku. Tapi aku berusaha baik sama Mas. Coba pikirin lagi deh Mas, kita pura-pura baik aja demi orang tua kita. Biar nggak nambah beban pikiran mereka. Iya kan?" tanyanya lagi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, asal kamu tahu aja ya, aku nggak pernah dan nggak akan pernah mau pura-pura baik sama kamu. Baik di depan orang tua kita ataupun di mana aja. Kamu udah ngerebut segala sesuatu yang aku sayangi. Dan satu hal lagi yang perlu kamu tahu, kamu tuh bencana bagi aku," balasku marah. Aku tahu ada tetesan air mata di pipi adik tiriku itu, tapi aku tak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian pagi, itu aku tidak pernah menganggapnya walaupun dia masih tetap bersikap baik padaku. Ya say hallo lah, nawarin aku makan lah, dan selalu bawain aku oleh-oleh setiap dia pergi dengan orang tua kami ataupun sendirian. Di depan ayahku atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang nggak pernah mau jalan bareng sama mereka. Aku pikir akan tambah memalukan bila aku jalan bareng dan bertemu orang-orang yang aku kenal. Mau ditaruh mana mukaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, sepulang dari rumah temanku, kulaju mobilku dengan kecepatan tinggi. Semua amarah yang setiap hari kupendam kulampiaskan pada jalanan itu. Tiba-tiba… brak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobilku menabrak sesorang yang sedang menyeberang jalan. Spontan aku keluar dari mobilku. Kulihat wajah yang berlumuran darah serta barang-barang yang berserakan bagaikan puing-puing kaca pada peristiwa bom di J.W. Marriot. Wajahnya tak asing bagiku. Ya Tuhan! Wajah itu milik adik tiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah perasaan senang atau sedih yang kurasakan sekarang. Aku menabrak adik tiriku sendiri. Pikiran ini terus menghantuiku sepanjang dokter memeriksa adikku. Aku memilih tidak memberitahukan kejadian ini kepada ayah dan ibu tiriku karena aku takut. Ya Tuhan, apa yang kulakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda saudara korban?" tanya dokter kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, saya saudaranya," jawabku gemetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saudara Anda kehilangan banyak darah. Sedangkan persediaan darah O rumah sakit ini menipis," jelas dokter tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya…saya O Dok. Ambil saja darah saya," ujarku, masih gemetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik, silakan Anda ikut suster ini untuk tes darah," lanjut dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik Dok," jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam kemudian. "Saudara Anda sudah sadar dan dia ingin berbicara dengan Yoyok. Anda Yoyok?" tanya dokter tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya Yoyok, kakaknya, Dok" jawabku. Tanpa sadar aku mengakui dia sebagai adikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh saya menemuinya Dok?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silakan," jawab dokter itu sambil mempersilakan aku masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Yoyok," lirih suara adikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan banyak ngomong dulu. Kamu masih lemas, istirahat saja dulu," kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, makasih ya udah repot-repot nolongin saya. Sampai-sampai Mas mau menyumbangkan darah buat saya. Tadi waktu aku keluar dari mal ada mobil dengan kecepatan tinggi tiba-tiba menabrakku. Sayang aku tidak melihat orang tersebut karena aku pasti akan memakinya. Aku membawakan buku komputer yang Mas cari kemarin. Aku membelikannya tadi. Pasti sekarang buku itu sudah rusak atau hilang. Mas lihat?" katanya dengan suara lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ti..tidak Fid. Mas nggak lihat," jawabku. Ternyata dia tidak tahu kalau akulah yang menabraknya. Ya Tuhan maafkan kesalahanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah, nanti Hafid belikan lagi. Uhuk..uhuk…" sambil batuk dia berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuh kan, Mas udah bilang jangan banyak ngomong dulu. Entar tambah sakit lho," nasihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak apa-apa kok Mas. Oh ya, mama sama papa mana?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama sama papa belum aku hubungi. Soalnya aku tadi gugup banget. Nanti deh kuberitahu mereka," balasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tit…tit…tit…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara dari pendeteksi detak jantung persis di sebelah kepala adikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dokter, tolong Dokter! Ada apa dengan adikku Dokter?" spontan aku berteriak sambil memencet tombol panggilan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Pak. Anda tunggu di luar sebentar," seru salah satu suster yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, aku mau menemani adikku!" jawabku tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, tapi agak menjauh sebentar," kata dokter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Pak. Kami telah berusaha sekuat tenaga. Tapi adik bapak sudah menghembuskan nafas terakhirnya," jelas dokter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaaaakkkkk! Jangan mati Dik. Aku belum minta maaf. Aku…aku bener-bener menyesal. Aku baru sadar kalau kamu anak yang baik. Ya Tuhan, jangan ambil nyawa adikku sekarang. Ya Tuhan, kembalikan adikku!" teriakku. Maafkan Mas, Fid…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Donny Maulana, Penulis adalah Mahasiswa Stikom&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-6436392930988410812?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/6436392930988410812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/07/adik-tiriku-sayang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6436392930988410812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6436392930988410812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/07/adik-tiriku-sayang.html' title='Adik Tiriku Sayang'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bNS_RSdyjHE/TjOkIpr0hUI/AAAAAAAAAGs/tqrPAtzodlo/s72-c/adik%2Btiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3027296549191989361</id><published>2011-05-21T17:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T18:19:39.891-07:00</updated><title type='text'>Nabi Nuh 'Alaihi Salam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian lamanya kaum Nuh 'Alaihis Salam  menyembah berhala, mereka menjadi-kannya sebagai sesembahan yang diharapkan darinya kebaikan dan memohon perlindungan kepadanya dari segala kejahatan, menyerahkan segala urusan dalam kehidupan ini kepadanya. Mereka berdo’a kepada berhala tersebut dengan sebutan Wadd, Suwa’ dan Yaghuts, dan pada kesempatan lain dengan sebutan Ya’uq dan Nasr sesuai dengan apa yang diilhamkan oleh kebodohan dan hawa nafsu mereka.  Oleh karena itu Allah mengutus Nabi Nuh 'Alaihis Salam , seorang yang jelas ucapan-nya, cerdas dan lembut, Allah telah memberikan kekuatan kepadanya untuk berdebat dan kemampuan mengemuka-kan argumentasi untuk mematahkan semua alasan yang disampaikan oleh kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh 'Alaihis Salam  menyeru kaumnya agar beribadah kepada Allah saja, namun mereka berpaling. Ia juga memberikan peringatan dengan siksa yang pedih, serta memberikan kabar gembira dengan ganjaran yang besar namun mereka tetap buta dan tidak mau mendengar, lagi menyombongkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Nabi Nuh 'Alaihis Salam menyeru, memaparkan argumentasi dan bukti-bukti akan kebenaran risalah yang diembannya sehingga berimanlah ke-padanya sebagian kecil dari kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Nabi Nuh 'Alaihis Salam Atas Ejekan Kaumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kaum Nabi Nuh 'Alaihis Salam  berkata: “Kamu tiada lain adalah manusia seperti kami, dan salah satu di antara kami, kalau Allah menghendaki untuk mengutus seorang rasul, maka pastilah Dia akan mengutus seorang malaikat, dan niscaya kami akan mendengarkan seruannya, memenuhi panggilannya, dan orang-orang yang telah mengikuti kamu tiada lain adalah orang hina, rendahan, dan lemah akalnya tidak dapat membedakan mana yang baik dan tidak matang pikirannya, kalau apa yang engkau bawa adalah baik, pastilah kami telah mendahului mereka, dan apabila yang engkau katakan adalah benar, niscaya kami akan lebih dahulu beriman dan mengikuti petunjukmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus-menerus menentang dan tak henti-hentinya mengejek dengan berbagai macam cara dan kata. Dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati Nabi Nuh 'Alaihis Salam menjawab: “Apa pendapat kalian, jika aku benar-benar dalam kebenaran dan telah tampak bukti yang nyata tentang kebenaran apa yang aku bawa, dan Allah telah memberikan rahmat dan keutamaan kepada kami dari-Nya, kemudian hati kalian buta dan tertutup, dan kalian berusaha menghalangi matahari dengan telapak tangan kalian, atau menghancurkan bintang-bintang dengan tangan kalian, apakah saya akan mampu menekan kalian supaya beriman, ataukah saya mempunyai kekuatan untuk memaksa kalian agar menjadi orang beriman?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi mereka hanya mau beriman jika Nabi Nuh 'Alaihis Salam  mau mening-galkan kaumnya yang mereka anggap sebagai orang rendahan dan derajat budak, inipun sebenarnya hanya alasan yang dibuat-buat karena hati mereka memang ingkar. Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Nabi Nuh 'Alaihis Salam  dan dijawab bahwa sesungguhnya da’wah yang ia bawa adalah da’wah yang menyeluruh untuk semua, sama kedudukan orang yang ternama dengan yang tidak, orang yang kaya dan faqir, pimpinan dan orang yang dipimpin. Selain itu merekalah yang selama ini membantunya berdakwah dan menolong ketika orang-orang memusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perdebatan telah memun-cak dan mereka telah bosan serta hati mereka telah merasa sesak, mereka berkata: “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami adzab yang kamu ancam-kan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (QS. 11:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab tantangan kaumnya, Nabi Nuh 'Alaihis Salam bisa mengatakan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang tidak bisa mendatangkan adzab. Beliau menga-takan: “Wahai kaumku, ketahuilah bahwa tempat kembali segala sesuatu hanyalah kepada Allah, jika Dia menghendaki maka Dia akan mem-berikan petunjuk kepada kalian dan jika Dia menghendaki Dia segera mendatangkan adzab dan menyiksa kalian, dan jika Dia menghendaki maka Dia akan menangguhkan kalian agar nantinya kalian mendapatkan siksaan yang sangat pedih dan sangat dahsyat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi Nuh 'Alaihis Salam mengadukan segala kesedihan dan kepedihan yang ia hadapi kepada Allah dan memohon pertolongan dan petunjuk-Nya sehingga Allah mewahyukan kepada-Nya: “Bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman diantara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan”. (QS. 11: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Untuk Membuat Perahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Nuh 'Alaihis Salam mengetahui dari Allah bahwa Dia telah menetapkan tidak ada yang akan beriman lagi kepadanya dan bahwa Allah telah menutup hati mereka sehingga mereka tidak akan tunduk kepada bukti apapun dan tidak akan beriman, maka habislah kesabaran Nabi Nuh 'Alaihis Salam , dan ia pun berdo’a memohon kepada Allah agar membinasakan orang-orang kafir dari kaumnya dan mengampuni kesalahannya, kedua orang tuanya dan orang-orang yang bersamanya (QS. 71: 26-28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah mengabulkan do’a Nabi Nuh dan mewahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. 11:37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi Nuh 'Alaihis Salam  mengambil tempat yang jauh dari kota, dan mulai membuat perahu, akan tetapi dia tidak luput dari olokan dan ejekan kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian mereka berkata: “Wahai Nuh, sebelum ini engkau mengaku bahwa dirimu adalah seorang rasul, lalu bagaimana bisa sekarang engkau menjadi tukang kayu, apakah engkau sudah tidak menjadi nabi atau engkau hendak beralih pekerjaan menjadi tukang kayu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lain berkata: “Kenapa engkau membuat kapal jauh dari laut dan sungai?Apakah engkau telah menyiapkan sapi untuk menariknya ataukah engkau akan menyuruh angin untuk membawanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Nabi Nuh berpaling dari ejekan mereka, dan berkata: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) akan mengejekmu sebagai-mana kalian telah mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa adzab yang menghinakan dan yang akan ditimpa azab yang kekal”. (QS. 11: 38-39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuju kapal yang sedang dia buat, memperbaiki dan menyambung satu dengan yang lainnya sehingga menjadi bahtera yang kokoh, dan menunggu apa yang telah dijanjikan oleh Allah, maka Allah mewahyukan kepadanya: “Apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. (QS. 11:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzab Dari Allah Yang Dijanjikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah apa yang diancamkan oleh Allah, seketika saja angkasa dipenuhi awan tebal, lalu langit menurunkan hujan dan bumi mengeluarkan air yang banyak, maka terjadilah banjir besar yang tidak pernah dikira, dan Nabi Nuh 'Alaihis Salam telah berada di bahtera bersama mereka yang telah beriman serta sepasang dari setiap binatang serta mengucapkan: Bismillahi majreha wa mursaha, terkadang bahteranya dibawa oleh angin yang lembut terkadang dengan angin yang kencang. Sementara itu orang-orang yang kafir terus bergelut dengan air bah, mereka berusaha mengalahkan kematian namun kematian mengalahkan mereka, mereka berusaha membanting ombak namun ombaklah yang membanting mereka hingga akhirnya mereka hilang ditelan air dan lenyap dari pandangan, menghilang sebagaimana rahasia yang selalu tersimpan dalam hati. Ombak telah menjadi kuburan bagi mereka sedangkan buih menjadi kain kafannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra Nabi Nuh 'Alaihis Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atas kapal Nabi Nuh melihat putranya Kan’an yang tidak beriman kepadanya sedang berjuang keras melawan ombak dan berusaha untuk berlindung di sebuah gunung, lalu beliau memanggilnya dan mengajak-nya untuk bergabung kepadanya dengan beriman terhadap apa yang dibawanya, beliau berkata: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang yang kafir”. (QS. 11:42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi seruan dan ajakan tersebut sama sekali tidak mendapat-kan tempat di hati Kan’an dan dia menyangka bahwa dia akan selamat dari apa yang dihadapinya dan berkata: “Menjauhlah engkau dariku karena aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi Nuh berkata kepadanya sedangkan dia telah dirundung kesedihan dan diliputi oleh kepedihan:  “Wahai anakku! Tidak ada yang me-lindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Kan’an tetap keras kepala, nasehat sang ayah yang mencintainya tak digubris, lalu tiba-tiba saja ombak besar menimpa Kan’an dan memisahkan keduanya. Nabi Nuh tidak dapat melihatnya lagi, maka bersedihlah dia lalu menghadap kepada Allah tempat kembali orang yang dirundung duka dan Penolong orang yang kesusahan, dia berkata: “Ya Allah sesungguhnya anakku adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau telah berjanji –dan janji-Mu adalah benar– bahwa Engkau akan menyelamatkanku dan orang-orang yang beriman dari keluargaku dan Engkau adalah seadil-adilnya yang memberi hukuman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya adalah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan”. (QS. 11: 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah Nabi Nuh menyadari bahwa rasa kasih sayangnya dan perasaannya telah memalingkannya dari kebenaran, maka dia pun mohon ampun kepada Allah dan perlindungan dari kemurkaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bahtera Nabi Nuh pun berlabuh di atas gunung Judiy, dan dikatakan kepada Nuh: ”Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mu’min) dari orang-orang yang bersamamu. “. (QS. 11:48).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3027296549191989361?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3027296549191989361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/05/nabi-nuh-alaihi-salam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3027296549191989361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3027296549191989361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/05/nabi-nuh-alaihi-salam.html' title='Nabi Nuh &apos;Alaihi Salam'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-2274019161159858812</id><published>2011-05-21T17:33:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T17:40:56.356-07:00</updated><title type='text'>Zahwa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-irBm3EU5GtA/TdhbdvmRidI/AAAAAAAAAGI/xY54mi50Xmw/s1600/akhwat-palestin.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 162px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-irBm3EU5GtA/TdhbdvmRidI/AAAAAAAAAGI/xY54mi50Xmw/s200/akhwat-palestin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609333902441286098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zahwa melirik arloji di tangan kirinya. Ups, Charles Jourdannya itu menunjukkan pukul 11.00 waktu Paris. Sebentar lagi pesawat yang membawanya dari kota mode dunia tersebut akan tiba di Bandara Ratu Noor, Yordania. Ditutupnya buku "The End Of The Nations" karya Kenichi Ohmae yang sedari tadi menjadi teman seperjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih lumayan jauh jarak yang harus ditempuh. Dari Yordan Zahwa masih harus lewat jalan darat lagi menuju Gaza, Palestina. Ah, ia sangat rindu pada tanah kelahiran yang telah hampir sepuluh tahun ditinggalkannya itu! "Proses perdamaian hampir sempurna, anakku," begitu kata Papa Kareem saat menjenguknya di Paris. "Arafat yang sabar, dan simpatik itu dengan dukungan rakyat akan menjadi presiden di tanah merdeka kita," ujar pria setengah abad, pengusaha Palestina sahabat Arafat, sekaligus sosok ayah yang sangat dikaguminya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mon Dieu! Tentu saja kau boleh pulang. Tetapi apa kau yakin di sana tak lagi ada tragedi-tragedi kebencian?" tanya Mommy sebulan lalu. Kekhawatiran masih menyelimuti wanita Perancis yang sejak sepuluh tahun lalu tak lagi mau tinggal di Palestina ini. Tetapi tekad Zahwa telah bulat. Ia harus dan kan kembali. Apalagi beberapa waktu lalu ia bertemu langsung dengan Arafat! Ketika itu pemimpin PLO tersebut tengah mengantar Madame Suha istrinya ke boutique milik Mommy. Ya, Zahwa tak akan pernah lupa kata-kata yang diucapkan Arafat padanya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak yang cerdas, Madame. Palestina merdeka membutuhkannya. Saya berharap anak saya yang juga bernama Zahwa kelak akan seperti anda, Mademoiselle!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Gaza hampir tak berubah. Kota di Tepi Barat sungai Yordan in masih saja kumuh seperti sepuluh tahun lalu, saat Zahwa meninggalkannya untuk menuntut ilmu di Perancis. Hanya saja kini terdapat sejumlah lelaki berseragam dan mengenakan pet coklat. Sambil menyandang senapan AK-47, atau pistol, mereka sibuk mengatur lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Polisi Palestina!", tebak Zahwa sambil tersenyum. Bagus, pikirnya, telah ada militer resmi di Palestina. "Kini tiap orang tak perlu bersikap radikal seperti HAMAS dengan intifadhahnya," guman Zahwa. "Mereka terlalu Keras dan tak mau menenpuh jalan damai. Mengerikan bila melihat kenekadan mereka selama ini!" cerita Papa Kareem suatu ketika. Zahwa setuju. Ia masih ingat tayangan televisi CNN setahun lalu. Bulu kuduknya meremang mengingat tubuh-tubuh orang Yahudi yang cerai berai ketika bis mereka diledakkan anggota Hamas di tengah kota Tel Aviv.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda mahasiswi politik bukan?" tanya Arafat padanya waktu itu. "Strategi politik yang tepat untuk menghadapi Israel adalah dengan kompromi damai. Tak mengapa hanya Jericho, Jenin dan Gaza yang dikembalikan pada kita. Kita ikuti dulu permainan ini. Kelak berkat kesabaran bahkan Yerusalem akan kembali pada kita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahwa terus berjalan. Sesekali dara berusia dua puluh dua tahun ini memergoki pandangan menyelidiki dari warga setempat. Ia pernah mendengar bahwa hubungan antar warga di sini sangat baik, dan mereka saling mengenal satu sama lain. Tapi Zahwa merasa bukan orang asing di sini. Atau karena kaos dan jeans belelnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"LABBAIKA ALLAHUMMA LABBAIK! KKULLUNA SHOLAHUDIN!"&lt;br /&gt;Suara itu begitu bergemuruh! Zalwa terperanjat saat menoleh ke arah datangnya suara!!! Matanya benar2 terbelalak!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"LABBAIKA ALLAHUMMA LABBAIK! KULLUNA YAHYA AYYASH!"&lt;br /&gt;Dibelakangnya terlihat pemandangan luar biasa! Lautan manusia dengan langkah gagah berjalan menuju ke arahnya. Teriakan takbir tiada henti terdengar! Ada apakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahwa menyingkir. Rasa takut dan takjub bercampur aduk dalam hatinya. Belum pernah ia melihat lautan manusia yang begitu mengelora seperti ini. Dan mereka semuanya bertakbir! Kini rombongan itu melintas di depannya. Zahwa melihat sesosok tubuh berselimut kafan yang dijunjung oleh sekitar delapan lelaki! Lelaki yang lain berjalan paling depan sambil memegang pengeras suara, memimpin yang lain untuk bertakbir dan meneriakkan yel-yel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'KHAIBAR-KHAIBAR YA YAHUD! JAISYU MUHAMMAD SAUFA YA'UUD!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ingin tahu Zahwa berkecamuk. Mereka? Jelas warga Palestina. Tua muda bahkan kana-kanak. Ya, kanak-kanak! Dan mayat itu? Ya Allah, lautan manusia mengantarnya! Ribuan orang.., ah bukan, tidak, tetapi ratusan ribu orang! Dan dalam setiap lajur jalan, bertambah lagi jumlah para pengantar itu! "Maaf, mayat siapakah itu?" tanya Zahwa pada seorang wanita tua berabaya hitam yang lewat di hadapannya. Wanita itu memandang Zahwa dengan tatapan tajam dan aneh. Mata merahnya yang terlihat garang tampak basah. "Inilah As Syahid Yahya Ayyash! Mujahid berbudi, musuh nomor satu Yahudi sekarang ini!" katanya sambil menangis lagi dan terus berjalan. "Hamas! Hamas!" Hamas!" Serunya mengepalkan tangannya yang keriput sebelum berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahwa tertegun sejenak. Iring-iringan ini bagaikan air yang mengalir tiada henti. Panjang sekali! Dan..Hamas? "Maaf, siapakah yang wafat ini?" tanyanya. Kali ini pada seorang pemuda. Pemuda itu tampak sendu, namun rahangnya memendam kegeramanan dan kebencian! Zahwa agak takut melihat reaksinya! "Apakah kau mencintai tanah ini? Jika ya, tentu kau membenci 80 Yahudi pembuat makar! Kini Mossad membunuh sang Insinyur ini!! Dan pemuda itu pun berlalu begitu saja sambil bertakbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahwa mulai faham. Ia pernah mendengar julukan 'the Engineer' dalam peristiwa peledakan bus di Tel Aviv. Sang Insinyur adalah julukan dinas keamanan Yahudi untuk dalang peledakan dashyat yang mencoreng muka Mossad dan Shin Bet (Dinas keamanan Yahudi) itu. "Oo, jadi Yahya Ayyash adalah sang Insinyur,' guman Zahwa. Bakat ingin tahunya muncul. Alih-alih bergegas pergi, ia mulai memperhatikan keadaan. Ratusan ribu orang ini tampak mewakili hampir seluruh penduduk Palestina. Bagaimana orang Hamas seprti Yahya Ayyash bisa mempengaruhi mereka? Belum pernah Zahwa melihat atau mendengar kejadian seperti ini. Seorang Palestina yang kepergiannnya diiringin lautan manusia dengan penuh ta'zim!! Luar biasa! Tiba-tiba Zahwa ingin sekali bergabung dalam lautan manusia itu. Hati kecilnya berperang antara godaan rasa ingin tahu dan kerinduan pada keluarganya. Dan...ya, itu ada sepasukan polisi Palestina!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, mayat siapa itu dan apa yang terjadi?" "Yahya Ayyash! Kami tak bisa membendung arus manusia ini!" kata seorang di antar mereka. "Sebenarnya kami diperintahkan untuk menangkap mereka. Tetapi bagaimana mungkin?" jelas seorang opsir yang tampak panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat wajah opsri 'panik' itu, Zahwa menghela nafas sambil menahan senyum. Ia rindu papa Kareem Abror. Rasa itu mengalahkan rasa ingin tahunya. Dengan berat hati, Zahwa menyeret langkahnya pulang. Takbir para pengiring jasad Ayyash masih bertalu-talu di telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya Zahwa melihat berita yang dipancarkan stasiun Israel. Dilihatnya di tivi betapa warga Yahudi menari dan bernyanyi atas kematian pemuda berumur dua puluh sembilan tahun itu, seakan kesedihan akibat kematian Rabin sirna seketika. Ketika kemudian papa Kareem pulang, dilihatnya wajah beliau biasa. Tak sedih seperti orang-orang Palestina yang ditemuinya. "Yahya Ayyash adalah anggota Hamas yang kerap berusaha menggagalkan negosiasi perdamaian," begitu komentar papa Kareem. "Tapi..pemandangan yang saya lihat tadi luar biasa. Bila Hamas bukan gerakan rakyat atau minimal mendapat dukungan rakyat..., tak mungkin Yahya Ayyash mendapat penghormatan sehebat itu! Saya...jadi bingung, papa..." Papa Kareem mengangkat bahu. Cuma itu. Zahwa kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu perdana Palestina merdeka tak lama lagi. Papa Kareem tampak sangat sibuk. Entah apa yang dikerjakan beliau. Yang jelas papa tampak antusias. "Papa akan membantu dana kampanye. Bila Arafat menjadi presiden, mungkin papa akan menjadi salah satu menteri. Paling tidak anggota parlemen," kata beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi mengapa warga Gaza banyak yang tak peduli pada Pemilu ini?" tanya Zahwa. "Dari mana kau tahu? Itu tak benar." Zahwa menggaruk kepalanya. "Hampir tiap sore saya keliling dengan mobil pemberian papa itu. Sungguh, tak ada yang mencolok. Bahkan warga Gaza seolah malas membicarakannya." "Sudahlah! Kita menjadi warga negara yang baik saja. Setuju?" Zahwa diam saja, berusaha tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari in Zahwa kembali berkeliling. Besok sudah pemilu. Dan seperti hari-hari sebelumnya ia hanya melihat kesibukan polisi dan para pegawai Otorita Palestina. Di antaranya menghapus grafiti-grafiti pro Hamas. Heran, hari ini dihapus, besok selalu ada lagi. "Kali ini kami menjaga setiap tembok yang ada semalaman, nona!" ujar mereka ketika disapa. Mobil Zahwa terus melaju..tiba-tiba..CIIIITTTT! Zahwa me-rem mobilnya kuat-kuat. Seorang ibu muda dengan tiga anaknya melintas! Hampir saja! Zahwa segera turun. Dilihatnya ibu muda itu menarik tangan anak-anaknya menjauhi mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum, maaf ummu!" sapa Zahwa. Wanita berjilbab putih itu menjawab salam. Dan ketika ia akan berlalu...Zahwa tersentak! Wajah itu! Ya Allah! Tak mungkin Zahwa bisa melupakannya.!! "Sarah?" Ibu muda yang dipanggilnya menoleh terkejut. "Ya Allah Sarah.., kau tak ingat padaku?! Aku Zahwa. Temanmu saat di tsanawiyyah Al Birru!"" Sarah terbelalak!" Subhanalloh!" ucapnya. "Zahwa!" Mereka pun berpelukan. "Siapa nama anak-anak ini?" tanya Zahwa. Kini dara Palestina itu baru melihat sosok ketiga anak temannya dengan cermat. Anak yang paling besar sekitar delapan tahun ternyata pincang. Yang lain memiliki luka bakar membekas sekujur tubuh, sememntara anak yang paling kecil dan masih balita..tampaknya...mengalami patah tulang mencolok, sehingga harus selalu digendong! Benar!!&lt;br /&gt;"Yang paling besar Muhammad, yang kedua Hisyam dan adiknya Haikal," Sarah terus tersenyum cerah. "Allahu Akbar, sepuluh tahun lebih kita tak bertemu." "Ya, sampai kini, kau tetap sahabatku yang paling baik. Tak ada temanku yang bisa setulus dan sebaik engkau!" kata Zahwa. Tetapi pikirannya melayang pada ketiga anak-anak itu. Mengapa? Mengapa ketiga anak Sarah ini cacat??! "Ayo ke rumahku, Zahwa!" Tak lama Corolla itu pun melaju menuju rumah Sarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Sarah sederhana namun sejuk, itu yang dirasakan Zahwa ketika pertama melangkahkan kakinya ke rumah Sarah. Tak ada hiasan lain kecuali kaligrafi. "Ini suamimu?" tanya Zahwa saat menatap satu-satunya foto yang ada di ruangan itu. Sarah mengangguk. "Mana dia? Bekerja?" Sarah menggeleng. "Mahmud syahid."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahwa bagai disengat listrik!" Polisi Palestina?" Bagaimana mungkin?" "Suamiku mengetahui konspirasi rahasia antara Mossad dan Musa Arafat, kepada polisi Palestina, untuk membunuh Ayyash," tutur Sarah datar. "Ia mencoba memberitahu Ayyash, namun anak buah Musa Arafat menjebak, dan menembaknya mati." Keduanya terdiam. Hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahwa tenggelam dalam kenyataan yang menyakitkan. Ia sudah memperkirakan berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Tapi apa yang ia dengar melampaui semua perkiranannya. Sarah tersenyum," Sepuluh tahun kau tak di sini. Negeri ini masih mempertahankan kemuliannya walau para musuh Allah tak henti membuat makar. Perdamaian dan pemilu yang digembar gemborkan itu semu semata." "Tetapi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zahwa, satu-satunya yang masih dipercaya oleh rakyat hanyalah Hamas! Mungkin selama di Perancis, kau banyak mendengar berita sumbang tentang Hamas. Seolah hamas adalah gerakan teroris yang tak berperikemanusiaan! Percayalah, Zionis Israel-lah yang biadab! Lebih dari yang bisa kita bayangkan! Kau lihat Muhammad, Hisyam dan Haikal? Mereka korban kebiadaban dan kepengecutan pasukan Israel..." "Hah?" Hati Zahwa seperti dihantam palu godam! Sarah berkata dengan lembut namun menggetakan hati "Bukankah Allah berfirman dalam Al Quran, orang-orang yahudi tak akan rela sampai kita mengikuti mereka. yahudi juga suka mengubah perjanjian. Mereka tak mau memberikan kurma untuk kaum muslimin, apalagi sebuah negara! Maha benar Allah!" "Tapi ..PLO, Arafat..berusaha..damai..." "Zahwa, bukankah kau sarjana ilmu politik? Belumkah jelas bagimu bahwa orang yang kau kagumi itu tak lebih hanya perpanjangan tangan Zionis untuk mengkotak-kotak dan menbinasakan kita?" Mereka berdua lalu larut dalam pembicaraan panjang. Zahwa agak terkejut melihat Sarah begitu mengasai berbagai hal tentang Palestina. Tiba-tiba Zahwa resah. Resah sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang, ia kemudikan mobilnya dengan lambat. "Media-media dunia selalu berkata jelak tentang Hamas dan mengelukan kebijakan Arafat yang sebenarnya diarahkan Israel dan Amerika itu," kata-kata Sarah tergiang-giang di benaknya, "Apa yang diberitakan tak sesuai dengan kenyataan! Bahkan anakku hanyalah contoh dari banyak korban lainnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodohnya aku selama ini! Pikir Sarah. Kesadaran baru mulai mengisi hatinya. Perasaan gusar sendri. Geram! Percuma saja selama ini ia belajar politik tetapi buta terhadap kenyataan politik yang ada. Dan...subhanalloh, ia malu pada Sarah! Ia malu pada Palestina negrinya tercinta karena tak pernah tahu apa sesungguhnya yang terjadi selama ia pergi. Sungguh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pemilupun tiba. Tak seperti pesta demokrasi pada umumnya, Zahwa merasakan suasana yang lengang. "Jangan lupa untuk datang mengisi kotak suara!" pesan papa Kareem kemarin malang. Tetapi Zahwa hanya berkeliling dengan mobilnya. Pemilu macam apa ini, pikirnya ketika dilihatnya pasukan Israel turut mengawasi jalannya pemilu. Ia bertambah gusar saat mengetahui sebagian besar kandidat berasal dari partai Fatah, yang dipimpin Arafat. Padahal kantor pemilu juga dijalankan oleh orang-orang Fatah. Tidak ada komisi independen seperti yang semestinya terjadi. Zahwa merutuk dalam hati, pemilu macam apa ini! Sore harinya Zahwa tambah terkejut. Kotak suara hilang seusai pemungutan suara! "Di Nablus, ada kandidat independen yang dibunuh polisi Palestina ketika keluar dari kantornya!" kata Sarah sambil menyuapi anak-anaknya makan. "Sesuai skenario bersama AS-Israel, Arafat harus memenangkan Pemilu untuk menjaga proses 'perdamaian'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kian lama logika politis seperti it kian mudah difahami oleh Zahwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba....BBBBRRRAAAAKK! BBRRAAKK! Zahwa, Sarah dan ketiga anaknya terkejut! Tiga orang mendobrak pintu! yang seorang berpakaian ala Hamas, berkaos lengan panjang dan mengenakan penutup muka. Dua yang lain mengenakan gamis putih dan sorban! Mereka bersenjata! "Yahudi pengecut! Bahkan harus menyamar untuk menangkapku!" teriak Sarah sinis. Zahwa terperangah. Refleks dipeluknya ketiga anak Sarah yang belum selesai makan itu.&lt;br /&gt;"Ikut kami jika tak ingin bernasib sama dengan Ayyash atau Mahmud!" ujar salah seorang sambil menarik lengan Sarah kasar. Sarah berontak! Meludahi orang-orang itu! Zahwa bergerak ingin membantu. Tapi...bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bawa anakku pergi! Cepaatt! Cepat Zahwa! Aku akan melawan mereka!" Zahwa bingung! Dilihatnya Sarah memukul, menggigit, menendang orang-orang itu! Dan ketika metanya menangkap kilatan pisau buah dikolong meja, Zahwa segera mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Simon, angkat anak2 itu!" teriak salah satu yahudi itu. "Kita tembak di depan ibunya..ha..ha..ha..!" Sekuat tenaga Zahwa berusaha melindungi Muhammad, Hisyam dan Haikal! CRESH! Ia berhasil melukai lengan yang bernama Simon! "Ummi! Um..mii.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad merangkul adik-adiknya, bersembunyi di balik kursi. "Bajingan semakin terdesak! Kini belasan tusukan menghujamnnya! Sarah terjerembab! Di sampingnya terbunuh pula seorang Yahudi! "Bajingan! Maju! Ayo maju!!" Zahwa histeris. Kedua orang Yahudi itu saling bisik. "Kita tinggalkan. Dia anak Kareem Abroro.." Dan mereka pun beranjak pergi. Terlambat! Dari belakang Zahwa meleparkan pisaunya! Tepat!! Seorang Yahudi lagi roboh! Sementara sisanya melarikan diri!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini di sudut ruangan dilihatnya ketiga anak Sarah menangis berpelukan. "Ummi syahid..., jangan terus..menangis," bujuk Muhammad. Dada Zahwa menggelegak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah papa, jumlah rakyat Palestina sekitar 4 juta jiwa. Sejuta di dalam dan 3 juta di luar Palestina. Dari sejuta penduduk itu hanya 48% yang mengikuti pemulu, kebanyakan pengikut Arafat. Jadi wajar bila ia menang 90% suara. Bila dihitung total, presiden Palestina in hanya didukung tak sampai 20% saja dari rakyatnya! Begitu pun diperolehnya dengan banyak..kecurangan." "Apa yang kau bicarakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Slamat papa, kini papa telah mejadi dewan parleman!" kata Zahwa sinis. Kareem Abror mengernyitkan dahi, memandang anaknya aneh. Dan tiba-tiba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf.., tetapi saya akan..bergabung dengan HAMAS." suara Zahwa hampir tersekat di kerongkongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa? Zahwa..., kau...mereka bodoh dan gila! Mereka teroris!" "Jangan bodohi saya lagi, papa. Mereka pejuang! Dan bagi pejuang tak ada perdamaian tanpa keadilan! Adilkah namanya bila penjajah Yahudi Israel yang sama sekali tak memiliki hak atas negri ini, disambut bagai pahlawan kalau memberikan kita sepetak Jericho, Gaza dan Jenin!? Perdamaian bodoh. Ini komspirasi internasional terhadap ummat Islam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keparat! Kurang ajar!" Kareem menampar Zahwa kuat-kuat! "Saya akan bergabung dengan mereka yang tak akan pernah menjual tanah airnya demi apa pun! Maafkan saya!!!" kata Zahwa tegar sambil mengusap darah yang mengalir dari bibirnya. Kareem Abror meludah dan membuang muka. "Pergi! Pergi dan jangan kembali !" katanya garang. Zahwa menatap wajah papa lama. Ia ingin menangis, tetapi kini bukan waktunya. Ya, ia tak akan menangis. Ia hanya perlu bangit dengan tenang dan berlalu dari situ. Muhammad, hisyam dan haikal tentu telah menunggunya. Lengang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sudut mata kareem yang pedih memandang sosok berabaya hitam berjilbab putih itu dari jauh. "Zahwa, anakku.., kau benar," bisiknya. Maafkan aku ...yang tak pernah sangguuup..."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-2274019161159858812?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/2274019161159858812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/05/zahwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/2274019161159858812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/2274019161159858812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/05/zahwa.html' title='Zahwa'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-irBm3EU5GtA/TdhbdvmRidI/AAAAAAAAAGI/xY54mi50Xmw/s72-c/akhwat-palestin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-5150392094977992418</id><published>2011-05-21T16:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T18:10:16.098-07:00</updated><title type='text'>Bersama Seorang Pemuda Penggali Kubur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-L-H5ioTML6U/TdhgVcPnfsI/AAAAAAAAAGQ/0QIyTzxtXuI/s1600/kubur.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 122px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-L-H5ioTML6U/TdhgVcPnfsI/AAAAAAAAAGQ/0QIyTzxtXuI/s200/kubur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609339257365167810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Hubaiq : Riwayat dari ayahku yang berkata, Yusuf bin Asbath pernah bertemankan seorang pemuda dari Teluk, yang tidak pernah berbincang-bincang dengannya (Yusuf) selama sepuluh tahun. Akan tetapi, Yusuf mengetahui kerisauan dan kecemasan hati pemuda itu dan juga ketekunannya melakukan ibadat pada siang mahupun malam hari. Kepada pemuda itu Yusuf pernah berkata, "Apa sebenarnya pekerjaanmu dahulu, sehingga aku lihat dirimu selalu tertunduk menangis?" "Dahulu aku adalah seorang penggali kubur," jawabnya. "Apa yang pernah kamu lihat saat berada di liang lahat?" tanya Yusuf meminta penjelasan. "Aku melihat rata-rata muka mereka dipalingkan dari arah kiblat, kecuali beberapa orang saja," kata pemuda itu. "Kecuali beberapa orang saja?" tanya Yusuf dengan penuh heran.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian, Yusuf pun gelisah dan fikirannya tidak tenteram. Oleh itu dia memerlukan ubat untuk menyembuhkan kegelisahannya. Ibnu Hubaiq meneruskan ceritanya, "Ayahku berkata: Kami lalu memanggil doktor Sulaiman untuk mengubati Yusuf. Setelah mendapatkan perawatan yang teratur, Yusuf pun sihat kembali seperti sediakala dan dia pun berkata, "Kecuali hanya sedikit saja!" Yusuf terus-menerus mengucapkan demikian, dan lantaran itu dia mendapatkan perawatan terus agar fikirannya normal kembali. Ketika doktor Sulaiman selesai mengobati dan hendak pulang, Yusuf berkata kepada orang-orang yang menungguinya, "Apa yang mesti kalian berikan kepada doktor itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia tidak mengharapkan apa-apa darimu," jawab kami semua.&lt;br /&gt;"Subhanallah! Kalian telah berani mendatangkan doktor kerajaan, akan tetapi, aku tidak memberikan sesuatu pun kepadanya," kata Yusuf.&lt;br /&gt;"Berikan kepadanya uang beberapa dinar!" kata kami kepada Yusuf.&lt;br /&gt;Ambillah ini dan berikan kepadanya serta tolong beritahukan kepadanya bahawa aku tidak memiliki sesuatu pun, kecuali sekadar ini, agar dia tidak berprasangka bahwa aku ini mempunyai harga diri yang lebih rendah daripada para raja," kata Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf kemudian menyerahkan sebuah kantong berisi uang sebanyak lima belas dinar dan diberikannya kepadaku. Selanjutnya kuserahkan uang tersebut kepada doktor Sulaiman atas pertolongannya kepada Yusuf. Sejak peristiwa itu Yusuf akhirnya tekun menganyam tikar dari daun kurma hingga akhir hayatnya. Dan diriwayatkan dari Hubaiq yang mengatakan: Yusuf bin Asbath pernah berkata, "Dari ayahku, aku mendapatkan harta waris berupa tanah seharga lima ratus dinar yang terletak di daerah Kufah. Akan tetapi, pada akhirnya terjadilah perselisihan di antara saudara-saudaraku, kerana itu aku meminta pendapat kepada Hasan bin Shaleh. Hasan bin Shaleh lalu berkata kepadaku, "Aku tidak ingin kamu terlibat pertentangan dengan mereka, hanya disebabkan masalah tanah yang akan kita masuki kelak." Demikianlah atas saranan Hasan bin Shaleh itu, maka kurelakan tanah itu kepada mer&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;eka secara ikhlas kerana Allah SWT semata sebab aku menyedari bahawa diriku adalah bahagian daripada tanah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-5150392094977992418?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/5150392094977992418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/05/bersama-seorang-pemuda-penggali-kubur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5150392094977992418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5150392094977992418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/05/bersama-seorang-pemuda-penggali-kubur.html' title='Bersama Seorang Pemuda Penggali Kubur'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-L-H5ioTML6U/TdhgVcPnfsI/AAAAAAAAAGQ/0QIyTzxtXuI/s72-c/kubur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-638551125023137639</id><published>2011-04-06T19:57:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T19:59:29.142-07:00</updated><title type='text'>WANITA JELATA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang gubernor pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keheranan sang Gubernor bertanya, "Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janda bermuka buruk itu menjawab, "Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya butuhkan bukan dinar melainkan bekal akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud engkau?" tanya sang Gubernor mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu."&lt;br /&gt;Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu salat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jawaban seperti itu, sang Gubernor merasa telah disindir tajam. Ia insaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah rauh, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Izrail sudah mengintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sang Gubernor jatuh cinta kepada perempua lusuh yang berparas hanya lebih bagus sedikit dari monyet itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis pikir, bagaimana seorang gubernor bisa menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang jelek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernor dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, trmasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernor lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba trdengar bunyi berdenting, pertang ada orang gila yg melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berwajah buruk. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.Gubernor lalu bertanya, "Mengapa kaubanting gelas itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa takut wanita itu menjawab, "Ada beberapa sebab. Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurnag lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernor terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab lainnya?" tanya Gubernor.Wanita itu menjawab, "Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Alquran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernor kian takjub. Demikian pula paran tamunya. "Masih ada sebab lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempua itu mengangguk dan berkata, "Ketiga, dengansaya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernornya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya."Maka ketika kemudian Gubernor yang kematian istri itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkab berbalik sangat gembira karena Gubernor memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada gubernornya, kepada Nabinya, dan kepada Tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-638551125023137639?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/638551125023137639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/wanita-jelata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/638551125023137639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/638551125023137639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/wanita-jelata.html' title='WANITA JELATA'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3066873878287779963</id><published>2011-04-06T19:50:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T19:55:15.482-07:00</updated><title type='text'>UMMU SULAIM PERISAI RASULULLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-x6zRY1JaJOY/TZ0ngBbV_ZI/AAAAAAAAAGA/aJY6qN2Bw2k/s1600/muslimah-cantik.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-x6zRY1JaJOY/TZ0ngBbV_ZI/AAAAAAAAAGA/aJY6qN2Bw2k/s200/muslimah-cantik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592669743356444050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika pulang dari perjalanan dari Syam (Syria), Malik menjumpai Ummu Sulaim binti Milhan isterinya telah masuk Islam. Tentu saja dia marah. "Apakah kau sudah berpindah agama?" tanya Malik.&lt;br /&gt;"Tidak, aku tidak berpindah agama. Tetapi aku percaya dengan anak laki-laki ini" jawab isterinya.&lt;br /&gt;Yang dimaksud anak laki-laki itu adalah Anas bin Malik Al Anshary, yang lahir di Madinah pada tahun ke-10 sebelum Hijriyah.Mendengar isterinya mengajarkan syahadat kepada anak lelakinya, Malik yang kafir itu semakin emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan muka merah padam dia membentak isterinya."Jangan kau rusak anakku ini!""Aku tidak merusaknya" jawab isterinya.&lt;br /&gt;Selang beberapa hari, Malik pergi lagi ke Syam. Di sana dia dihadang musuh-musuhnya hingga akhirnya tewas terbunuh. Sejak itu Ummu Sulaim berikrar, "Aku tidak akan menceraikan Anas dari menyusui hingga ia meninggalkannya sendiri. Dan aku tidak akan kawin lagi sebelum dia dapat duduk dan dapat menyuruh aku." katanya.Menanggapi tekad ibunya, Anas selalu berdoa kepada Allah agar berkenan membalas jasa dan amal ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang janda, Ummu Sulaim cukup teguh pada pendiriannya. Ketika seorang lelaki, Abu Talkhah datang meminangnya, dia menolaknya. Tekadnya, dia harus berhasil menaklukkan calon suaminya dari musyrik menjadi muslim."Abu Talkhah, Allah mengetahui bahwa aku sungguh cinta kepadamu, namun sayang sekali kau masih kafir, sedang aku ini muslimah. Jika kamu mau memeluk Islam, aku tidak keberatan menerima lamaranmu. Aku tidak akan menuntut emas kawin kecuali keislamanmu itu, tiada yang lain." Katanya.Dengan perasaan malu dan kecewa, Abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkhah meninggalkan Ummu Sulaim karena keberatan masuk Islam. Tetapi karena dia sudah terlanjur cinta, pada kesempatan lain dia datang kembali, namun Ummu Sulaim tetap pantang menyerah.&lt;br /&gt;"Abu Talkhah, apakah anda tidak malu menyembah kayu?" katanya.&lt;br /&gt;Mendengar ucapan itu, Abu Talkhah menjadi sadar dan insaf serta berikrar memeluk Islam seraya mengikrarkan syahadatain.&lt;br /&gt;Mendengar ucapan itu, Ummu Sulaim segera memanggil Anas anaknya. "Wahai Anas, kawinkan Abu Talkhah ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, berkat kebijaksanaan Ummu Sulaim, Abu Talkhah memeluk Islam. Bahkan akhirnya di kenal sebagai pembantu dan pendukung Rasulullah yang gagah berani dalam jihad fi sabilillah serta ikut menghadiri bai'at Aqabah.Ummu Sulaim sendiri dikenal sebagai wanita yang ikut terjun langsung dalam berbagai pertempuran bersama Rasulullah. Dialah yang memberi pertolongan kepada para prajurit muslim dengan memberi makanan dan minuman, serta merawat mereka yang terluka. Bahkan bersama Abu Talkhah suaminya, ibu ini pernah bertempur langsung merebut senjata musuh untuk membentengi Rasulullah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3066873878287779963?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3066873878287779963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/ummu-sulaim-perisai-rasulullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3066873878287779963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3066873878287779963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/ummu-sulaim-perisai-rasulullah.html' title='UMMU SULAIM PERISAI RASULULLAH'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-x6zRY1JaJOY/TZ0ngBbV_ZI/AAAAAAAAAGA/aJY6qN2Bw2k/s72-c/muslimah-cantik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-8636553165321711182</id><published>2011-04-06T19:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T19:50:00.001-07:00</updated><title type='text'>SANG SUFI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-gnyL4hOUSp0/TZ0mQB0GTKI/AAAAAAAAAF4/LzG325JQKLs/s1600/the_sufi_mg56.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-gnyL4hOUSp0/TZ0mQB0GTKI/AAAAAAAAAF4/LzG325JQKLs/s200/the_sufi_mg56.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592668369070738594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersebutlah seorang penganut tasawuf bernama Nidzam al-Mahmudi. Ia tinggal di sebuah kampung terpencil, dalam sebuah gubuk kecil. Istri dan anak-anaknya hidup dengan amat sederhana. Akan tetapi, semua anaknya berpikiran cerdas dan berpendidikan. Selain penduduk kampung itu, tidak ada yang tahu bahwa ia mempunyai kebun subur berhektar-hektar dan perniagaan yang kian berkembang di beberapa kota besar. Dengan kekayaan yang diputar secara mahir itu ia dapat menghidupi ratusan keluarga yg bergantung padanya. Tingkat kemakmuran para kuli dan pegawainya bahkan jauh lebih tinggi ketimbang sang majikan. Namun, Nidzam al-Mahmudi merasa amat bahagia dan damai menikmati perjalanan usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang anaknya pernah bertanya, `Mengapa Ayah tidak membangun rumah yang besar dan indah? Bukankah Ayah mampu?""Ada beberapa sebab mengapa Ayah lebih suka menempati sebuah gubuk kecil," jawab sang sufi yang tidak terkenal itu. "Pertama, karena betapa pun besarnya rumah kita, yang kita butuhkan ternyata hanya tempat untuk duduk dan berbaring. Rumah besar sering menjadi penjara bagi penghuninya. Sehari-harian ia Cuma mengurung diri sambil menikmati keindahan istananya. Ia terlepas dari masyarakatnya. Dan ia terlepas dari alam bebas yang indah ini. Akibatnya ia akan kurang bersyukur kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya yang sudah cukup dewasa itu membenarkan ucapan ayahnya dalam hati. Apalagi ketika sang Ayah melanjutkan argumentasinya, "Kedua, dengan menempati sebuah gubuk kecil, kalian akan menjadi cepat dewasa. Kalian ingin segera memisahkan diri dari orang tua supaya dapat menghuni rumah yang lebih selesa. Ketiga, kami dulu cuma berdua, Ayah dan Ibu. Kelak akan menjadi berdua lagi setelah anak-anak semuanya berumah tangga. Apalagi Ayah dan Ibu menempati rumah yang besar, bukankah kelengangan suasana akan lebih terasa dan menyiksa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak tercenung. Alangkah bijaknya sikap sang ayah yang tampak lugu dan polos itu. Ia seorang hartawan yang kekayaannya melimpah. Akan tetapi, keringatnya setiap hari selalu bercucuran. Ia ikut mencangkul dan menuai hasil tanaman. Ia betul-betul menikmati kekayaannya dengan cara yang paling mendasar. Ia tidak melayang-layang dalam buaian harta benda sehingga sebenarnya bukan merasakan kekayaan, melainkan kepayahan semata-mata. Sebab banyak hartawan lain yang hanya bisa menghitung-hitung kekayaannya dalam bentuk angka-angka. Mereka hanya menikmati lembaran-lembaran kertas yang disangkanya kekayaan yang tiada tara. Padahal hakikatnya ia tidak menikmati apa-apa kecuali angan-angan kosongnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudia anak itu lebih terkesima tatkala ayahnya meneruskan, "Anakku, jika aku membangun sebuah istana anggun, biayanya terlalu besar. Dan biaya sebesar itu kalau kubangunkan gubuk-gubuk kecil yang memadai untuk tempat tinggal, berapa banyak tunawisma/gelandangan bisa terangkat martabatnya menjadi warga terhormat? Ingatlah anakku, dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap mahkluknya. Dan dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua penghuninya. Akan tetapi, dunia ini akan menjadi sempit dan terlalu sedikit, bahkan tidak cukup, untuk memuaskan hanya keserakahan seorang manusia saja."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-8636553165321711182?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/8636553165321711182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/sang-sufi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8636553165321711182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8636553165321711182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/sang-sufi.html' title='SANG SUFI'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gnyL4hOUSp0/TZ0mQB0GTKI/AAAAAAAAAF4/LzG325JQKLs/s72-c/the_sufi_mg56.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3323696191097001726</id><published>2011-04-05T08:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T13:24:21.682-07:00</updated><title type='text'>KISAH NABI MUSA DENGAN SEORANG PEZINA</title><content type='html'>Ada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan  terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia  berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan- pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk.  Air matanya berderai tatkala ia Berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya.  Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." &lt;br /&gt;"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. &lt;br /&gt;"Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina. &lt;br /&gt;"Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari perzinaan itu saya pun...lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan.Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita penzina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubuilaiik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3323696191097001726?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3323696191097001726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/kisah-nabi-musa-dengan-seorang-pezina.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3323696191097001726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3323696191097001726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/kisah-nabi-musa-dengan-seorang-pezina.html' title='KISAH NABI MUSA DENGAN SEORANG PEZINA'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3107412074605282124</id><published>2011-04-05T08:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T15:29:06.527-07:00</updated><title type='text'>Aroma Kasturi Keluar Dari Hidung Jenazah Wanita Saat Dimandikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Ummu Ahmad ad-Du'aijy berkata ketika ia ditemui Majalah Yamamah tentang kematian seorang gadis berusia 20 tahun pada kecelakaan kendaraan. Beberapa saat sebelum meninggal, ia pernah ditanya oleh familinya "Bagaimana keadaanmu wahai fulanah.?" Ia menjawab, "Baik, alhamdulillah." Tetapi beberapa saat setelah itu ia meninggal dunia. Semoga Allah merahmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membawanya ke tempat memandikan mayat. Ketika kami meletakkan mayatnya di atas kayu pemandian untuk dimandikan, kami melihat wajahnya ceria dan tersimpul senyuman seakan-akan ia sedang tidur. Di tubuhnya tidak ada cacat, patah dan luka. Dan anehnya (sebagaimana yang dikatakan ummu Ahmad) ketika mereka hendak mengangkatnya untuk menyelesaikan mandinya, keluar benda berwarna putih yang memenuhi ruangan tersebut menjadi harum kasturi. Subhanallah! Benar ini adalah bau kasturi. Kami bertakbir dan berdzikir kepada Allah sehingga anakku yang merupakan sahabat si mayit menangis melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku bertanya kepada bibi si mayit tentang keponakannya, bagaimana keadaannya semasa hidup? Ia menjawab, "Sejak mendekati usia baligh, ia tidak pernah meninggalkan sebuah kewajiban, tidak pernah melihat film, sinetron dan musik. Sejak usia tiga belas tahun, ia sudah mulai puasa senin-kamis dan ia pernah berniat secara sosial membantu memandikan mayat. Tetapi ia terlebih dahulu dimandikan sebelum ia memandikan orang lain. Para guru dan teman-temannya mengenang ketakwaannya, akhlaknya dan pergaulannya yang banyak berpengaruh terhadap teman-temannya baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan, "Benarlah perkataan syair,&lt;br /&gt;Detak jantung seseorang berkata kepadanya,&lt;br /&gt;bahwa kehidupan hanya beberapa menit dan detik saja.&lt;br /&gt;Camkanlah itu dalam dirimu sebelum engkau mati,&lt;br /&gt;Seorang insan mengingat umurnya yang hanya sedetik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perkataan yang lebih baik dari itu adalah firman Allah SWT,&lt;br /&gt;"Dan Allah telah menjadikanku selalu berbakti di manapun aku berada." (Maryam: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ummu Ahmad melanjutkan ceritanya, Ada lagi jenazah seorang gadis yang berumur 17 tahun. Para wanita memandikannya dan kami melihat jasadnya berwarna putih lalu beberapa saat kemudian berubah menjadi hitam seperti kegelapan malam. Hanya Allah-lah yang mengetahui tentang keadaannya. Kami tidak sanggup bertanya kepada keluarganya, agar kami dapat menyembunyikan aib jenazah. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bermohon kepada Allah keselamatan dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku apakah dua kisah ini dapat engkau jadikan sebagai pelajaran? Apakah engkau akan mengikuti jejak orang shalih ataukah engkau menjadikan wanita-wanita fasik dan durhaka sebagai tauladan? Kematian bagaimanakah yang engkau pilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dicantumkan dalam Majalah al-Yamamah edisi 1557 tanggal 14 Shafar 1320 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3107412074605282124?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3107412074605282124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/aroma-kasturi-keluar-dari-hidung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3107412074605282124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3107412074605282124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/aroma-kasturi-keluar-dari-hidung.html' title='Aroma Kasturi Keluar Dari Hidung Jenazah Wanita Saat Dimandikan'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-324218337602217905</id><published>2011-04-05T08:15:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T08:28:55.246-07:00</updated><title type='text'>My LDF is My Big Family</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah cerita tentang sebuah keluarga. Keluarga yang didalamnya ada kebersamaan. Kebersamaan yg bukan sekedar bertemunya raga, tetapi menyatunya jiwa. Kebersamaan yang menggugah asa dan cita. Kebersamaan yang menggelorakan rasa dan cinta. Kebersamaan yang membuat orang terpana, terpesona karna betapapun sulitnya "perjalanan" mereka, mereka masih sanggup melayangkan senyuman yang menggugah jiwa. Bukan senyum kepahitan. Tapi, senyuman ketika melihat "benih-benih yang mereka tanam mulai tumbuh secara perlahan. "Benih" yang mungkin saja tidak bisa mereka nikmati buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di keluarga ini semuanya berawal. Ada canda dan tawa. Ada tangis dan duka. Ada marah dan kecewa. Ada jutaan hinaan dan cerca. Tapi, keluarga ini memang harus terus tersenyum agar orang lain bisa tetap tersenyum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di keluarga ini ada yang datang dan ada juga yang pergi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Not Finished Yet......Karena kisahnya baru akan dimulai....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-324218337602217905?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/324218337602217905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/my-ldf-is-my-big-family.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/324218337602217905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/324218337602217905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/my-ldf-is-my-big-family.html' title='My LDF is My Big Family'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-5310744469479727275</id><published>2011-04-03T05:52:00.000-07:00</published><updated>2011-04-03T06:06:06.341-07:00</updated><title type='text'>Tariq bin Ziyad : Mengukir Karang dengan Namanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-2a4SlCsXDFE/TZhwmT1lc-I/AAAAAAAAAFw/xT9gac6SS_Q/s1600/tariq-bin-ziyad-for-burning-the-boats-azhar-abbas.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2a4SlCsXDFE/TZhwmT1lc-I/AAAAAAAAAFw/xT9gac6SS_Q/s320/tariq-bin-ziyad-for-burning-the-boats-azhar-abbas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591342740842836962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mendung   hitam   menggelayut  di  atas  bumi  Spanyol.  Eropa  sedang dikangkangi  oleh  penjajah,  Raja  Gotik  yang  kejam.  Wanita merasaterancam  kesuciannya,  petani  dikenakan pajak tanah yang tinggi, danbanyak lagi penindasan yang tak berperikemanausiaan. Raja  dan  anteknya  bersukaria dalam kemewahan sedang rakyat merintih dalam  kesengsaraan. Sebagian besar penduduk yang beragama Kristen danYahudi,  mengungsi  ke Afrika, berharap mendapat ketenangan yang lebih menjanjikan. Dan saat itu Afrika, adalah sebuah daerah yang makmur dan mempunyai  toleransi  yang  tinggi  karena  berada  di  bawah  naungan pemerintahan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu  dari  jutaan  pengungsi  itu  adalah Julian, Gubernur Ceuta yang putrinya  Florinda  telah  dinodai Roderick, raja bangsa Gotik. Mereka memohon  pada  Musa  bin  Nusair,  raja  muda  Islam  di  Afrika untuk memerdekakan negeri mereka dari penindasan raja yang lalim itu.Setelah  mendapat  persetujuan Khalifah, Musa melakukan pengintaian kepantai  selatan  Spanyol. Bulan Mei tahun 711 Masehi, Tariq bin Ziyad, budak Barbar yang juga mantan pembantu Musa bin Nusair memimpin 12.000 anggota  pasukan  muslim  menyeberangi selat antara Afrika dan daratan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  kapal-kapal  yang  berisi  pasukannya mendarat di Eropa, Tariq mengumpulkan  mereka  di  atas sebuah bukit karang, yang dinamai Jabal Tariq  (karang Tariq) yang sekarang terkenal dengan nama Jabraltar/Gibraltar. Diatas bukit karang itu Thariq memerintahkan pembakaran kapal-kapal yang telah menyeberangkan mereka.Tentu  saja  perintah  ini membuat prajuritnya keheranan. "Kenapa Anda lakukan ini?" tanya mereka. "Bagaimana kita kembali nanti?" tanya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  Tariq  tetap pada pendiriannya. Dengan gagah berani ia berseru,"Kita  datang  ke  sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya pilihan, menaklukkan negeri ini dan menetap di sini, atau kita semua syahid." Keberanian  dan  perkataannya yang luar biasa menggugah Iqbal, seorang penyair   Persia,  untuk  menggubahnya  dalam  sebuah  syair  berjudul "Piyam-i Mashriq": "Tatkala  Tariq membakar kapal-kapalnya di pantai Andalusia (Spanyol), Prajurit-prajurit  mengatakan,  tindakannya tidak bijaksana. Bagaimana bisa  mereka  kembali  ke  negeri Asal, dan perusakan peralatan adalah bertentangan  dengan hukum Islam. Mendengar itu semua, Tariq menghunus pedangnya,  dan  menyatakan bahwa setiap negeri kepunyaan Allah adalah kampung halaman kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata  Tariq  itu  bagaikan  cambuk yang melecut semangat prajurit muslim  yang  dipimpinnya.  Bala  tentara muslim yang berjumlah 12.000orang  maju  melawan  tentara  Gotik yang berkekuatan 100.000 tentara. Pasukan   Kristen   jauh   lebih   unggul  baik  dalam  jumlah  maupun persenjataan.  Namun  semua  itu  tak mengecutkan hati pasukan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  19  Juli tahun 711 Masehi, pasukan Islam dan Nasrani bertemu, keduanya  berperang  di  dekat  muara sungai Barbate. Pada pertempuran ini,  Tariq  dan pasukannya berhasil melumpuhkan pasukan Gotik, hingga Raja  Roderick  tenggelam  di  sungai  itu. Kemenangan Tariq yang luar biasa  ini,  menjatuhkan semangat orang-orang Spanyol dan semenjak itu mereka  tidak  berani  lagi  menghadapi  tentara Islam secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tariq  membagi  pasukannya  menjadi  empat  kelompok, dan menyebarkan mereka  ke Kordoba, Malaga, dan Granada. Sedangkan dia sendiri bersama pasukan  utamanya  menuju  ke Toledo, ibukota Spanyol. Semua kota-kota itu  menyerah tanpa perlawanan berarti. Kecepatan gerak dan kehebatan pasukan  Tariq  berhasil melumpuhkan orang-orang Gotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Spanyol yang   sekian   lama   tertekan   akibat   penjajahan bangsa  Gotik, mengelu-elukan  orang-orang  Islam.  Selain  itu, perilaku  Tariq dan orang-orang   Islam   begitu  mulia  sehingga mereka  disayangi  oleh bangsa-bangsa  yang ditaklukkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pertempuran paling seru terjadi  di  Ecija,  yang membawa kemenangan bagi pasukan Tariq. Dalam pertempuran  ini,  Musa bin Nusair, atasannya, sang raja muda Islam di Afrika  ikut  bergabung dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya,  kedua  jenderal itu bergerak  maju  terus berdampingan dan dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun   seluruh  dataran  Spanyoljatuh  ke  tangan  Islam.  Portugis ditaklukkan  pula  beberapa tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan perjuangan utama  yang  terakhir  dan  paling sensasional bagi bangsa Arab itu," tulis Phillip K.Hitti, "dan membawa masuknya wilayah Eropa yang paling luas  yang  belum  pernah mereka peroleh sebelumnya ke dalam kekuasaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan pelaksanaan dan kesempurnaan keberhasilan operasi ke Spanyol   ini  telah  mendapat tempat  yang  unik  di  dalam  sejarah peperangan  abad  pertengahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penaklukkan  Spanyol oleh orang-orang Islam  mendorong timbulnya revolusi sosial di mana kebebasan beragama benar-benar  diakui. Ketidaktoleranan  dan  penganiayaan  yang  biasa dilakukan orang-orang Kristen, digantikan oleh toleransi yang tinggi dan kebaikan  hati yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu,  sehingga  jika tentara  Islam  yang  melakukan  kekerasan akan dikenakan hukuman berat. Tidak ada harta benda atau tanah milik rakyat yang  disita. Orang-orang Islam memperkenalkan sistem perpajakan yang sangat  jitu yang  dengan cepat membawa kemakmuran di semenanjung itu dan menjadikan negeri teladan di Barat. Orang-orang Kristen dibiarkan memiliki  hakim sendiri untuk memutuskan perkara-perkara mereka. Semua komunitas   mendapat   kesempatan  yang  sama  dalam  pelayanan  umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan  Islam  yang  baik  dan  bijaksana  ini membawa efek luar biasa.  Orang-orang  Kristen  termasuk  pendeta-pendetanya  yang  pada mulanya  meninggalkan  rumah  mereka  dalam keadaan ketakutan, kembali pulang  dan  menjalani  hidup yang bahagia dan makmur. Seorang penulis Kristen   terkenal  menulis:  "Muslim-muslim  Arab  itu  mengorganisir kerajaan  Kordoba  yang baik adalah sebuah keajaiban Abad Pertengahan,mereka  mengenalkan obor pengetahuan dan peradaban, kecemerlangan dan keistimewaan  kepada  dunia  Barat.  Dan  saat  itu Eropa sedang dalam kondisi  percekcokan  dan  kebodohan  yang  biadab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tariq  bermaksud menaklukkan   seluruh   Eropa,   tapi  Allah menentukan  lain.  Saat merencanakan  penyerbuan  ke  Eropa,  datang panggilan dari Khalifah untuk  pergi  ke Damaskus. Dengan disiplin dan kepatuhan tinggi, Tariq memenuhi  panggilan  Khalifah  dan berusaha tiba  seawal  mungkin di Damaskus.  Tak  lama  kemudian, Tariq  wafat di  sana. Budak Barbar, penakluk  Spanyol, wilayah Islam terbesar di Eropa yang selama delapan abad di bawah kekuasaan Islam telah memenuhi panggilan Rabbnya. Semoga Allah merahmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tamat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-5310744469479727275?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/5310744469479727275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/tariq-bin-ziyad-mengukir-karang-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5310744469479727275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5310744469479727275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/tariq-bin-ziyad-mengukir-karang-dengan.html' title='Tariq bin Ziyad : Mengukir Karang dengan Namanya'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2a4SlCsXDFE/TZhwmT1lc-I/AAAAAAAAAFw/xT9gac6SS_Q/s72-c/tariq-bin-ziyad-for-burning-the-boats-azhar-abbas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-817989714549331660</id><published>2011-04-03T03:08:00.000-07:00</published><updated>2011-04-03T03:20:28.461-07:00</updated><title type='text'>Aku Ingin Berjuang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-4BLAIzKYx6o/TZhJ4re7-vI/AAAAAAAAAFo/gd4PdG4UPrA/s1600/berjuang-ke-sekolah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-4BLAIzKYx6o/TZhJ4re7-vI/AAAAAAAAAFo/gd4PdG4UPrA/s320/berjuang-ke-sekolah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591300175474457330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pemuda belia dari kabilah Aslam sedang termenung sendirian agaknya dia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang membebani hatinya. Pemuda itu bertubuh kuat, gagah, penuh gairah untuk menghadapi masa depan yang penuh berbagai tantangan. Badanya tegap dan kuat, sanggup untuk dihadapkan pada perjuangan seperti yang sedang dilakukan oleh yang lain, jihad fisabilillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah jalan yang lebih afdol dan lebih mulia dari jihad fisabilillah..? Rasa-rasanya tak ada. Sebab itulah satu-satunya jalan jika memang benar-benar telah menjadi tujuan dan niat suci untuk mencari restu dn ridho Allah SWT. "Demi Allah, inilah satu kesempatan yang sangat baik", kata hati pemuda itu. Yah,.....sebab disana, serombongan kaum muslimin sedang bersiap menuju juang jihad fisabilillah. Sebagian sudah berangkat, sebagian lagi baru datang, dan akan segera berangkat. Semuanya menampakan wajah yang senang, pasrah, dan tenang dengan satu iman yang mendalam. Wajah-wajah mereka membayangkan suatu keyakinan penuh, bahwa sebelum ajal berpantang mati. Maut akan menimpa diman pun kita berada. yakin bahwa umur itu satu. Kapan kan sampai batasnya, hanya Allah yang maha tahu. Bagaimana sebab dan kejadianya, takdir Allah lah yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maut, adalah sesuatu yang tak dapat dihindari manusia. Dia pasti datang menjemput manusia. Entah disaat manusia sedang duduk, diam di rumah, atau mungkin berada dalam perlindungan benteng yang kokoh, mungkin pula sedang bersembunyi ditempat persembunyiannya, di gua yang gelap, di jalan raya yang ramai, ataukah di medan peperangan. Bahkan bukan mustahil maut akan menjemput kala manusia sedang tidur, di atas temapt tidurnya. Semua itu hanya Allah lah yang berkuasa, dan berkehendak atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu kedatangan maut memang masa-masa yang paling mendebarkan jiwa. Betapa tidak? Hanya sendirilah yang dapat dibawa menghadap penguasa yang Esa kelak. Medan juang fisabillah tersedia bagi mereka yang kuat. Penuh keberanian dan keikhlasan mencari ridho Allah semata. Mereka yang berjiwa suci ditengah-tengah tubuh yang perkasa. Angan-angan ikhlas yang disertai hati yang bersih. Memang, saat itu keberanian telah menjiwai setiap kalbu kaum muslimin. Panggilan dan dengungan untuk jihad fisabilillah merupakan angan-angan dan tujuan harapan mereka. Mereka yakin, dibalik hiruk-pikuknya peperangan Allah telah menjanjikan imbalan yang setimpal baginya. Selain dengan itu dia dapat membersihkan jiwanya dari berbagi noda. Baik itu berupa noda-noda aqidah, niat-niat jahat, berbagi dosa perbuatan ataupun kekotoran muamalah yang lain. Pengorbanan mereka yang mulia itu menunjukan kepribadian yang baik dan luhur. Semua sesuai dengan ajaran agama yang murni. Pantas menjadi contoh dan teladan, bahkan sebagai mercu suar yang menerangi dunia dan isi alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah renungan hati pemuda Aslam yang gagah itu. Sepenuh hati dia berkata seolah kepada diri sendiri. "Harus ! harus dan mesti aku berbut sesuatu. Jangan kemiskinan dan kefakiran ini menjadi hamabtan dan penghalang mencapai tujuanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantap, penuh keyakinan dan semangat yang tinggi pemuda tersebut ini menggabungkan diri dengan pasukan kaum muslimin. Usia pemuda itu memang masih belia, namun cara berfikir dan jiwanya cukup matang, kemauanya keras, ketangksan dan kelincahan menjadi jaminan kegesitanya di medan juang. Namun mengapa pemuda yang begitu bersemangat itu tak dapat ikut serta dalam barisan pejuan? Seababnya hanya satu. Dia tidak mempunyai bekal dan senjata apa-apa yang dapat dipakainya untuk berperang karena kemiskinan dan kefakiranya. Sebab pikirnya, tidak mungkin untuk terjuan ke medan perjuangan tanpa senjata apapun. Tanpa senjata dia tidak mampu melakukan apapun. Bahkan dia tidak akan berfungsi apa-apa. Mungkin untuk menyelamatkan diri saja, dia tidak mampu. Inilah yang menjadikan pemuda itu berfikir panjang lebar. Otaknya bekerja keras agar hasratnya yang besar berjuang dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tidak juga dicapainya pemecahan, dia pergi menghadap Rasulullah SAW. Diceritakan semua keadaan dan penderitaan serta keinginannya yang besar. Dia memang miskin, fakir dan menderita, namun dia tidk mengharapkan apa-apa dari keikutsertaanya berjaung. Dikatakanya kepada Rasulullah SAW, bahwa dia tidak meminta berbagai pendekatan duniawi kepada Rasulullah; Dia hanya menginginkan bagaimana caranya agar dia dapat masuk barisan pejuang fisabilillah. Mendengar hal demikian, Rasulullah bertanya, setelah dengan cermat meneliti dan memandang pemuda tersebut: "Hai pemuda, sebenarnya apa yang engkau katakan itu dan apa pula yang engkau harapkan?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin berjuang, ya Rasulullah!" jawab pemuda itu. "Lalu apa yang menghalangimu untuk melakukan itu", tanya Rasulullah SAW kemudian. "Saya tidk mempunyai perbekalan apa-apa untuk persiapan perjaungan itu ya Rasulullah", jawab pemuda tersebut terus terang. Alangkah tercengangnya Rasulullah mendengar jawaban itu. Cermat diawasinya wajah pemuda tersebut. Wajah yang berseri-seri, tanpa ragu dan penuh keberanian menghadap maut, sementara disana banyak kaum munafikin yang hatinya takut dan gentar apabila terdengar panggilan seruan untuk berjaung jihad fisabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah! jauh benar perbedaan pemuda itu dengan para munafiqin di sana. Kaum munafiqin yang dihinggapi rasa rendah diri, selalu mementingkan diri-sendiri. Mereka tidak suka dan tidak mau memikul beban dan tanggung jawab demi kebenaran yang hakiki. Kaum yang tidak senang hidup dalam alam kedamaian dan ketentraman dlam ajaran agama yang benar. Mereka lebih suka berada dalam hidup dan suasana kegelapan dan kekalutan. Ibarat kuman-kuman kotor, yang hidupnya hanya untuk mengacau dan menghancurkan apa saja. Celakalah mereka yang besar dan tegap badan serta tubuhnya namun licik dan kerdil pikiran serta hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaanlah bagimu yang tepat hai pemuda! semogalah Allah banyak menciptakan manusia-manusia sepertimu. Yang dapat menjadi generasi penerusmu. Yang akan menjunjung tinggi kemulyaan Islam, budi pekerti yang mulia menuju alam yang bahagia sejahtera lahir batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, kaum muslimin sangat memrlukan jiwa yang demikian. Jiwa yang besar penuh keyakinan, dan juga keberanian yang mantap. Sepantasnya pemuda seperti dari kabilah Aslam itu mendapat segala keperluan serta keinginanya untuk melaksanakan hasrat cita-cita keinginan itu. Rasulullah SAW akhirnya berkata kepada pemuda Aslam tersebut: "Pergilah engkau kepada si Fulan! Dia yang sebenarnya sudah siap lengkap dengan perlatan berperang tapi tidak jadi berangkat karena sakit. Nah pergilah kepadanya dan mintalah perlengkapan yang ada padanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun bergegas menemui orang yang ditunjukan Rasulullah SAW tadi. Katanya kepada si Fulan: "Rasulullah SAW menyampaikan salam padamu juga pesan. Beliau berpesan agar perlengkapan perang yang engkau miliki yang tidak jadi engkau pakai pergi berperang agar diserahkan kepadaku." Orang yang tidak jadi berperang itu penuh hormat menjalankan perintah Rasulullah SAW sambil mengucapkan: "Selamat datang wahai utusan Rasulullah! Saya hormati dan taati segala perintah Rasulullah SAW."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera dia menyuruh istrinya untuk mengambil pakaian dan peralatan perang yang tidak jadi dipakainya. Diserahkan semua itu pada pemuda kabilah Aslam. Sambil mengucapkan terima kasih pemuda tersebut menerima perlengkapan itu. Sebelum dia berangkat dan meninggalkan rumah itu, pemuda tersebut sempat berucap: "Terima kasih sebesar-besarnya. Anda telah menghilangkan seluruh duka dan keputusasaanku. Bagimu pahala Allah yang besar tiada taranya. Terima kasih.........Terima kasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda suku Aslam itu kemudian keluar dengan riang. Wajahnya bersinar gembira. Dengan berlari-lari dia meningalkan rumah orang yang tidak jadi berperang itu. Di tengah jalan pemuda tersebut bertemu dengan salah satu temanya yang keheranan dan bengong. Tanyanya: "Hai, hendak kemana engkau?", "Aku akan menuju janntul firdaus yang selebar langit dan bumi", jawab pemuda itu dengan singkat dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-817989714549331660?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/817989714549331660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/aku-ingin-berjuang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/817989714549331660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/817989714549331660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/04/aku-ingin-berjuang.html' title='Aku Ingin Berjuang'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-4BLAIzKYx6o/TZhJ4re7-vI/AAAAAAAAAFo/gd4PdG4UPrA/s72-c/berjuang-ke-sekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-4827946275996086618</id><published>2011-03-27T06:17:00.000-07:00</published><updated>2011-03-27T06:36:19.109-07:00</updated><title type='text'>Blog-ku Sayang Blog-ku Malang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-PgirNNDJ7ok/TY88ccyOmwI/AAAAAAAAAFg/ye6YWTu1XPA/s1600/depression.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 251px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-PgirNNDJ7ok/TY88ccyOmwI/AAAAAAAAAFg/ye6YWTu1XPA/s320/depression.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588752122050943746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekian lama...&lt;/span&gt;( lirik sebuah lagu. Sorry nggak apal liriknya...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik lagu diatas kayaknya cocok banget buat gambarin keadaan blog-ku yang satu ini. Maklum...Blog yang ane pelihara ( pelihara ??? Binatang kali ya...)bukan cuma satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...Beginilah keadaan blog ku yang satu ini agak sedikit terabaikan. Banyaknya kegiatan membuat ane harus menentukan pilihan. Meneruskan nafas perjuangan blog ini atau membiarkannya tergeletak tanpa sentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalau dipikir-pikir, sebenarnya bukan karena kesibukan perkuliahan maupun kegiatan organisasi. Namun, mungkin lebih tepatnya males ngurusin blog yang satu ini. Paling klu update blog cuma blog yang satu lagi ( &lt;a href="http://adiib-han.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Download Ebook&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ). Mungkin karna blog yang satu lagi itu lebih banyak dikunjungin orang, jadinya lebih bergairah buat update itu blog ketimbang blog yang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan buat selanjutnya ane nggak nelantarin blog ini lagi. Bisa-bisa blog ini nuntut ke pihak yang berwenang ( Yang berwenang siapa ya ??? ) karna nggak pernah diperhatiin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-4827946275996086618?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/4827946275996086618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/03/blog-ku-sayang-blog-ku-malang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4827946275996086618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4827946275996086618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/03/blog-ku-sayang-blog-ku-malang.html' title='Blog-ku Sayang Blog-ku Malang'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PgirNNDJ7ok/TY88ccyOmwI/AAAAAAAAAFg/ye6YWTu1XPA/s72-c/depression.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-8920804134826196400</id><published>2011-01-23T05:33:00.000-08:00</published><updated>2011-01-23T05:33:00.282-08:00</updated><title type='text'>Ketika Mas Gagah Pergi Bagian 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Eh kapan kamu main ke rumahku? Mama udah kangen tuh! Aku ingin kita tetap dekat Gita…mesti kita mempunyai pandangan yang berbeda, " ujar Tika tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tik, aku kehilangan kamu. Aku juga kehilangan Mas Gagah…" kataku jujur. "Selama ini aku pura-pura cuek tak peduli. Aku sedih…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tika menepuk pundakku. Jilbab putihnya bergerak ditiup angin." Aku senang kamu mau membicarakan hal ini denganku. Nginap di rumah, yuk, biar kita bisa cerita banyak. Sekalian kukenalkan dengan Mbak Ana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak Ana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepupuku yang kuliah di Amerika! Lucu deh, pulang dari Amerika malah pakai jilbab. Ajaib. Itulah hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidayah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nginap ya. Kita ngobrol sampai malam dengan Mbak Ana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalaamualaikum, Mas ikhwan.. eh Mas Gagah!" tegurku ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Eh adik Mas Gagah! Dari mana aja? Bubar sekolah bukannya langsung pulang!" Kata Mas Gagah pura-pura marah, usai menjawab salamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari rumah Tika, teman sekolah, "jawabku pendek. "Lagi ngapain, Mas?"tanyaku sambil mengitari kamarnya. Kuamati beberapa poster, kaligrafi, gambar-gambar pejuang Palestina, Kashmir dan Bosnia. Puisi-puisi sufistik yang tertempel rapi di dinding kamar. Lalu dua rak koleksi buku keislaman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuma lagi baca!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tumben kamu pingin tahu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunjukkin dong, Mas…buku apa sih?"desakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eiit…eiitt Mas Gagah berusaha menyembunyikan bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugelitik kakinya. Dia tertawa dan menyerah. "Nih!"serunya memperlihatkan buku yang tengah dibacanya dengan wajah yang setengah memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naah yaaaa!"aku tertawa. Mas Gagah juga. Akhirnya kami bersama-sama membaca buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memilih Jodoh dan Tata Cara Meminang dalam Islam" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaas…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa Dik Manis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita akhwat bukan sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita akhwat atau bukan ? Ayo jawab…" tanyaku manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tertawa. Sore itu dengan sabar dan panjang lebar, ia berbicara padaku. Tentang Allah, Rasulullah. Tentang ajaran Islam yang diabaikan dan tak dipahami umatnya. Tentang kaum Muslimin di dunia yang selalu menjadi sasaran fitnah serta pembantaian dan tentang hal-hal-lainnya. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku kembali menemukan Mas Gagahku yang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah dengan semangat terus bicara. Terkadang ia tersenyum, sesaat sambil menitikan air mata. Hal yang tak pernah kulihat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas kok nangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas sedih karena Allah, Rasul dan Islam kini sering dianggap remeh. Sedih karena umat banyak meninggalkan Quran dan sunnah, juga berpecah belah. Sedih karena saat Mas bersenang-senang dan bisa beribadah dengan tenang, saudara-saudara seiman di belahan bumi lainnya sedang digorok lehernya, mengais-ngais makanan di jalan dan tidur beratap langit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kami terdiam. Ah Mas Gagah yang gagah dan tegar ini ternyata sangat perasa. Sangat peduli…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok tumben Gita mau dengerin Mas ngomong?" Tanya Mas Gagah tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita capek marahan sama Mas Gagah!" ujarku sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya Gita ngerti yang Mas katakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenang aja. Gita ngerti kok!" kataku jujur. Ya, Mbak Ana juga pernah menerangkan demikian. Aku ngerti deh meskipun tidak begitu mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku tidur ditemani buku-buku milik Mas Gagah. Kayaknya aku dapat hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu. Aku dan Mas Gagah mulai dekat lagi seperti dulu. Meski aktifitas yang kami lakukan bersama kini berbeda dengan yang dulu. Kini tiap Minggu kami ke Sunda Kelapa atau Wali Songo, mendengarkan ceramah umum, atau ke tempat-tempat di mana tablig akbar digelar. Kadang cuma aku dan Mas Gagah. Kadang-kadang, bila sedikit terpaksa, Mama dan&lt;br /&gt;Papa juga ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa nggak bosan, Pa…tiap Minggu rutin mengunjungi relasi ini itu. Kebutuhan rohaninya kapan?" tegurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya Papa hanya mencubit pipiku sambil menyahut, "Iya deh, iya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga Mas Gagah mengajakku ke acara pernikahan temannya. Aku sempat bingung, soalnya pengantinnya nggak bersanding tetapi terpisah. Tempat acaranya juga begitu. Dipisah antara lelaki dan perempuan. Terus bersama souvenir, para tamu juga diberi risalah nikah. Di sana ada dalil-dalil mengapa walimah mereka dilaksanakan seperti itu. Dalam perjalanan pulang, baru Mas Gagah memberi tahu bagaimana hakikat acara pernikahan dalam Islam. Acara itu tidak boleh menjadi ajang kemaksiatan dan kemubaziran. Harus Islami dan semacamnya. Ia juga mewanti-wanti agar aku tidak mengulangi ulah mengintip tempat cowok dari tempat cewek.&lt;br /&gt;Aku nyengir kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Mas Gagah mulai senang pergi denganku, soalnya aku mulai bisa diatur. Pakai baju yang sopan, pakai rok panjang, ketawa nggak cekakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyoba pakai jilbab. Git!" pinta Mas Gagah suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, rambut Gita kan udah nggak trondol. Lagian belum mau deh jreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tersenyum. "Gita lebih anggun jika pakai jilbab dan lebih dicintai Allah kayak Mama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah beberapa hari ini Mama berjilbab, gara-garanya dinasihati terus sama Mas Gagah, dibeliin buku-buku tentang wanita, juga dikomporin oleh teman-teman pengajian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita mau tapi nggak sekarang," kataku. Aku memikirkan bagaimana dengan seabreg aktivitasku, prospek masa depan dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bukan halangan." Ujar Mas Gagah seolah mengerti jalan pikiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggelengkan kepala. Heran, Mama yang wanita karier itu cepat sekali terpengaruh dengan Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini hidayah, Gita." Kata Mama. Papa yang duduk di samping beliau senyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidayah? Perasaan Gita duluan yang dapat hidayah, baru Mama. Gita pakai rok aja udah hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho! " Mas Gagah bengong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kebanggaan kutatap lekat wajah Mas Gagah. Gimana nggak bangga? Dalam acara studi tentang Islam yang diadakan FTUI untuk umum ini, Mas Gagah menjadi salah satu pembicaranya. Aku yang berada di antara ratusan peserta rasanya ingin berteriak, "Hei itu kan Mas Gagah-ku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tampil tenang. Gaya penyampaiannya bagus, materi yang dibawakannya menarik dan retorikanya luar biasa. Semua hening mendengar ia bicara. Aku juga. Mas Gagah fasih mengeluarkan ayat-ayat Quran dan hadits. Menjawab semua pertanyaan dengan baik dan tuntas. Aku sempat bingung, "Lho Mas Gagah kok bisa sih?" Bahkan materi yang disampaikannya jauh lebih bagus daripada yang dibawakan oleh kyai-kyai kondang atau ustadz tenar yang biasa kudengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Mas Gagah berbicara tentang Muslimah masa kini dan tantangannya dalam era globalisasi. "Betapa Islam yang jelas-jelas mengangkat harkat dan martabat wanita, dituduh mengekang wanita hanya karena mensyariatkan jilbab. Jilbab sebagai busana takwa, sebagai identitas Muslimah, diragukan bahkan oleh para muslimah kita, oleh orang Islam itu sendiri, " kata Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah terus bicara. Kini tiap katanya kucatat di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lusa ulang tahunku. Dan hari ini sepulang sekolah, aku mampir ke rumah Tika. Minta diajarkan cara memakai jilbab yang rapi. Tuh anak sempat histeris juga. Mbak Ana senang dan berulang kali mengucap hamdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau kasih kejutan kepada Mas Gagah. Mama bisa dikompakin. Nanti sore aku akan mengejutkan Mas Gagah. Aku akan datang ke kamarnya memakai jilbab putihku. Kemudian mengajaknya jalan-jalan untuk persiapkan tasyakuran ulang tahun ketujuh belasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan ia akan terkejut gembira. Memelukku. Apalagi aku ingin Mas Gagah yang memberi ceramah pada acara syukuran yang insya Allah akan mengundang teman-teman dan anak-anak yatim piatu dekat rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas ikhwan! Mas Gagah! Maasss! Assalaamualaikum! Kuketuk pintu Mas Gagah dengan riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah belum pulang. "&lt;br /&gt;kata Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaaaaa, kemana sih, Ma??" keluhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan diundang ceramah di Bogor. Katanya langsung berangkat dari kampus…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan nginep, Ma. Biasanya malam Minggu kan suka nginep di rumah temannya, atau di Mesjid. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah nggak. Kan Mas Gagah ingat ada janji sama Gita hari ini." Hibur Mama menepis gelisahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Entah mengapa aku kangen sekali sama Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, jilbab Gita mencong-mencong tuh!" Mama tertawa.&lt;br /&gt;Tanganku sibuk merapikan jilbab yang kupakai. Tersenyum pada Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lepas Isya' Mas Gagah belum pulang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin dalam perjalanan. Bogor kan lumayan jauh.." hibur Mama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi detik demi detik menit demi menit berlalu sampai jam sepuluh malam, Mas Gagah belum pulang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nginap barangkali, Ma." Duga Papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama menggeleng. "Kalau mau nginap Gagah selalu bilang, Pa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela napas panjang. Menguap. Ngantuk. Jilbab putih itu belum juga kulepaskan. Aku berharap Mas Gagah segera pulang dan melihatku memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kriiiinggg!" telpon berdering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa mengangkat telpon,"Hallo. Ya betul. Apa? Gagah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Pa." Tanya Mama cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gagah…kecelakaan…Rumah Sakit Islam…" suara Papa lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagaaaaahhhh!!!" Air mataku tumpah. Tubuhku lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kami sudah dalam perjalanan menuju Cempaka Putih. Aku dan Mama menangis berangkulan. Jilbab kami basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luar kamar kaca, kulihat tubuh Mas Gagah terbaring lemah. Kaki, tangan dan kepalanya penuh perban. Informasi yang kudengar sebuah truk menghantam mobil yang dikendarai Mas Gagah. Dua teman Mas Gagah tewas seketika sedang Mas Gagah kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter melarang kami masuk ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tetapi saya Gita adiknya, Dok! Mas Gagah pasti mau melihat saya pakai jilbab ini." Kataku emosi pada dokter dan suster di depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama dengan lebih tenang merangkulku. "Sabar sayang, sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pojok ruangan Papa dengan serius berbicara dengan dokter yang khusus menangani Mas Gagah. Wajah mereka suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suster, Mas Gagah akan hidup terus kan, suster ? Dokter ? Ma ?" tanyaku. "Papa, Mas Gagah bisa ceramah pada acara syukuran Gita kan ?" Air mataku terus mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak ada yang menjawab pertanyaanku kecuali kebisuan dinding-dinding putih rumah sakit. Dan dari kaca kamar, tubuh yang biasanya gagah dan enerjik itu bahkan tak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah, sembuh ya, Mas…Mas..Gagah, Gita udah menjadi adik Mas yang manis. Mas..Gagah…" bisikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga jam kemudian kami masih berada di rumah sakit. Sekitar ruang ICU kini telah sepi. Tinggal kami dan seorang bapak paruh baya yang menunggui anaknya yang juga dalam kondisi kritis. Aku berdoa dan terus berdoa. Ya Allah, selamatkan Mas Gagah…Gita, Mama, Papa butuh Mas Gagah…umat juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama Dokter Joko yang menangani Mas Gagah menghampiri kami. "Ia sudah sadar dan memanggil nama Papa, Mama dan Gi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita…" suaraku serak menahan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergunakan waktu yang ada untuk mendampinginya sesuai permintaannya. Sukar baginya untuk bertahan. Maafkan saya…lukanya terlalu parah." Perkataan terakhir dokter Joko mengguncang perasaan, menghempaskan harapanku!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas…ini Gita Mas.." sapaku berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Mas Gagah bergerak sedikit. Bibirnya seolah ingin mengucapkan sesuatu.&lt;br /&gt;Kudekatkan wajahku kepadanya. "Gita sudah pakai jilbab, kataku lirih. Ujung jilbabku yang basah kusentuhkan pada tangannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Mas Gagah bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dzikir…Mas." Suaraku bergetar. Kupandang lekat-lekat tubuh Mas Gagah yang separuhnya memakai perban. Wajah itu begitu tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gi..ta…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar suara Mas Gagah! Ya Allah, pelan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita di sini, Mas…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan kelopak matanya terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tersenyum."Gita…udah pakai…jilbab…" kutahan isakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandangku lembut Mas Gagah tersenyum. Bibirnya seolah mengucapkan sesuatu seperti hamdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan ngomong apa-apa dulu, Mas…" ujarku pelan ketika kulihat ia berusaha lagi untuk mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama dan Papa memberi isyarat untuk gantian. Ruang ICU memang tidak bisa dimasuki beramai-ramai. Dengan sedih aku keluar. Ya Allah…sesaat kulihat Mas Gagah tersenyum. Tulus sekali. Tak lama aku bisa menemui Mas Gagah lagi. Dokter mengatakan tampaknya Mas Gagah menginginkan kami semua berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kian lama kurasakan tubuh Mas gagah semakin pucat, tetapi sebentar-sebentar masih tampak bergerak. Tampaknya ia masih bisa mendengar apa yang kami katakan, meski hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan isyarat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuusap setitik lagi air mata yang jatuh. "Sebut nama Allah banyak-banyak…Mas," kataku sambil menggenggam tangannya. Aku sudah pasrah pada Allah. Aku sangat menginginkan Mas Gagah terus hidup, tetapi sebagai insan beriman sebagaimana yang juga diajarkan Mas Gagah, aku pasrah pada ketentuan Allah. Allah tentu tahu apa yang terbaik bagi Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laa…ilaaha…illa..llah…Muham…mad Ra..sul …Allah… suara Mas Gagah pelan, namun tak terlalu pelan untuk bisa kami dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah telah kembali kepada Allah. Tenang sekali. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Aku memeluk tubuh yang terbujur kaku dan dingin itu kuat-kuat. Mama dan Papa juga. Isak kami bersahutan walau kami rela dia pergi. Selamat jalan Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog:&lt;br /&gt;Buat ukhti manis Gita Ayu Pratiwi, Semoga memperoleh umur yang berkah,&lt;br /&gt;Dan jadilah muslimah sejati&lt;br /&gt;Agar Allah selalu besertamu.&lt;br /&gt;Sun sayang,&lt;br /&gt;Mas Ikhwan, eh Mas Gagah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca berulang kali kartu ucapan Mas Gagah. Keharuan memenuhi rongga-rongga dadaku. Gamis dan jilbab hijau muda, manis sekali. Akh, ternyata Mas Gagah telah mempersiapkan kado untuk hari ulang tahunku. Aku tersenyum miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi kamar Mas Gagah yang kini lengang. Aku rindu panggilan dik manis, aku rindu suara nasyid. Rindu diskusi-diskusi di kamar ini. Rindu suara merdu Mas Gagah melantunkan kalam Illahi yang selamanya tiada kan kudengar lagi. Hanya wajah para mujahid di dinding kamar yang menatapku. Puisi-puisi sufistik yang seolah bergema d iruangan ini.&lt;br /&gt;Setitik air mataku jatuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, Gita akhwat bukan sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, insya Allah akhwat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang bener?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, dik manis!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ikhwan itu harus ada janggutnya, ya?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok nanya gitu sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, Mas Gagah kan ada janggutnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ganteng kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uuuuu! Eh, Mas, kita kudu jihad ya?" Jihad itu apa sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya always dong, jihad itu…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetes, dua tetes air mataku kian menganak sungai. Kumatikan lampu. Kututup pintu kamarnya pelan-pelan. Selamat jalan Mas Ikhwan ! Selamat jalan Mas Gagah !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-8920804134826196400?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/8920804134826196400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/01/ketika-mas-gagah-pergi-bagian-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8920804134826196400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8920804134826196400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/01/ketika-mas-gagah-pergi-bagian-2.html' title='Ketika Mas Gagah Pergi Bagian 2'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-8689598754437556160</id><published>2011-01-22T05:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-22T05:43:23.654-08:00</updated><title type='text'>Ketika Mas Gagah Pergi Bagian 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TTre6CYX48I/AAAAAAAAAFU/gs0SOoqxYOY/s1600/Ketika%2Bmas%2Bgagah%2Bpergi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 195px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TTre6CYX48I/AAAAAAAAAFU/gs0SOoqxYOY/s320/Ketika%2Bmas%2Bgagah%2Bpergi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565005378222547906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika Mas Gagah Pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Helvy Tiana Rosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakak kamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang rumahku suka membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe kan?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?"&lt;br /&gt;Dan banyak lagi lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku Cuma mesem-mesem bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum juga punya pacar. Apa jawabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas belum minat tuh! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran…, banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! He..he..he…"Kata Mas Gagah pura-pura serius.&lt;br /&gt;Mas Gagah dalam pandanganku adalah cowok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tetapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tetapi tidak pernah meninggalkan shalat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Mas Gagah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seperti yang telah kukatakan, entah mengapa beberapa bulan belakangan ini ia berubah! Drastis! Dan aku seolah tak mengenal dirinya lagi. Aku sedih. Aku kehilangan. Mas Gagah yang kubanggakan kini entah kemana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah! Mas! Mas Gagaaaaaahhh!" teriakku kesal sambil mengetuk pintu kamar Mas Gagah keras-keras. Tak ada jawaban. Padahal kata Mama, Mas Gagah ada di kamarnya. Kulihat stiker metalik di depan pintu kamar Mas Gagah. Tulisan berbahasa Arab gundul. Tak bisa kubaca. Tetapi aku bisa membaca artinya: Jangan masuk sebelum memberi salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalaamu'alaikum!"seruku.&lt;br /&gt;Pintu kamar terbuka dan kulihat senyum lembut Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa alaikummussalaam warohmatullahi wabarokatuh. Ada apa Gita? Kok teriak-teriak seperti itu?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Matiin kasetnya!"kataku sewot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho memangnya kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita kesel bin sebel dengerin kasetnya Mas Gagah! Memangnya kita orang Arab…, masangnya kok lagu-lagu Arab gitu!" aku cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini Nasyid. Bukan sekedar nyanyian Arab tapi dzikir, Gita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bodo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kamar ini kan daerah kekuasaannya Mas. Boleh Mas melakukan hal-hal yang Mas sukai dan Mas anggap baik di kamar sendiri," kata Mas Gagah sabar. "Kemarin waktu Mas pasang di ruang tamu, Gita ngambek.., Mama bingung. Jadinya ya dipasang di kamar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kuping Gita terganggu Mas! Lagi asyik dengerin kaset Air Supply yang baru…,eh tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar Mas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas kan pasang kasetnya pelan-pelan…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya kedengaran!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, wis. Kalau begitu Mas ganti aja dengan nasyid yang bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Bagus lho!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ndak, pokoknya Gita nggak mau denger!" Aku ngeloyor pergi sambil membanting pintu kamar Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa selera musik Mas Gagah jadi begitu. Ke mana kaset-kaset Scorpion, Wham, Elton John, Queen, Eric Claptonnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, ini nggak seperti itu Gita! Dengerin Scorpion atau Eric Clapton belum tentu mendatangkan manfaat, apalagi pahala. Lainlah ya dengan nasyid senandung islami. Gita mau denger? Ambil aja di kamar. Mas punya banyak kok!" begitu kata Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oala.&lt;br /&gt;Sebenarnya perubahan Mas Gagah nggak Cuma itu. Banyak. Terlalu banyak malah! Meski aku cuma adik kecilnya yang baru kelas dua SMA, aku cukup jeli mengamati perubahan-perubahan itu. Walau bingung untuk mencernanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi kuakui Mas Gagah tambah alim. Shalat tepat waktu berjamaah di Mesjid, ngomongnya soal agama terus. Kalau aku iseng mengintip dari lubang kunci, ia pasti lagi ngaji atau membaca buku Islam. Dan kalau aku mampir ke kamarnya, ia dengan senang hati menguraikan isi buku yang dibacanya, atau malah menceramahiku. Ujung-ujungnya "Ayo dong Gita, lebih feminim. Kalau kamu mau pakai rok, Mas rela deh pecahin celengan buat beliin kamu rok atau baju panjang. Muslimah kan harus anggun. Coba adik manis, ngapain sih rambut ditrondolin begitu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh. Padahal dulu Mas Gagah oke-oke saja melihat penampilanku yang tomboy. Dia tahu aku cuma punya dua rok! Ya rok seragam sekolah itu saja! Mas Gagah juga tidak pernah keberatan kalau aku meminjam baju kaos atau kemejanya. Ia sendiri dulu selalu memanggilku Gito, bukan Gita! Eh sekarang pakai panggil adik manis segala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang nyebelin, penampilan Mas Gagah jadi aneh. Sering juga Mama menegurnya.&lt;br /&gt;"Penampilanmu kok sekarang lain Gah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain gimana Ma?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya nggak semodis dulu. Nggak dendy lagi. Biasanya kamu kan paling sibuk sama penampilan kamu yang kayak cover boy itu…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah cuma senyum. "Suka begini Ma. Bersih, rapi meski sederhana. Kelihatannya juga lebih santun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dalam pandanganku Mas Gagah kelihatan menjadi lebih kuno, dengan kemeja lengan panjang atau baju koko yang dipadu dengan celana panjang semi baggy-nya. "Jadi mirip Pak Gino." Komentarku menyamakannya dengan supir kami. "Untung aja masih lebih ganteng."&lt;br /&gt;Mas Gagah cuma tertawa. Mengacak-acak rambutku dan berlalu. Mas Gagah lebih pendiam? Itu juga kurasakan. Sekarang Mas Gagah nggak kocak seperti dulu. Kayaknya dia juga males banget ngobrol lama dan bercanda sama perempuan. Teman-temanku bertanya-tanya. Thera, peragawati sebelah rumah kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan..yang paling gawat, Mas Gagah emoh salaman sama perempuan! Kupikir apa sih maunya Mas Gagah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau jabatan tangan sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di sanggar Gita tahu?" tegurku suatu hari. "Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai orang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru karena Mas menghargai dia, makanya Mas begitu," dalihnya, lagi-lagi dengan nada yang amat sabar. "Gita lihat kan gaya orang Sunda salaman? Santun tetapi nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh, nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu…, sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah membuka sebuah buku dan menyorongkannya kepadaku."Baca!"&lt;br /&gt;Kubaca keras-keras. "Dari Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi Allah, Rasulullah Saw tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhori Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Kyai Anwar mau salaman sama Mama. Haji Kari, Haji Toto, Ustadz Ali…," kataku.&lt;br /&gt;"Bukankah Rasulullah qudwatun hasanah? Teladan terbaik?" Kata Mas Gagah sambil mengusap kepalaku. "Coba untuk mengerti ya dik manis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik manis? Coba untuk mengerti? Huh! Dan seperti biasa aku ngeloyor pergi dari kamar Mas Gagah dengan mangkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku Mas Gagah terlalu fanatik. Aku jadi khawatir, apa dia lagi nuntut ilmu putih? Ah, aku juga takut kalau dia terbawa orang-orang sok agamis tapi ngawur. Namun akhirnya aku tidak berani menduga demikian. Mas Gagah orangnya cerdas sekali. Jenius "Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau jabatan tangan sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di sanggar Gita tahu?" tegurku suatu hari. "Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai orang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru karena Mas menghargai dia, makanya Mas begitu," dalihnya, lagi-lagi dengan nada yang amat sabar. "Gita lihat kan gaya orang Sunda salaman? Santun tetapi nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh, nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu…, sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau kemana Gita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nonton sama temen-temen." Kataku sambil mengenakan sepatu."Habis Mas Gagah kalau diajak nonton sekarang kebanyakan nolaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikut Mas aja yuk!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke mana? Ke tempat yang waktu itu lagi? Ogah. Gita kayak orang bego di sana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat jelas. Beberapa waktu lalu Mas Gagah mengajak aku ke rumah temannya. Ada pengajian. Terus pernah juga aku diajak menghadiri tablig akbar di suatu tempat. Bayangin, berapa kali aku diliatin sama cewek lain yang kebanyakan berjilbab itu. Pasalnya aku ke sana dengan memakai kemeja lengan pendek, jeans belel dan ransel kumalku. Belum lagi rambut trondol yang tidak bisa disembunyiin. Sebenarnya Mas Gagah menyuruhku memakai baju panjang dan kerudung yang biasa Mama pakai ngaji. Aku nolak sambil ngancam nggak mau ikut.&lt;br /&gt;"Assalamualaikum!" terdengar suara beberapa lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah menjawab salam itu. Tak lama kulihat Mas Gagah dan teman-temannya di ruang tamu. Aku sudah hafal dengan teman-teman Mas Gagah. Masuk, lewat, nunduk-nunduk, nggak ngelirik aku…, persis kelakuannya Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lewat aja nih, Gita nggak dikenalin?"tanyaku iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu nggak ada teman Mas Gagah yang tak akrab denganku. Tapi sekarang, Mas Gagah bahkan nggak memperkenalkan mereka padaku. Padahal teman-temannya lumayan handsome.&lt;br /&gt;Mas Gagah menempelkan telunjuknya di bibir. "Ssssttt."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa aku bisa menebak kegiatan mereka. Pasti ngomongin soal-soal keislaman, diskusi, belajar baca Quran atau bahasa Arab… yaa begitu deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah, berarti kakak kamu ihkwan dong!" Seru Tika setengah histeris mendengar ceritaku. Teman akrabku ini memang sudah hampir sebulan berjilbab rapi. Memusiumkan semua jeans dan baju-baju you can see-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikhwan?' ulangku. "Makanan apaan tuh? Saudaranya bakwan atau tekwan?" Suaraku yang keras membuat beberapa makhluk di kantin sekolah melirik kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Husy, untuk laki-laki ikhwan dan untuk perempuan akhwat. Artinya saudara. Biasa dipakai untuk menyapa saudara seiman kita." Ujar Tika sambil menghirup es kelapa mudanya. "Kamu tahu Hendra atau Isa kan? Aktivis Rohis kita itu contoh ikhwan paling nyata di sekolah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manggut-manggut. Lagak Isa dan Hendra memang mirip Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah deh Git. Nggak usah bingung. Banyak baca buku Islam. Ngaji. Insya Allah kamu akan tahu menyeluruh tentang agama kita ini. Orang-orang seperti Hendra, Isa atau Mas Gagah bukanlah orang-orang yang error. Mereka hanya berusaha mengamalkan Islam dengan baik dan benar. Kitanya aja yang belum ngerti dan sering salah paham."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam. Kulihat kesungguhan di wajah bening Tika, sobat dekatku yang dulu tukang ngocol ini. Tiba-tiba di mataku ia menjelma begitu dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-8689598754437556160?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/8689598754437556160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/01/ketika-mas-gagah-pergi-bagian-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8689598754437556160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8689598754437556160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/01/ketika-mas-gagah-pergi-bagian-1.html' title='Ketika Mas Gagah Pergi Bagian 1'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TTre6CYX48I/AAAAAAAAAFU/gs0SOoqxYOY/s72-c/Ketika%2Bmas%2Bgagah%2Bpergi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3830999509476629369</id><published>2011-01-22T04:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-22T05:11:22.286-08:00</updated><title type='text'>Akhirnya Kami Lepaskan Burung Itu ke Langit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TTrXFZb9MLI/AAAAAAAAAFM/Ao_pdGZu9yI/s1600/BirdSkyAboveM-vi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TTrXFZb9MLI/AAAAAAAAAFM/Ao_pdGZu9yI/s320/BirdSkyAboveM-vi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564996777297129650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cerpen Imam Muhtarom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKHIRNYA kami lepaskan burung itu ke langit. Burung yang membuat kami sedesa berseteru sampai darah penghabisan. Kami lepaskan dengan dendangan lagu-lagu yang paling khidmat, paling menyayat. Lagu-lagu yang tidak akan pernah didendangkan kecuali pada saat-saat yang paling membuat kami sedesa merasa tengah mengalami keadaan paling menyedihkan. Kami tidak saling bertegur sapa lagi, tidak saling memanggil dengan akrab lagi. Walaupun kami bertegur sapa, dalam diri kami selalu dibebani oleh kecurigaan-kecurigaan yang membuat kami saling meneror atau diteror. Kami bahkan mengasah pedang dan menyalakan api dendam pada diri kami masing-masing seolah kami sedang dilanda sebuah permasalahan yang demikian berat, demikian tidak mungkin diselesaikan dengan akal sehat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang sedesa kami pada berdiam, menahan nafas dalam-dalam, dan selalu waspada pada setiap orang yang dijumpai. Tidak lagi perduli apakah orang tersebut tetangga, istri, suami, saudara, saudara jauh, anak, maupun cucu. Orang-orang desa kami tidak pernah berhenti untuk selalu mengumbar dendam yang mereka sendiri tidak pernah tahu asal muasalnya kecuali ketika kedatangan perempuan cantik yang tidak tahu dari mana asalnya, yang mulanya hanya minta minum dan mengatakan sedang melakukan perjalanan jauh dari ujung matahari terbit. Perempuan cantik jelita, bermata berbinar-binar seperti memiliki harapan yang jauh akan masa hidupnya jika ia mencapai matahari terbit. Bibirnya merah merona yang membuat orang-orang desa kami takjub dan mengatakan pada dirinya jikalau bibir itu berkata, "Aku akan membuat kalian penuh semangat" dan tidak seorangpun punya padanan yang sesuai dengan lekuk-liku pada gurat-gurat bibirnya yang merona. Warna buah jambu yang menjadi batas desa kami, tidak mampu menyamainya. Kadang orang-orang desa kami berusaha mengibaratkannya dengan benda-benda lain dalam pengalaman hidup mereka dalam berhari-hari lamanya tetapi merasa semua itu tidak sesuai. Lekuk-liku bibir itu terlalu dasyat untuk dibandingkan dengan buah jambu yang tidak untuk dimakan, namun oleh tetua desa kami digunakan penghias desa kami agar desa kami tampak indah, memukau, dan pernah dalam suatu pertemuan yang diikuti semua penghuni desa, sang tetua desa kami bilang bahwa warna-warni buah jambu itu akan terasa lain bila seseorang berada di atas desa langit kami. Tetua itu berkata, "Pasti orang yang dapat terbang itu langsung mengatupkan sayap-sayapnya dan dengan cekatan ingin melihat apa yang sesungguhnya terjadi di tempat itu sehingga ada warna merah menyolok dari kejauhan langit." Si tetua desa kami membayangkan orang yang terbang itu pastilah memiliki kabar yang demikian bagus, berasal dari entah dunia yang mana, sehingga dapat terbang mengelilingi kolong langit yang kami tidak bisa memikirkannya sejauh mana luas semesta tempat kami hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah orang-orang desa kami dibuat teratur oleh sang tetua desa agar menjaga pohon-pohon jambu itu, bercocok tanam dengan rajin, menyiangi jalan-jalan yang penuh rumput, mengadakan ronda malam, mengadakan pertemuan-pertemuan untuk membahas persedian makanan di musim mendatang, mengadakan pencatatan-pencatatan tentang perubahan alam, mengatur hubungan antar penghuni desa, mengadakan upacara-upacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikatakan sampai desa kami kedatangan perempuan cantik tidak ada yang perlu dikwatirkan. Seolah dalam imajinasi penduduk desa kami hidup adalah menjamin bagaimana ketentuan-ketentuan dari tetua desa tidak berantakan. Walaupun hampir selamanya belum ada seorang yang terbang kemudian mengatupkan sayapnya dan akan menjadi tamu kehormatan kami, kami percaya suatu saat sang penerbang dari tempat antah berantah pastilah datang. Ia akan membawa kabar-kabar menyenangkan, mengajari kami terbang, mengajak kami sedesa berkeliling buana sehingga kami mengetahui dengan pasti kerlip-kerlip cahaya di malam hari, bola cahaya yang menyorot di siang hari, air yang tumpah ruah pada musim hujan. Pokoknya kami akan mengetahui segala rahasia alam semesta itu dan sebagaimana yang selalu ditekankan tetua desa kami, pada saat segala rahasia diketahui, akan disusun apa sesungguhnya makna hidup kami ini. Kami tidak akan mengalami kekosongan hidup seperti yang kami idap ketika kami masih berada di belantara hutan bersama kera-kera memakan jambu, berebut daging kijang dengan harimau dan singa, selalu berpindah-pindah untuk mencari tanah yang tidak terlalu basah ketika hujan tidak pernah berhenti tumpah dari langit atau mencari tanah yang ada airnya ketika tempat yang melindungi kami dari hujan menjadi panas tidak ada henti-hentinya. Kami diombang-ambingkan tidak menentu antara apa yang sedang kami alami dan apa maksud sesungguhnya yang kami alami itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat seorang tetua kami yang selama ini menjadi panutan kami, memerintahkan kami untuk mendirikan tempat berlindung yang membuat kami tidak kehujanan pada musim hujan dan tidak membuat kami kepanasan pada saat musim kering. Kami sepakat dan kami menjalankan perintah-perintah dari tetua desa kami tanpa sangkalan. Kami merasa semua ini demi kebaikan kami. Dan memang benar, kami menjadi lebih nyaman dan bisa memikirkan apa makna hidup kami. Terlebih ketika tetua desa kami memiliki pikiran-pikiran yang dalam diri kami merupakan perkataan orang yang tahu apa yang paling baik pada hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berantakan semua itu ketika perempuan cantik berbibir dengan lekuk-liuknya yang memabukkan, matanya membuat kami membayangkan daratan luas yang indah, aroma udara yang wangi, tidak ada hujan, tidak ada panas. Walaupun kami berpikir bahwa apa yang dikatakan tetua desa adalah seorang yang dapat terbang dan datang dengan mengatupkan kedua sayapnya, kami diam-diam berharap perempuan memabukkan inilah yang akan membuat hidup kami di tengah maha rahasia hidup berakhir dan kami akan mengetahui apa yang paling tepat kami lakukan pada hidup kami masing-masing.&lt;br /&gt;Maka, bukan air saja yang diberikan pada perempuan cantik memabukkan itu, tetapi apa-apa yang dalam hidup kami dianggap mewah dan sangat jarang dilakukan diserahkan pada perempuan cantik memabukkan itu. Setiap orang di desa kami berlomba-lomba memberikan minuman yang disadap sarang lebah yang paling lezat tetapi setiap orang yang menyadap akan mati bila terkena sengat lebah. Minuman itu dicampuri sari buah durian dan disajikan dalam gelas yang terbuat dari kayu berukir paling istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu. Setiap orang akan menyembelih binatang piaraannya. Sapi untuk menarik bajak, ayam yang sesungguhnya untuk mendapatkan telurnya sehingga anak-anak desa kami berbadan sehat-sehat dengan makan telurnya, ikan-ikan dalam empang kami. Setiap rumah di desa kami membuat rumahnya menjadi lebih indah dan lebih nyaman dengan taruhan rumahnya akan dijadikan tempat tinggal perempuan cantik memabukkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang desa kami lebih baik mengalah dengan tidur di luar rumah, di bawah pohon jambu yang saat itu masa musim buah berakhir. Orang-orang desa kami berada diantara buah-buah jambu membusuk. Merelakan rongga dadanya dipenuhi rasa busuk tanpa mengindahkan anak-anak mereka yang masih kecil terserang penyakit sesak nafas. Membiarkan anak-anaknya menangis dan malah memukulnya bila terlalu mengganggu perhatian mereka apakah si perempuan cantik memabukkan tinggal di rumahnya atau tidak. Anak-anak mereka terlantar dan satu per satu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang desa kami tidak lagi melakukan upacara pengantar kematian pada anggota desanya yang mati seperti biasanya, tetapi melemparkan ke sungai seperti halnya mereka melemparkannya bangkai-bangkai ayam. Mereka tidak peduli lagi pada anak-anak yang keluar desa dan mencari makan sendiri ke dalam hutan. Mereka seolah malah senang dengan berkurangnya beban. Mereka tidak kwatir apabila anak-anak mereka dimakan serigala atau harimau seperti kekwatiran mereka dulu ketika masih hidup berpindah-pindah. Malah diantaranya menyuruh anak-anaknya mengikuti anak yang masuk hutan. Tidak berapa lama anak-anak lenyap dari desa kami. Desa kami hanya dihuni orang dewasa dengan imajinasi di kepala masing-masing dengan menemukan pencerahan dari ketaatan selama ini berlelah-lelah melakukan apa yang dititahkan tetua kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing dari orang-orang desa kami bersaing keras untuk mendapatkan perempuan berbibir memabukkan. Mereka seolah tidak mau kehilangan bayangan padang luas terbentang indah dipenuhi bau mewangi dan tidak dibingungkan rasa lapar, rasa dingin, maupun rasa panas. Seolah orang-orang desa kami telah jemu menaati peraturan demi peraturan yang tidak berujung. Mereka yang dulu sebebas kehidupan di hutan rimba dibuat tunduk oleh peraturan yang dalam benak mereka berubah menjadi sesuatu yang konyol, tidak lebih dari mainan anak-anak. Orang-orang desa kami tidak mengindahkan anjuran-anjuran, himbauan-himbauan, bahkan ancaman-ancaman dari orang-orang pendukung tetua desa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang desa kami tidak hanya diam dan terus-menerus memusatkan perhatiannya pada perempuan berbibir memabukkan dan bermata bagai padang luas menghampar, tapi mengasah pedang tajam-tajam hingga pada suatu siang yang panas cahaya matahari yang berpantulan dari bilah pedang yang diacungkan tinggi-tinggi ke udara membuat desa kami seperti permukaan sungai yang berkilatan oleh cahaya matahari. Pantulan cahaya-cahaya itu membuat silau dan membuat semua binatang peliharaan orang-orang desa kami lari tunggang langgang ke dalam hutan. Suara-suara ketakutan binatang itu menggemuruh seolah ada peristiwa yang selama hidupnya demikian dasyat dan tidak ada tindakan lain kecuali lari. Lari seperti halnya munculnya keberanian orang-orang desa kami untuk menentang titah tetua desa dengan mengasah pedang, mengacung-acungkan ke udara, memekikkan genderang kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetua desa dan orang-orang akhirnya mundur ke pingggiran desa sebelah utara. Mereka hanya mengamati dari kejauhan. Membuat gubug kecil dan tidak mau lagi bentrok meskipun sesuatu yang baginya sangat memalukan dengan kehilangan kewibawaan yang selama ini sedikit demi sedikit ia bangun. Sang tetua kembali ke kebiasannya semula dengan mengeluarkan jaring kecilnya, turun ke sungai, dan dengan bersiul-siul menangkapi ikan-ikan kecil dan memakannya bersama anak buahnya seperti ketika tetua kampung masih berada di dalam hutan. Seolah ia kembali menjadi orang kerdil dengan perkataan-perkataan yang tidak lagi berfungsi kecuali umpatan yang tidak mengundang anak buahnya takut, kecuali tersenyum menghina dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu orang-orang desa kami mulai saling mengancam satu sama lainnya, terutama saat si perempuan berbibir memabukkan itu tidak segera pindah dari rumahnya. Mereka tidak mau harapan itu hanya milik satu orang tetapi milik semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang tidak ingin memiliki harapan untuk hidup membahagiakan!" teriak setiap orang desa kami dengan pedang menghunus ke udara ketika rumahnya tidak dijadikan hunian perempuan berbibir memabukkan. Orang-orang yang tidak kebagian rumahnya ditempati perempuan berbibir memabukkan tidak segan-segan membakar dan menyeret perempuan berbibir memabukkan untuk tinggal sesaat di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak saja menggunakan kata yang lemah lembut agar si perempuan berbibir memabukkan mau singgah sebentar di rumahnya, tapi akan dengan keras menyeretnya dan tidak peduli si perempuan berbibir cantik itu meraung-raung ketakutan. Mereka malah mencincangnya dan melemparkannya ke dalam rumah dan menguncinya dari luar. Karena ada tiga puluhan rumah dan setiap pemilik rumah menganggap dirinya paling berhak, perempuan berbibir memabukkan menjadi demikian menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya kalut dan tidak henti-hentinya menangis. Setiap malam, ketika sang pemilik rumah mengintip apa yang dilakukan si perempuan berbibir memabukkan di dalam biliknya dengan kebanggaan yang tiada terhingga, si perempuan berbibir memabukkan sesenggukan dan tidak berkata apa-apa. Melemparkan baju-bajunya ke lantai, mencabik-cabik tubuhnya yang putih sekaligus menampakkan kelelahan yang luar biasa diantara kilatan lampu minyak yang dipasang di dinding-dinding rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah dari rumah itu merasa berhak sekali untuk masuk dan menikmati tubuh molek memabukkan itu, sementara si anak lelaki yang beranjak menyatakan bahwa dirinyalah yang lebih berhak sebab ia belum memiliki jodoh. Namun si ibu mengatakan bahwa perempuan berbibir memabukkan itu bukan untuk diapa-apakan kecuali untuk diambil kemukzizatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertengkar dan ketika salah seorang berusaha menengahi, terutama mereka yang memiliki anak perempuan dewasa, sang ayah dan si anak lelaki dewasa akan menamparnya.&lt;br /&gt;"Apa aku harus menidurimu, hei anak tak tahu malu!" seru sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurang ajar, apa kau mau begituan dengan saudara lakimu sendiri!" sergah saudara lelakinya yang pada saat itu tengah mencengkeram bahu saudara perempuannya dan melemparkannya ke dalam semak belukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, aku tidak mau kalian berbunuhan hanya untuk perempuan gila karena kalian tidak memiliki padanan bibirnya yang merah memabukkan itu,"jawab si anak perempuan dari balik semak belukar dengan suara tersiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Matilah kau anak terkutuk!" teriak sang bapak yang tangannya dipegang erat-erat oleh istrinya yang mengiba-iba agar tidak meniduri perempuan berbibir memabukkan itu karena ia merasa dikhianati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau apa kau perempuan buruk, aku tidak lagi pernah tidur dengan perempuan semenjak tubuhnya berbau tanah!" teriaknya dengan was-was karena di sampingnya sang anak lelaki mengancam akan menebas lehernya bila sang ayah membuka pintu ke arah perempuan bibir memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah berbulan-bulan kekacauan terjadi tiada henti-hentinya. Rumput-rumput liar bertumbuhan, serangga-serangga liar berkelayapan di lantai-lantai rumah. Tidak ada persediaan makanan kecuali pedang-pedang berkilatan. Wajah-wajah kosong menyelimuti di setiap pandangan orang-orang sedesa kami. Kelelehan dan kekecewaan benar-benar mendera jiwa mereka ketika mereka kehilangan bahasa untuk menyapa para tetangganya maupun anggota keluargannya ketika selama berbulan-bulan mereka hanya menggunakan umpatan dan ancaman. Walaupun tidak ada satupun orang tewas tertebas pedang, tampak kepedihan menggelayuti orang desa kami dan tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika melihat tubuh-tubuh mereka berubah ringkih. Sementara itu perempuan berbibir memabukkan telah berubah menjadi sosok yang demikian menjijikkan. Tubuhnya kurus, digelibati keriput, dan tidak bisa diajak bicara. Sesekali tertawa dan sesekali menangis seraya menyerukan sebuah daerah yang berada di balik matahari terbit. Desa kami sunyi dan sepanjang hari hanya terdengar burung bangkai yang seolah telah bersiap-siap untuk menyantap tubuh-tubuh kami yang diliputi keringkihan. Burung-burung bangkai itu seperti telah mencium aroma bangkai pada tubuh kami meskipun tubuh kami masih bisa bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kegilaan ini akan kita teruskan!" teriak seorang dari kami ketika beberapa hari terakhir yang tersisa adalah sunyi. Tidak ada pedang mengacung ke langit, tidak ada umpatan, ancaman, dan tidak ada harapan padang luas membentang dengan keindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak!" jawab salah seorang dari kami yang saat itu berada di sebuah pelataran luas penuh dengan rumput liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik. Kita akan melepaskan perempuan berbibir memabukkan ini dari lingkungan desa kita, karena perempuan yang tidak lagi indah ini adalah penyebab ketenteraman desa kita." Kata salah seorang dari desa kami tersebut dengan ujung jari menunjuk bekas perempuan berbibir tebal yang saat ini kami ikat dengan tali agar tidak meronta-ronta dan mencabik-cabik tubuhnya sendiri dengan kukunya yang panjang menghitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu bagaiamana harapan kita?" tanya salah seorang dari kami.&lt;br /&gt;"Tidak ada harapan, tidak ada makna hidup seperti kata tetua kampung kita dulu. Bukan harapan yang kita perlukan, tetapi ketenteraman dan keteraturan hidup. Titik!"&lt;br /&gt;"Kita akan membebaskan perempuan ini dan melepaskanya dalam wujud burung sehingga ia bebas melenggang, bebas menuju tempat di balik matahari terbit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah seharian itu kami menyiapkan upacara pelepasan perempuan yang telah diubah menjadi seekor burung. Perempuan yang tidak hanya mencabik-cabik tubuhnya dengan kuku panjang hitamnya, tetapi juga mencabik-cabik kehidupan kami menuju perseteruan-perseteruan yang tiada hentinya. Akhirnya kami lepaskan burung itu ke langit. Kami lepaskan dengan dendangan lagu-lagu yang paling khidmat, paling menyayat. Lagu-lagu yang tidak akan pernah didendangkan kecuali pada saat-saat yang paling membuat kami sedesa merasa tengah mengalami keadaan paling menyedihkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3830999509476629369?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3830999509476629369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/01/akhirnya-kami-lepaskan-burung-itu-ke.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3830999509476629369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3830999509476629369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2011/01/akhirnya-kami-lepaskan-burung-itu-ke.html' title='Akhirnya Kami Lepaskan Burung Itu ke Langit'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TTrXFZb9MLI/AAAAAAAAAFM/Ao_pdGZu9yI/s72-c/BirdSkyAboveM-vi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-2330531649626998999</id><published>2010-10-20T04:38:00.000-07:00</published><updated>2011-01-22T04:51:24.432-08:00</updated><title type='text'>Cinta Laki-Laki Biasa Bag.2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setahun pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.&lt;br /&gt;Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.”Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!”.Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali inidilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!.Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?&lt;br /&gt;Rafli juga pintar!.Tidak sepintarmu, Nania.&lt;br /&gt;Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.&lt;br /&gt;Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti.&lt;br /&gt;Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak apa,” kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.&lt;br /&gt;“Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.”&lt;br /&gt;Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah. Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik ya ? dan kaya! Tak imbang! Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak.Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!”.Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil. Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang. Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.&lt;br /&gt;“Baru pembukaan satu.”.”Belum ada perubahan, Bu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah bertambah sedikit,” kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.”Sekarang pembukaan satu lebih sedikit.”&lt;br /&gt;Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset. “Masih pembukaan dua, Pak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah.Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bang?”.Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dokter?” .”Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu?. Bagaimana jika terlambat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun.&lt;br /&gt;Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pendarahan hebat.” Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka. Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai empat hari, mereka sudah boleh membawanya pulang.&lt;br /&gt;Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil.&lt;br /&gt;Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.&lt;br /&gt;Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.&lt;br /&gt;“Nania, bangun, Cinta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik, “Nania, bangun, Cinta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan.&lt;br /&gt;Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.&lt;br /&gt;Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik banget suaminya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nania beruntung!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta Laki-laki Biasa&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-2330531649626998999?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/2330531649626998999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/10/cinta-laki-laki-biasa-bag2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/2330531649626998999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/2330531649626998999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/10/cinta-laki-laki-biasa-bag2.html' title='Cinta Laki-Laki Biasa Bag.2'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-6399433001755378814</id><published>2010-10-19T23:40:00.000-07:00</published><updated>2011-01-22T04:55:52.177-08:00</updated><title type='text'>Cinta Laki- laki Biasa Bag. 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TTrTva0fvOI/AAAAAAAAAFE/2UqJMSwhlOQ/s1600/cinta%2Blaki2%2Bbiasa.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 230px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TTrTva0fvOI/AAAAAAAAAFE/2UqJMSwhlOQ/s320/cinta%2Blaki2%2Bbiasa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564993101176487138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan. Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu pasti bercanda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda. Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nania serius!” tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya. “Tidak ada yang lucu” suara Papa tegas, “Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!” Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?” Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, “Maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?” Nania terkesima. “Kenapa? Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik. Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus! Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!” Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nania Cuma mau Rafli” sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak. Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah. Tapi kenapa? Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa. Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania! Cukup! Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia. Mereka akhirnya menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-6399433001755378814?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/6399433001755378814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/cinta-laki-laki-biasa-bag-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6399433001755378814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6399433001755378814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/cinta-laki-laki-biasa-bag-1.html' title='Cinta Laki- laki Biasa Bag. 1'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TTrTva0fvOI/AAAAAAAAAFE/2UqJMSwhlOQ/s72-c/cinta%2Blaki2%2Bbiasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3254369429394046467</id><published>2010-08-20T00:20:00.001-07:00</published><updated>2010-08-20T00:24:48.520-07:00</updated><title type='text'>Goresan Mobil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buk....!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos dibengkel untuk memperbaikinya." Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa."Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.." Kini, ia mulai terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya." Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Dtelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3254369429394046467?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3254369429394046467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/goresan-mobil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3254369429394046467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3254369429394046467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/goresan-mobil.html' title='Goresan Mobil'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-4598296681037011429</id><published>2010-08-20T00:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T00:19:51.758-07:00</updated><title type='text'>Terlahir Sebagai Budak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fred Douglas benar-benar memulai hidupnya tanpa apa-apa. Bahkan ia tidak memiliki dirinya sendiri ketika masih dalam kandungan ibunya. Sebagai anak budak belian, ia sudah dijadikan jaminan untuk melunasi hutang majikan orang tuanya. Ia jarang bertemu ibunya kecuali pada malam hari dimana ibunya harus berjalan sejauh dua belas kilometer hanya untuk bertemu anaknya selama satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak mempunyai kesempatan belajar, karena pada jaman itu, para budak belian tidak diperbolehkan belajar menulis dan membaca. Namun, tanpa diketahui siapa pun, ia belajar membaca dan menulis. Dalam waktu singkat, ia sudah membuat malu teman-temannya yang berkulit putih dalam hal pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 21 tahun, ia melarikan diri dari perbudakan dan bekerja sebagai seorang pesuruh di New York dan New Bedford. Di Nantucket, ia berpidato, mendesak dihapuskannya perbudakan. Kesan yang ditimbulkannya sedemikian baik sehingga ia diangkat menjadi agen Lembaga Anti Perbudakan di Massachussetts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memberikan ceramah, ia tetap belajar. Ia kemudian dikirim ke Eropa untuk berpidato dan menjalin persahabatan dengan beberapa orang Inggris yang kemudian memberinya 750 dolar untuk menebus kebebasannya sebagai seorang budak. Ia menerbitkan surat kabar di Rochester dan kelak memimpin New Era di Washington. Bertahun-tahun lamanya ia menjadi kepala District of Columbia dan bisa menandingi setiap orang kulit putih mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah keadaan Anda lebih buruk dari Fred Douglas pada waktu dilahirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diadaptasi dari Orion Sweet Marden).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-4598296681037011429?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/4598296681037011429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/terlahir-sebagai-budak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4598296681037011429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4598296681037011429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/terlahir-sebagai-budak.html' title='Terlahir Sebagai Budak'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-7684053414958287875</id><published>2010-08-20T00:13:00.002-07:00</published><updated>2010-08-20T00:16:08.369-07:00</updated><title type='text'>Entah Apakah Anda Berpikir, Anda Bisa Atau Tidak Bisa, Anda Benar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk menampung para narapidana selama ratusan tahun. Setelah para napi dipindahkan ke tempat tinggal mereka yang baru, mereka menjadi bagian dari pasukan pekerja untuk mencopoti kayu, alat-alat listrik, dan pipa yang masih dapat digunakan dari penjara lama. Di bawah pengawasan para penjaga, napi-napi itu mulai melucuti dinding-dinding penjara lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka melakukannya, mereka terperanjat oleh apa yang mereka temukan. Walaupun gembok-gembok besar mengunci pintu-pintu logam, dan batangan-batangan baja dua inci menutupi jendela sel-sel, dinding-dinding penjara itu sebenarnya terbuat dari kertas dan tanah liat, dicat sedemikian rupa sehingga menyerupai besi! Jika ada dari para narapidana yang memukul atau menendang dinding itu dengan keras, mereka dengan mudah dapat membuat lubang di situ, dan melarikan diri. Selama bertahun-tahun, bagaimanapun juga, mereka tinggal berjubel dalam sel-sel terkunci mereka, menganggap bahwa melarikan diri adalah sesuatu yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun pernah MENCOBA melarikan diri, karena mereka BERPIKIR itu mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, banyak orang merupakan tawanan rasa takut. Mereka tak pernah berusaha mengejar impian-impian mereka karena berpikir bahwa itu merupakan sesuatu yang  mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda tahu bahwa Anda tak dapat berhasil bila Anda tidak  mencoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Motivasi Net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-7684053414958287875?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/7684053414958287875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/entah-apakah-anda-berpikir-anda-bisa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7684053414958287875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7684053414958287875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/entah-apakah-anda-berpikir-anda-bisa.html' title='Entah Apakah Anda Berpikir, Anda Bisa Atau Tidak Bisa, Anda Benar'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-738727150837274465</id><published>2010-08-20T00:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T00:13:00.154-07:00</updated><title type='text'>Dua Sifat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pemuda Indian bertanya kepada kakeknya mengapa dia mudah sekali tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakek berkata,bahwa dalam diri manusia ada dua ekor serigala. Serigala yang  satu selalu berpikiran negatif, mudah marah dan selalu punya prasangka buruk. Sedang serigala yang lain selalu berpikiran positif, baik hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua serigala ini selalu berkelahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapakah yang menang? tanya si pemuda. Yang menang adalah yg setiap hari kau beri makan, kata sang kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friends...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earl Natinghle pernah menuliskan "KITA ADALAH APA YANG KITA PIKIRKAN". Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan ttg diri kita. Kenapa sehh...pikiran itu begitu dahsyat pengaruhnya. Ternyata pikiran2 yg kita masukkan dalam diri kita akan mempengaruhi perilaku kita sehari2, prilaku akan membentuk watak, watak akan membentuk kebiasaan kita dan kebiasaanlah yang akan menentukan nasib kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sih nasib manusia itu ditentukan sama Tuhan...btw...manusia juga punya kebebasan loh...menentukan nasibnya sebelum itu terjadi. Kan Tuhan ga akan merubah nasib umat-Nya kalo manusia itu sendiri ga mau merubahnya (kecuali kematian), ya toohhh...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So,start from thiz dayz mulailah memasukkan pikiran2 positif dalam diri kita juga pikiran2 besar. Setiap pagi sebelum memulai hari katakan pada diri kita "SAYA BISA,SAYA PASTI BISA...SAYA PASTI BISA MELAKUKANNYA. TIDAK ADA HAMBATAN SEBESAR APAPUN YANG DAPAT MENGHENTIKAN SAYA."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well...&lt;br /&gt;You'll see the words power.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;By : Someone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-738727150837274465?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/738727150837274465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/dua-sifat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/738727150837274465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/738727150837274465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/dua-sifat.html' title='Dua Sifat'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-8250132209534296601</id><published>2010-08-20T00:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T00:07:22.332-07:00</updated><title type='text'>Kisah Dua Ekor Kodok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari dua ekor kodok masuk ke sebuah dapur. Mereka loncat kesana kemari. Akhirnya kodok-kodok enerjik ini mendarat di sebuah panci besar memuat susu segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja mereka berusaha untuk keluar dari panci itu. Namun susu itu terlalu dalam sehingga mereka tak dapat memakai dasar panci sebagai pijakan untuk meloncat keluar. Dinding panci terlalu licin, dan bibir panci terlalu tinggi. Akhirnya mereka hanya berenang-renang di susu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan mereka lelah. Kodok yang satu merasa putus asa. Karena kelelahan dan harapan hidupnya yang telah patah, ia pelan-pelan tenggelam ke dasar panci. Kodok yang&lt;br /&gt;satunya terus berusaha untuk menggerakkan keempat kakinya. Ia terus berenang di permukaan susu itu. Ia lelah tapi ia tak mau tenggelam. Ia terus ber-ikhtiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata apa yang ia lakukan itu tanpa sadar sama dengan yang dilakukan seorang pembuat mentega. Mentega akan terbentuk dan muncul di permukaan susu segar jika susu segar terus diaduk hingga berapa lama. Lama-kelamaan permukaan susu mengental dan akhirnya mengeras. Kodok itu akhirnya menemukan bahwa permukaan susu sekarang cukup keras dan kuat untuk menjadi landasan lompat. Lalu ia meloncat ke luar panic dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah yang mirip dengan kisah ini. Tapi, mudah-mudahan tidak mengurangi nilai kemanfaatannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-8250132209534296601?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/8250132209534296601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-dua-ekor-kodok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8250132209534296601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8250132209534296601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-dua-ekor-kodok.html' title='Kisah Dua Ekor Kodok'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-6914976673949829619</id><published>2010-08-20T00:00:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T00:03:22.610-07:00</updated><title type='text'>Ciptakan Kehidupan, Bukan Sekedar Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Your successes and happiness are forgiven you only if you generously consent to share them. – Kesuksesan dan kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi dengan orang lain.” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Albert Camus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat sekedar hidup, mungkin kita tidak perlu bersusah payah mencari peluang ataupun memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas dan manfaat diri kita. Namun sebagai mahluk yang paling spesial diantara mahluk ciptaan Tuhan YME, kita berkewajiban untuk mendapatkan kehidupan yang berarti. Kita harus berupaya semaksimal mungkin. Sebuah pepatah bijak menyebutkan, “Find a meaningful need and fill it better than anyone else. – Kejarlah sesuatu yang bermakna, dan gunakanlah setiap peluang yang ada secara lebih baik dari siapapun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa langkah untuk menjadikan kehidupan kita menjadi lebih berarti. Langkah pertama adalah memperbesar kemauan untuk belajar. Manusia mempunyai pikiran yang luar biasa, maka gunakan pikiran tersebut untuk belajar menciptakan kemajuan-kemajuan dalam hidup. Kita dapat belajar dari berbagai hal, diantaranya adalah belajar kepada pengalaman hidup, kegagalan, kejadian sehari-hari, orang lain dan sebagainya. Maka tingkatkan terus kemauan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua supaya kehidupan kita lebih berati adalah mencoba melakukan sesuatu agar lebih dekat dengan impian yang diidamkan. Bekerjalah lebih keras, lebih aktif atau produktif. Langkah ini sangat efektif dalam meningkatkan kemungkinan mendapatkan uang, kekayaan atau segala sesuatu yang berharga bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang patut dijadikan pedoman bahwasanya kerja keras itu bukan semata-mata mengejar 5 P, yaitu power (kekuasaan), position (posisi), pleasure (kesenangan), prestige (kewibawaan) dan prosperity (kekayaan). Setiap usaha yang hanya berorientasi kepada lima hal tersebut memang menjamin kesuksesan atau bahkan hasil yang melimpah ruah, tetapi tidak menjamin sebuah akhir yang menyenangkan. Contohnya adalah sebuah fakta tentang delapan orang miliarder di Amerika Serikat yang berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Illionis pada tahun 1923. Mereka adalah orang-orang yang sangat sukses, tetapi mengalami nasib tragis 25 tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang diantara mereka adalah Charles Schwab, CEO perusahaan besi baja ternama pada waktu itu, yaitu Bethlehem Steel. Tetapi Charles Schwab mengalami kebangkrutan total. Sehingga ia terpaksa berhutang untuk membiayai hidupnya selama 5 tahun sebelum meninggal. Yang kedua adalah Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Namun pria ini ternyata menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing. Orang ketiga adalah Jesse Livermore, raja saham “The Great Bear” di Wall Street. Tetapi Jesse mati bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ke empat adalah “The Match King”, Ivar Krueger, CEO perusahaan hak cipta, yang juga mati bunuh diri. Begitu juga dengan Leon Fraser, Chairman of Bank of International Settlement, ia mati bunuh diri. Yang keenam adalah Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Tetapi ia sakit jiwa dan dirawat di rumah sakit jiwa hingga akhir hidupnya. Arthur Cutton sebelumnya adalah pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, tetapi ia meninggal di negri orang lain. Sedangkan Albert Fall, waktu itu ia adalah anggota kabinet presiden Amerika Serikat. Namun ia meninggal di rumahnya di Texas ketika baru saja keluar dari penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini tidak sedikit orang yang semula sangat sukses, tetapi merana di tahun-tahun terakhir kehidupan mereka. Kehidupan mereka seakan-akan tidak berarti meskipun sebelumnya sangat kaya raya. Upaya terbaik memang dapat menghasilkan kesuksesan besar, tetapi bukan berarti merupakan jaminan sebuah akhir kehidupan sebagai manusia yang penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah mengimbangi kerja keras dengan berbuat kebaikan. Seorang penulis pada abad 20-an yang berkebangsaan Perancis, André Gide, mendefinisikan kebaikan itu sebagai berikut; “True kindness presupposes the faculty of imagining as one’s own the suffering and joys of others. –Kebaikan yang sesungguhnya adalah kemampuan merasakan penderitaan maupun kebahagiaan orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja keras yang diimbangi dengan berbuat kebaikan akan menghasilkan semangat yang tinggi untuk mendapatkan lebih dari apa yang dibutuhkan. Hal itu terdorong oleh keinginan untuk dapat berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Pada akhirnya kebaikan tersebut berpengaruh positif terhadap semangat hidup, motivasi, dan kemajuan sikap dan ekonomi. James Allen, penulis buku berjudul As a Man Thinketh mengatakan, “Pemikiran serta perbuatan baik tidak mungkin mendatangkan hasil yang buruk; pemikiran dan perbuatan buruk tidak mungkin mendatangkan hasil baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan belajar, bekerja keras dan berbuat kebaikan maka kita akan dapat menciptakan kehidupan yang jauh lebih berarti. Langkah-langkah sebagaimana dijelaskan diatas terbukti juga sangat efektif menjadikan kesan positif tentang diri kita tidak mudah dilupakan orang. Saya meyakini bahwa kita masih mempunyai banyak kesempatan dan potensi untuk mendapatkan kehidupan berharga itu dimanapun dan apapun pekerjaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Make A Life, Not Merely A Living - Ciptakan Kehidupan, Bukan Sekedar Hidup  oleh Andrew Ho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-6914976673949829619?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/6914976673949829619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/ciptakan-kehidupan-bukan-sekedar-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6914976673949829619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6914976673949829619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/ciptakan-kehidupan-bukan-sekedar-hidup.html' title='Ciptakan Kehidupan, Bukan Sekedar Hidup'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-5628399174003881923</id><published>2010-08-13T18:58:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:59:54.242-07:00</updated><title type='text'>SEPOTONG ROTI PENEBUS DOSA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Burdah bin Musa Al-Asy'ari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: "Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri. Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan solat dan bersujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dalam pengembaraannya itu ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangat letih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu. Rupanya di samping kedai tersebut hidup seorang pendita yang ada setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa buku roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sebuku roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bahagian, karena disangka sebagai orang miskin. Rupanya salah seorang di antara orang miskin itu ada yang tidak mendapat bahagian dari orang yang membahagikan roti tersebut, sehingga kepada orang yang membahagikan roti itu ia berkata: "Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku." Orang yang membagikan roti itu menjawab: "Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari satu buku roti." Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bahagian tadi. Sedangkan keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadat yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam. Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sebuku roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sebuku roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: "Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sepotong roti itu!"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-5628399174003881923?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/5628399174003881923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/sepotong-roti-penebus-dosa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5628399174003881923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5628399174003881923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/sepotong-roti-penebus-dosa.html' title='SEPOTONG ROTI PENEBUS DOSA'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-5031907930316904658</id><published>2010-08-13T18:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:58:08.490-07:00</updated><title type='text'>Sedekah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Seseorang berkata, 'Sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu pada malam ini.' Kemudian dia memberikan sesuatu itu pada tangan seorang pezina. Keesokan harinya orang-orang menceritakan bahwa dia bersedekah kepada seorang pezina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu berkata, 'Ya Allah, segala puji kepunyaan Engkau yang telah menetapkan sedekahku bagi pelacur. Sungguh saya akan bersedekah lagi pada malam ini.' Kemudian dia meletakkan di tangan orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya orang-orang membicarakan bahwa pada malam itu dia bersedekah kepada orang kaya. Maka dia berkata, 'Ya Allah, kepunyaan Engkaulah segala puji yang telah menetapkanku bersedekah pada orang kaya. Sungguh, saya akan bersedekah lagi pada malam ini.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dia pergi dan menyimpan sedekah ditangan pencuri. Maka dia berkata, 'Ya Allah, kepunyaan Engkaulah segala puji yang telah menetapkanku sedekah bagi pezina, orang kaya dan pencuri.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian orang itu didatangi oleh seseorang seraya berkata kepadanya, 'Sedekahmu sudah diterima. Adapun sedekah yang sampai ke tangan pelacur, mudah-mudahan saja dia berhenti dari melacur; yang sampai orang kaya, mudah-mudahan saja dia mengambil pelajaran dan mau menginfakkan sebagian harta yang telah diberikan Allah kepadanya; dan yang sampai ke pencuri, mudah-mudahan saja menghentikan perbuatan mencurinya."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-5031907930316904658?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/5031907930316904658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/sedekah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5031907930316904658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5031907930316904658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/sedekah.html' title='Sedekah'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-7017733498013480084</id><published>2010-08-13T18:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:56:08.767-07:00</updated><title type='text'>PERJALANAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudariku tampak pucat dan kurus. Namun sebagaimana kebiasaannya, ia tetap membaca Al-Qur'an... Jika engkau mencarinya, pasti akan mendapatinya di tempat shalatnya, sedang rukuk, sujud dan mengangkat kedua tangannya ke atas langit... Demikianlah setiap pagi dan petang, juga di tengah malam buta, tak pernah berhenti dan tak pernah merasa bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku amat gemar membaca majalah-majalah seni dan buku-buku yang berisi cerita-cerita. Saya juga biasa menonton video, sampai aku dikenal sebagai orang yang keranjingan nonton. Orang yang banyak melakukan satu hal, pasti akan ditandai dengan perbuatan itu. Aku tidak menjalankan kewajibanku dengan sempurna. Aku juga bukan orang yang melakukan shalat dengan rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun kembali ke pembaringanku. Wanita itu memanggilku dari arah mushallanya. Apa yang engkau inginkan wahai Nurah?" Tanyaku. Dengan suara tajam saudariku itu berkata kepadaku: "Janganlah engkau tidur sebelum engkau menunaikan shalat Shubuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah. Masih tersisa satu jam lagi, yang engkau dengar tadi itu baru adzan pertama..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suaranya yang penuh kasih –demikianlah sikapnya selalu sebelum terserang penyakit parah dan jatuh terbaring di atas kasurnya- saudariku itu kembali memanggil: "Mari sini Hanna, duduklah di sisiku." Sungguh aku sama sekali tidak dapat menolak permintaannya, yang menunjukkan karakter asli dan kejujurannya... Tidak diragukan lagi, dengan pasrah, kupenuhi panggilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang engkau inginkan?" Tanyaku, "Duduklah." Ujarnya. Akupun duduk. "Apa gerangan yang akan engkau utarakan?" Dengan suara renyah dan merdu, ia berkata: "Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "Masing-masing jiwa akan mati. Sesungguhnya kalian hanya akan dipenuhi ganjaran kalian di hari Kiamat nanti..."(Ali Imran: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia diam sesaat. Kemudian bertanya kepadaku: Apakah engkau percaya pada kematian?" "Tentu saja aku percaya." Jawabku. "Apakah engkau percaya bahwa engkau akan dihisab terhadap perbuatan dosa besar maupun kecil...?" "Benar. Tetapi Allah itu Maha Pengampun, dan umur itu juga panjang..."Jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai saudariku! Tidakkah engkau takut akan mati mendadak? Lihatlah si Hindun yang lebih kecil darimu. Ia tewas dalam kecelakaan mobil. Juga si Fulanah dan si Fulanah." Ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kematian tidak mengenal umur, dan tidak dapat diukur dengan umur.." Ujarnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara ngeri aku menjawab ucapannya di tengah ruang mushallanya yang gelap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku takut dengan kegelapan, sekarang engkau malah menakut-nakuti¬ku dengan kematian, bagaimana sekarang aku bisa tidur? Aku kira sebelumnya, engkau bersedia untuk bepergian ber¬samaku dalam liburan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba suaranya terisak dan hatikupun terenyuh: "Ke¬mungkinan, pada tahun ini aku akan bepergian jauh, kenegeri lain ... Kemungkinan wahai Hanna ... Umur itu di tangan Allah... Dan meledaktah tangisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung ketika ia terserang penyakit ganas. Para dokter secara berbisik memberitahukan kepada ayahku bahwa penyakitnya itu tidak akan membuatnya bertahan hidup lama. Tetapi siapa gerangan yang memberitahukan hal itu kepadanya? Atau ia memang sudah menanti-nantikan kejadian ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang sedang engkau fikirkan?" Terdengar suaranya, kali ini begitu keras. "Apakah engkau meyakini bahwa aku menyatakan hal itu karena aku sedang sakit? Tidak sama sekali. Bahkan mungkin umurku bisa lebih panjang dari orang-orang yang sehat. Dan engkau sampai kapan masih bisa hidup? Mungkin dua puluh tahun lagi. Mungkin juga empat puluh tahun lagi. Kemudian apa yang terjadi?" Ta¬ngannya tampak bersinar di tengah kegelapan, dan dihentak¬kan dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada perbedaan antara kita semua. Masing-masing kita pasti akan pergi meninggalkan dunia ini; menuju Surga atau Neraka ... Tidakkah engkau menyimak firman Allah: "Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga maka sungguh ia telah beruntung?" (Ali Imran: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Pagi ini engkau baik-baik saja ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bergegas aku berjalan meninggalkannya, semen¬tara suaranya mengetuk telingaku: "Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu. Jangan lupa shalat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam delapan pagi, aku mendengar ketukan pintu. Ini bukan waktu kebiasaanku untuk bangun. Terdengar suara tangis dan hiruk pikuk ... Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Nurah semakin parah. Ayahku segera membawa¬nya ke rumah sakit. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi raaji'un.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tamasya pada tahun ini. Sudah ditakdirkan aku untuk tinggal di rumah saja tahun ini. Pada jam satu waktu Zhuhur, ayahku menelepon dari rumah sakit: "Kalian bisa menjenguknya sekarang, ayo lekas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku memberitahukan, bahwa ucapan ayahku terdengar gelisah dan suaranya juga terdengar berubah ... Jubah pan¬jangku kini sudah berada di tanganku ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana sopirnya? Kamipun naik mobil dengan tergesa-¬gesa. Mana jalan yang biasa kulalui bersama sopirku untuk bertamasya yang biasanya terasa pendek? Kenapa sekarang terasa jauh sekali..., jauuuh sekali?! Mana lagi keramaian yang menyenangkan diriku agar aku bisa menengok ke kiri dan ke kanan? Kenapa sekarang terasa menyebalkan dan menyusahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku berada di sampingku sedang mendoakan saudariku tersebut. Ia adalah wanita yang shalihah dan taat. Aku tidak pernah melihatnya menyia-nyiakan waktu sedikitpun ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami masuk melewati pintu luar rumah sakit... Terdengar suara orang sakit mengaduh. Ada lagi orang yang tertimpa musibah kecelakaan mobil. Ada pula orang yang kedua matanya bolong... Tak diketahui lagi, apakah ia masih pen¬juduk dunia, atau penduduk akhirat? Sungguh pemandangan yang mengherankan yang belum pernah kusaksikan sebelumnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menaiki tangga dengan cepat... Ternyata dia berada di dalam kamar gawat darurat. Saya akan mengantar kalian kepadanya... Perawat meneruskan perkataannya bahwa ia seorang putri yang baik sekali, dan dia menenangkan Ibuku:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dia dalam keadaan baik setelah tadi menga¬lami pingsan ... ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dilarang masuk lebih dari satu orang", demikian tertulis. "Ini kamar gawat darurat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui sela-sela beberapa orang dokter dan melalui celah-celah jendela kecil yang terdapat di kamar tersebut, aku melihat dengan kedua mata kepalaku sendiri saudariku Nurah sedang memandang ke arahku, sementara ibu berdiri di sampingnya ... Setelah dua menit kemudian, ibuku keluar tanpa bisa menahan air matanya ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengizinkanku masuk dan memberi salam kepa¬danya, dengan syarat, tidak boleh banyak berbicara kepada¬nya. "Dua menit, sudah cukup untuk saudari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kabarmu wahai Nurah?" tanyaku. Kemarin sore engkau baik-baik saja, apa yang terjadi pada dirimu?! Dia menjawabku setelah terlebih dahulu menekan tanganku. "Alhamdulilllah, aku sekarang baik-baik saja..." Ujarnya lagi. "Alhamdulillah ... tetapi tanganmu dingin?" Tanyaku ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk di sisi pembaringannya sambil mengelus-elus betisnya. Namun ia menyingkirkan betisnya dariku ... "Maaf, kalau aku mengganggumu ... Oh tidak, aku hanya sedang memikirkan firman Allah Subhanahu wa ta'ala: "Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau .. " (Al-Qiyaamah: 29-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya engkau mendoakanku wahai saudariku Hanna, bisa jadi sebentar lagi aku akan menghadapi permu¬laan alam Akhirat. .. Perjalananku akan panjang, sementara bekalku amat sedikit ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku kontan berderai dari kedua belah mataku begitu aku mendengar ucapannya. Aku menangis, tidak lagi sadar di mana aku berada. Kedua mataku terus mengalirkan air mata karena tangisan, sehingga ayahku justru lebih mengkhawatirkan kondisiku daripada Nurah sendiri. Mereka sama sekali tidak terbiasa mendengar tangisan ini dan mengurung diri di kamarku ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring tenggelamnya matahari, di hari yang penuh ke¬dukaan... Muncullah keheningan panjang di rumah kami... Tiba-tiba masuklah saudari sepupu dari pihak ibuku dan saudari sepupu dari pihak ayahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian yang sangat cepat... Orang-orang ba¬nyak berdatangan. Suara-suara ributpun terdengar bersa¬hutan. Hanya satu yang aku ketahui: Nurah telah meninggal dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak dapat lagi membedakan siapa yang datang. Akujuga tidak mengetahui lagi apa yang mereka ucapkan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah. Di mana aku, dan apa yang sedang terjadi? Menangis pun, aku sudah tidak sanggup lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mereka memberitahuku bahwa ayahku mena¬rik tanganku untuk mengucapkan selamat tinggal kepada saudariku, untuk terakhir kalinya. Aku juga sempat menci¬umnya. Aku hanya ingat satu hal: ketika aku melihatnya ditutupkan, di atas pembaringan maut. Aku ingat akan kata-¬katanya: "Ketika betis-betis bertautan," akupun mengerti, bahwa: "semuanya tergiring menuju Rabbmu .. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak ingat lagi bahwa aku pernah mengunjungi mushallanya, kecuali pada malam itu saja ... Yakni ketika aku teringat, siapa yang menjadi pasanganku di rahim ibuku. Karena kami adalah dua anak kembar. Aku ingat, siapa yang selalu menemaniku dalam kedukaan. Aku ingat, siapa yang selalu menghilangkan kegundahanku. Siapa pula yang mendoakan diriku untuk mendapatkan petunjuk? Siapa pula yang berlinang air matanya sepanjang malam, ketika ia mengajakku berbicara tentang kematian, dan tentang hari hisab. Allah-lah yang menjadi tempat memohon pertolong¬an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hari pertamanya di alam kubur. Ya Allah, berikan¬lah rahmat kepadanya di dalam kuburnya. Ya Allah berilah dia cahaya di dalam kuburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia mushaf Al-Qur'annya, dan ini sajadahnya. Ini, ini dan ini lagi. Bahkan ini, ini adalah rok merahnya yang per¬nah dia nyatakan: akan kusimpan, untuk hari pernikahanku nanti!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga ingat, dan akupun menangisi hari-hari yang telah berlalu itu. Aku terus saja menangis dan menangis berkepanjangan. Aku berdoa kepada Allah, agar memberi rahmatNya kepadaku, memberi taubat dan mengampuni diriku. Aku juga berdoa semoga saudariku itu mendapatkan keteguhan dalam kuburnya, sebagaimana juga yang sering menjadi doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tiba-tiba, aku bertanya kepada diriku sendiri: Bagaimana bila yang meninggal dunia adalah diriku? Ke mana kira-kira tempat kembaliku? Aku tidak mampu men¬cari jawaban karena besarnya rasa takut yang mencekam diriku. Meledaklah tangisku dengan keras ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar. Adzan Shubuh pun berku¬mandang. Namun betapa merdunya terdengar kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan ketenangan dan ketentraman. Akupun mengulangi apa yang diucapkan oleh sang muadzin. Aku melipat selimutku dan berdiri tegak untuk melaksanakan shalat Shubuh. Aku shalat, bagaikan orang yang melakukan¬nya untuk terakhir kali, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh saudariku dahulu. Dan ternyata, itu memang shalatnya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila datang waktu sore, aku tidak lagi menunggu waktu pagi. Dan bila datang waktu pagi, aku tidak lagi menunggu waktu sore ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-7017733498013480084?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/7017733498013480084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perjalanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7017733498013480084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7017733498013480084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perjalanan.html' title='PERJALANAN'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3280386432754953102</id><published>2010-08-13T18:53:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:54:10.231-07:00</updated><title type='text'>PERANG BADAR KUBRA BAG.4 (JALANNYA PERTEMPURAN)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah al-Aswad terbunuh, 3 orang pasukan berkuda Quraisy maju ke depan seraya menantang pasukan muslimin untuk melakukan pertempuran satu lawan satu. Ketiganya adalah Utbah ibn Rabi'ah serta saudaranya, Syaibah ibn Rabi'ah, dan Walid ibn Utbah. Maka, majulah dari pihak pasukan muslimin 3 pemuda Anshar. Mereka adalah Auf ibn Harits, Muadz ibn Harits (ibu keduanya adalah Afra) dan Abdullah ibn Rawahah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, pasukan Quraisy menolak ketiga orang tersebut. Mereka meminta berlempur dengan anak paman-paman mereka dari kalangan Muhajirin. Maka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam memerintahkan Ubaidah ibn Harits, Hamzah, dan Ali untuk melawan mereka satu lawan satu. Pada saat itu, Hamzah bertugas melawan Utbah, Ubaidah melawan Walid, dan Ali melawan Syaibah. Akhirnya, Ali dan Hamzah berhasil membunuh kedua lawan mereka. Kemudian keduanya membantu Ubaidah, karena keduanya memperkirakan bahwa Walid yang akan memenangkan pertempuran atas Ubaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang keenam orang yang bertanding satu lawan satu itu, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka." (QS. Al-Hajj: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertandingan satu lawan satu usai, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam meminta Ali untuk memberikan segenggam kerikil kepada beliau. Lantas, Ali pun memberikan segenggam kerikil kepada Rasulullah. Dan sesaat kemudian, beliau langsung melemparkannya ke muka pasukan Quraisy. Akibatnya, setiap orang Quraisy yang terkena lemparan itu, kedua matanya penuh dengan kerikil. Karena kejadian ini, turunlah firman Allah: "Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar." (QS. Al-Anfal: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin, saat itu, terjun ke medan pertempuran dengan bermodalkan kekuatan iman yang sangat besar. Lalu, dengan penuh keyakinan mereka menyerang kaum musyrikin Quraisy dan satu persatu berhasil membunuh pemimpin-pemimpin Quraisy. Bahkan, juga menurunkan balatentara perang-Nya yang terdiri dari para malaikat untuk membantu kaum muslimin dan melenyapkan musuh-musuh mereka. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya, "Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (1ngatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin, 'Apakah tidak cukup bagi kamu, Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?' ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ali Imran: 123-126)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Allah juga menurunkan ayat: "(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan¬Nya bagimu, 'Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut. Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tentram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana. (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentramanan dari pada¬Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)."(QS. Al-Anfal: 9-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Allah menurunkan ayat-Nya: "(1ngatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.' Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang¬-orang kafir, maka penggallah kepala-kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka." (QS. Al-Anfal: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga banyak diriwayatkan dalam hadis-hadis. Di dalam Al-Musnad (2/194,Syakir) diriwayatkan: Ketika seorang tentara muslim akan menyerang seorang tentara musyrik di depannya, tiba-tiba ia mendengar pukulan cemeti di atasnya dan suara seorang penunggang kuda berkata, "Majulah Haizum!' Sesaat kemudian, tentara musyrik yang akan diserangnya sudah tersungkur ke tanah. Lalu, ia mencoba melihatnya dari dekat. Maka, ia melihat hidung tentara musyrik sudah lenyap dan wajahnya hancur seperti terkena pukulan cemeti. Setelah peristiwa tersebut, datanglah seorang Anshar kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam dan menceritakan peristiwa tersebut kepadanya. Beliau menjawab, 'Aku mempercayainya. Karena itu merupakan pertolongan dari langit ketiga'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ahmad (Bukhari/al-Fath 15/181/no:3995) menceritakan: Seorang laki-laki Anshar berperawakan pendek datang dengan membawa Abbas sebagai tawanan. Di hadapan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam, Abbas berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah, sesungguhnya orang ini (seraya menunjuk pada orang Anshar tadi) bukan yang menawanku. Aku ditawan oleh seorang laki-laki botak, tetapi sangat tampan dan ia menunggang seekor kuda belang. Sungguh, belum pernah aku melihat orang seperti itu di pasukanmu)." Maka, orang Anshar tadi menyela, "Ya Rasulullah, akulah yang telah menawannya." Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam spontan berkata, "Diam ... Allah telah memberikan kekuatan kepadamu dengan bantuan para malaikat yang mulia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umawi (Bukhari/al-Fath 15/180/no:3995) menuturkan: Saat berada di dalam kemahnya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam mengangguk sebanyak satu kali (seperti terserang rasa kantuk) kemudian tersadar. Setelah itu, beliau berkata kepada Abu Bakar, "Wahai Abu Bakar, kabarkanlah berita gembira ini. Sesungguhnya bantuan Allah telah datang kepadamu. Aku melihat Jibril tengah melipat penutup kepalanya, mengambil tali kendali kudanya, dan akan mengendarainya ke tengah-tengah peperangan yang tengah bergejolak. Sungguh, bantuan dan pertolongan Allah telah datang kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, beberapa hadis juga ada yang meriwayatkan keikut¬sertaan para malaikat dalam perang badar ini, sekalipun tidak menyebutkannya secara langsung. Bukhari (Al-Mutadrak 3/361) misalnya, ia meriwayat¬kan bahwa pada saat perang Badar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda, "Itu adalah Jibril. Ia telah memegang kepala kudanya seraya menenteng senjata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat lain, Bukhari (diriwayatkan Ibnu Ishaq tanpa silsilah periayatan-Ibnu Hisyam 2/336) menuturkan: Jibril telah datang kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam dan berkata kepada beliau,"Dengan apa kalian menyebut orang-orang yang berjuang di perang Badar ini?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Mereka adalah orang muslim terbaik." Maka, Jibril berkata, "Begitu pula dengan malaikat yang ikut serta dalam perang Badar ini. Mereka adalah termasuk muslim terbaik. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perang Badar ini, banyak sekali tentara kaum muslimin yang mendapatkan karamah dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Salah satunya adalah yang dialami oleh Ukkasah ibn Mihshan. Syahdan, ia berperang dengan mempergunakan pedangnya hingga pedang itu patah. Maka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam memberikan kepadanya sebatang kayu sebagai ganti pedangnya agar ia terus bertempur. Namun, tiba-tiba kayu itu berubah menjadi pedang yang berukuran panjang, sangat kuat, dan mengkilat. Lalu, Ukkasah mempergunakan pedang tersebut pada perang Badar dan perang-perang yang lainnya hingga akhirnya mengantarkan Ukkasah pada pintu kesyahidan. Peperangan terakhir yang ia ikuti adalah perang Yamamah. Saat itulah ia gugur sebagai syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, seorang Iblis yang sebelumnya menyamar sebagai Suraqah ibn Malik, saat melihat keganasan para malaikat dan kaum muslimin terhadap para tentara musyrikin, ia melarikan diri dan kemudian menceburkan diri ke lautan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita juga harus melihat firman Allah, "Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, 'Tidak ada seorang manusia yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.' Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, 'Sesungguh¬nya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah.' Dan Allah sangat keras siksa-Nya." (QS. Al¬Anfa!: 48)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3280386432754953102?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3280386432754953102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perang-badar-kubra-bag4-jalannya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3280386432754953102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3280386432754953102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perang-badar-kubra-bag4-jalannya.html' title='PERANG BADAR KUBRA BAG.4 (JALANNYA PERTEMPURAN)'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-5269958652762593559</id><published>2010-08-13T18:51:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:52:26.654-07:00</updated><title type='text'>PERANG BADAR KUBRA BAG.3 (SEBELUM DIMULAI PEPERANGAN)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam terlebih dahulu sampai di sumber mata air Badar dan memutuskan untuk berhenti di tempat itu. Dan itu merupakan bagian dari strategi agar pasukan kaum muslimin dekat dengan sumber air. Melihat hal itu, Habab ibn Mundzir berkomentar, "Wahai Rasulullah! Mengapa engkau memilih tempat ini sebagai pemberhentian kita? Apakah tempat ini memang telah ditentukan Allah kepadamu dan kita tidak dapat memajukan atau mengundurkannya sedikitpun, ataukah ini adalah bagian dari pendapat, strategi, dan siasat perang?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Ini hanyalah sekedar pedapat, stategi, dan taktik perang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Habab berkata, "Wahai Rasulullah, jika demikian halnya, aku juga ingin mengemukakan pendapatku. Menurutku, tempat ini tidak tepat untuk kita berhenti. Sebaiknya kita terus berjalan hingga sampai di mata air yang paling dekat dengan perkemahan bangsa Quraisy. Setelah itu, kita duduki tempat tersebut dan kita hancurkan seluruh sumur yang ada di seberangnya dan menjadikannya kolam penampungan air. Lalu, kita penuhi kolam itu dengan air dan kita baru menyerang mereka. Dengan begitu, niscaya kita akan dapat minum air itu sedang mereka sama sekali tidak bisa meminumnya." Pada saat itu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam berkata, "Pendapatmu sangat bagus!" Kemudian, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam pun menjalankan taktik yang ditawarkan oleh Habab ibn Mundzir radhiallahu 'anhu. Petunjuk yang diberikan oleh Habab ini diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dengan riwayat munqathi' -Ibnu Hisyam (2/312-313), atau dengan riwayat mursal dan terhenti pada Urwah sebagaimana yang tertulis dalam al-Ishabah (1/302), Hakim (3/446-447). Riwayat tersebut dinilai sebagai hadis munkar oleh Dzahabi dan Umawi sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnu Katsir di dalam al-Bidayah wa an-Nihayah (3/293) dengan silsilah periwayatan yang munqathi' (terputus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka telah berhasil menduduki tempat yang dimaksud, Sa'ad ibn Muadz berkata kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam, "Wahai Nabi Allah! Tidakkah kami perlu membangun kemah khusus untuk tempat istirahatmu, menyiapkan hewan kendaraanmu dan kemudian kita baru menyerang musuh kita? Sungguh, seandainya Allah memberikan kemenangan dan kejayaan kepada kita atas musuh-musuh kami, maka itulah yang kami inginkan. Namun, bila kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya, maka engkau sudah siap untuk menyelamatkan diri dan menemui kaum kita. Wahai Rasulullah, sesungguhnya ada beberapa kaum yang menantimu di tanah air kita dan kecintaan mereka terhadapmu lebih besar dari kami. Sehingga, bila mereka mendengar bahwa engkau berperang, niscaya mereka pun tidak akan tinggal diam. Allah pasti akan melindungimu dengan mereka. Sebab mereka pasti akan memberimu pertimbangan dan senantiasa berjuang di belakangmu." Maka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam pun menyepakati usulan Sa'ad tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, perlu digarisbawahi bahwa saat terjadinya perang Badar tersebut, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam ikut berperang aktif dan terlibat langsung dalam pertempuran. Jadi, beliau tidak hanya berada di dalam kemah dan berdoa saja sebagaimana dipahami oleh sebagian ahli sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad menuturkan: Ali radhiallahu 'anhu menceritakan, "Kalian tentu telah menyaksikan bagaimana kami pada saat pecahnya perang Badar. Saat itu, kami berlindung di belakang Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam, sedang beliau terus membawa kami mendekati musuh. Dan beliau adalah orang yang paling berani ketika itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan isnad yang sama, sebuah hadis lain menuturkan, "Ketika keberanian mulai memuncak pada saat perang Badar, kami terus bergerak bersama-sama Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam Bahkan, beliau adalah orang yang paling berani. Terbukti, tidak ada satu pun kaum muslimin yang paling dekat dengan musuh selain beliau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim meriwayatkan: Pada perang Badar, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam berkata kepada para sahabatnya, "Jangan ada seorang pun di antara kalian bergerak sebelum aku memberi komando." Ibnu Katsir berkata, "Beliau terjun dan terlibat langsung dalam pertempuran itu dengan segenap jiwa dan raga. Demikian halnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq. Sehingga, keduanya tidak hanya berjuang dengan berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam kemah saja, tetapi juga turun ke medan pertempuran dan bertempur dengan mengerahkan segala daya dan upaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, setelah pada siang harinya mengerahkan segala kemampuan dan daya upaya yang mungkin dapat dilakukan untuk memenangkan pertempuran, pada malam harinya beliau menghabis¬kan waktunya untuk terus berdoa dan memohon kepada Allah untuk memberikan kemenangan terhadap pihak tentara Islam. Adapun salah satu doa beliau saat itu adalah seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim berikut: "Ya Allah, sempurnakanlah kepadaku segala apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa-apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam, tentulah Engkau tidak akan lagi disembah di muka bumi ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah riwayat mengatakan: Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam terus berdoa sampai kain sorbannya terjatuh dari kedua pundak beliau. Kemudian, Abu Bakar datang menghampiri beliau, mengambil sorban beliau yang terjatuh dan kemudian memakaikannya kembali ke pundak beliau. Setelah itu, ia pun melakukan apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam di belakangnya. Setelah itu, Abu bakar berkata, "Wahai Nabi Allah, tidakkah sudah cukup permohonanmu kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, karena sesungguhnya Allah pasti akan memenuhi seluruh janji-Nya kepadamu?" Maka Allah berfirman,"(lngatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, 'Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut'." (QS. Al-Anfal: 9) Dan benar, esok harinya, Allah mengirimkan bala bantuan kepada mereka berupa pasukan tentara malaikat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun doa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam pada saat perang Badar yang diriwayatkan oleh Bukhari adalah:"Ya Allah, hamba memohon kepada Engkau akan janji dan perjanjian Engkau. Ya Allah, jika Engkau berkehendak (membuat hamba kalah), Engkau tidak akan disembah setelah hari (peperangan) ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lain menceritakan: Lalu Abu Bakar memegang tangan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam dan kemudian berkata, "Sudahlah Rasulullah, engkau sudah meminta dan mendesak Tuhanmu tanpa henti!" Esok harinya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam mempergunakan baju besi dan kemudian keluar dari kemahnya seraya berkata, "Golongan itu (pasukan Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang." (QS. Al-Qamar: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hatim menceritakan: Ikrimah berkata, "Ketika diturunkannya ayat ' ... golongan itu (pasukan Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang ... ', Umar berkata alam hati, "Golongan manakah yang akan dikalahkan itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar radhiallahu 'anhu juga menceritakan: Ketika perang Badar dimulai, aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam mempergunakan baju besi sambil berkata, Golongan itu (pasukan Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang." Maka, aku segera mengetahui maksud ucapan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Jum'at pagi, tanggal 17 Ramadhan, tahun ke-2 hijriah, tepatnya ketika kedua belah pihak (muslim dan Quraisy) sudah saling berhadapan dan sedang mengambil ancang-ancang untuk saling menyerbu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam berdoa kepada Allah seraya berkata: "Ya Allah, itulah kaum Quraisy yang telah datang dengan sombong dan congkaknya. Mereka memusuhi-Mu, menyalahi perintah-perintah¬Mu, dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, aku hanya meminta pertolongan yang telah Engkau janjikan kepada hamba. Ya Allah, binasakanlah mereka pagi ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali akan berangkat bertempur, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam selalu terlebih dahulu merapatkan barisan pasukan kaum muslimin. Dia melakukan inspeksi barisan seraya menggenggam sebuah anak panah. Saat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam sedang melakukan pemeriksaan barisan, tiba-tiba beliau menekankan anak panah beliau ke perut Sawad ibn Ghaziyyah. Pasalnya, waktu itu ia agak sedikit keluar dari barisan. Beliau berkata kepadanya, "Sawad, luruskan barisanmu!" Sawad pun menjawab, "Rasulullah, engkau telah menyakitiku, maka bolehkah aku membalas¬mu?" Maka Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam membuka bagian perut beliau seraya berkata, "Lakukanlah!" Akan tetapi, Sawad ternyata tidak jadi membalas, tetapi justru memeluk Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam dan mencium bagian perut beliau. Dengan heran, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam bertanya, "Apa yang membuatmu seperti ini, Sawad?" Sawad menjawab, ''Wahai Rasulullah, seperti itulah yang aku inginkan. Sesungguhnya aku telah berharap agar mati setelah bisa menyentuhkan kulitku dengan kulitmu." Lantas, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam pun mendoakan Sawad dengan hal yang baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam memberikan berbagai arahan dan pengarahan kepada pasukan muslim tentang berbagai hal yang berkaitan strategi dan siasat mereka hari itu. Beliau berkata, "Apabila mereka mendekati kalian, maka serang mereka dengan anak panah kalian dan jangan sampai didahului oleh mereka! Ingat, jangan sampai kalian melupakan pedang kalian hingga kalian lengah dan dapat dirobohkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpesan demikian, beliau lantas mengobarkan semangat pasukan muslimin dengan berkata, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, setiap orang yang berperang melawan mereka (pasukan Quraisy) pada hari ini, kemudian mati dalam keadaan tabah, mengharapkan keridhaan Allah, maju terus pantang mundur, pasti akan dimasukkan ke dalam surga. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dikatakan bahwa ketika kaum musyrikin telah mendekat, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam berkata, "Bangkitlah kalian untuk menuju surga yang luasnya seperti luas langit dan bumi." Mendengar ucapan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam tersebut, Umair ibn Humam al-Anshari berkata, "Wahai Rasulullah! Apakah benar surga memiliki luas seperti luas langit dan bumi?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Benar." Dengan terkagum-kagum, Umair berucap, "Oh, betapa besarnya surga itu!" Lalu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam bertanya kepada Umair, "Mengapa engkau berkata demikian?" Umair menjawab, "Tidak, Rasulullah. Demi Allah, aku hanya berharap menjadi bagian dari penghuninya." Beliau berkata, "Engkau akan menjadi salah satu penghuninya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia mengeluarkan beberapa butir kurma dan mema¬kannya. Setelah itu, ia berkata, "Seandainya aku masih hidup dan dapat memakan kurma-kurma ini, maka itu adalah kehidupan yang sangat panjang." Lalu ia melemparkan kurma yang ada di gengga-mannya dan kemudian menjadi beringas bertempur sampai akhirnya terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auf ibn Harits (putra Afra) berkata, ''Wahai Rasulullah, apa yang membuat Allah tersenyum saat melihat hamba-Nya?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Ketika tangan seorang hamba itu menceburkannya ke tengah-tengah musuh tanpa mempergunakan pelindung." Maka, seketika itu juga Auf membuka pakaian besi yang melindunginya, dan kemudian melemparkannya. Setelah itu, ia menghunus pedangnya dan bertempur di medan perang sampai terbunuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dimulainya peperangan, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam meminta kepada para sahabatnya untuk tidak membunuh orang-orang dari Bani Hasyim dan beberapa orang lainnya. Pasalnya, mereka ikut mening¬galkan kota Mekah dan berperang karena dipaksa. Dan di antara mereka yang disebutkan namanya oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam adalah Abu Bukhtari ibn Hisyam (salah satu orang yang pergi ke Ka'bah untuk merobek surat pemboikotan bangsa Quraisy terhadap kaum muslimin dan ia sama sekali tidak menyakiti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam) dan Abbas ibn Abdul Muthalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Hudzaifah mendengar perintah itu, ia berkata, "Apakah kami harus membunuh bapak-bapak, anak-anak, saudara¬-saudara, dan keluarga kami, sementara kami harus membiarkan Abbas hidup? Demi Allah, bila aku bertemu dengannya, niscaya aku akan menebasnya dengan pedang." Akhirnya, ucapan tersebut sampai ke telinga Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam Maka, beliau pun berkata kepada Umar, "Wahai Abu Hafshah, benarkah ia akan memukul wajah paman Rasulullah dengan pedang?" Umar berkata, "Wahai Rasulullah, izinkan saya untuk memenggal lehernya dengan pedang. Demi Allah, ia telah berbuat kemunafikan." Sementara itu, beberapa waktu kemudian, Abu Hudzaifah berkata, "Aku merasa tidak tentram dengan kata-kataku saat itu. Bahkan sampai sekarang aku masih merasa takut, kecuali bila aku sudah menebusnya dengan kesyahidan." Maka, akhirnya Abu Hudzaifah pun mati syahid pada perang Yamamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa sebelum peperangan dimulai, Asad ibn Abdul Asad al-¬Makhzumi keluar dari pasukan Quraisy seraya berkata, "Demi tuhan, aku sungguh-sungguh akan meminum air kolam mereka, akan merusaknya (kolam air), atau mati di hadapannya." Maka, ketika ia sudah mendekat, Hamzah pun merintanginya dan menyerangnya. Hamzah berhasil memukulnya hingga kakinya retak. Akan tetapi, Asad masih terus merangkak menuju ke kolam guna memenuhi sumpahnya dan Hamzah terus mengikutinya, memukul, dan akhirnya membunuhnya di depan kolam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: As-Sirah an-Nabawiyyah fii Dhau'I al-Mashaadir al-Ashliyyah: Diraasah Tahliiliyyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-5269958652762593559?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/5269958652762593559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perang-badar-kubra-bag3-sebelum-dimulai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5269958652762593559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5269958652762593559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perang-badar-kubra-bag3-sebelum-dimulai.html' title='PERANG BADAR KUBRA BAG.3 (SEBELUM DIMULAI PEPERANGAN)'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-6837727407384417345</id><published>2010-08-13T18:47:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:51:29.660-07:00</updated><title type='text'>PERANG BADAR KUBRA BAG.2 (SEBELUM DIMULAI PEPERANGAN)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah perjalanan, tepatnya di lembah al-Wabirah, seorang laki-laki musyrik datang menjumpai beliau. Ia terkenal sebagai seorang pemberani dan kuat. Ia meminta kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam agar diperbolehkan bergabung dengan pasukan muslimin untuk berperang. Akan tetapi, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Pulanglah! Aku tidak akan pernah meminta pertolongan kepada seorang musyrik." Pada saat beliau berada di dekat pohon. Laki-laki ini mengungkapkan keinginannya untuk kedua kali. Pada saat beliau tengah berada di padang pasir, laki-laki ini kembali mendatanginya dan mengungkapkan keinginan¬nya untuk yang ketiga kali. Akan tetapi, beliau tetap menjawab dengan jawaban yang sama. Akhirnya, laki-laki tersebut masuk Islam dan beliau pun baru mengizinkannya ikut bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hampir sampai di Shafra, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengutus Basbas al-Juhni dan Adi ibn Abi Zaghaba al-Juhni ke Badar untuk mengecek dan mencari informasi tentang Abu Sufyan dan kafilah¬nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lain menuturkan: Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar sendiri yang berangkat untuk melakukan tugas pengintaian ini. Lantas, keduanya dengan seorang lelaki tua. Kepada orang itu, keduanya menanyakan keadaan pasukan kaum Quraisy. Namun, orang itu meminta agar beliau dan Abu Bakar mengatakan terlebih dahulu siapa mereka sebenarnya. Keduanya sepakat dengan syarat itu, tetapi setelah orang itu memberikan informasi yang mereka inginkan. Maka, laki¬-laki itu mengabarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bahwa pasukan Quraisy telah mendengar kedatangan Muhammad dan para sahabatnya pada hari 'ini' dan 'itu'. "Apabila kalian ingin membuktikan, silahkan lihat mereka (kaum muslimin) di tempat 'ini'(tempat kaum muslimin saat itu berkemah)," ucapnya. Kemudian ia menambahkan, "Bila kalian ingin melihat keberadaan pasukan Quraisy, datanglah ke tempat ini (tempat kaum Quraisy berkumpul waktu itu)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, orang itu berkata, "Nah, sekarang katakanlah, dari mana kalian berdua ini?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Kami dari daerah perairan." Kemudian keduanya langsung beranjak pergi meninggalkan orang itu penuh penasaran. "Dari daerah perairan? Apakah mereka dari Irak?" tanyanya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sore harinya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengutus Ali, Zubair, dan Sa'ad ibn Abi Waqqash dengan disertai beberapa orang sahabat untuk mencari informasi tentang gerakan dan keadaan musuh. Kemudian, di sebuah mata air mereka bertemu dengan dua orang pemuda yang bertugas menyediakan air minum pasukan Mekah. Maka, mereka pun membawa kedua pemuda itu ke hadapan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam Namun, saat itu beliau tengah melaksanakan shalat. Akhirnya, kedua pemuda itu langsung diinterogasi oleh para sahabat. Ketika ditanya tentang siapa mereka, keduanya mengaku sebagai penyedia air minum Pasukan Quraisy. Namun, para sahabat belum percaya dengan jawaban kedua pemuda tersebut. Bahkan, mereka mengira keduanya telah berbohong. Sebab, mereka masih meyakini keduanya adalah budak milik Abu Sufyan. Pasalnya, saat itu pikiran dan bayangan para shahabat masih tertuju kepada kafilah dagang Quraisy. Lantas, mereka pun beramai¬-ramai memukuli dua pemuda itu hingga dengan terpaksa mengaku sebagai budak milik Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai shalat, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menjumpai para sahabatnya dan mencela perbuatan mereka. Sebab, mereka justru memukuli keduanya saat berkata jujur dan membiarkan keduanya ketika berdusta. Kemudian, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menanyakan kepada keduanya tentang tempat pasukan Mekah berada. Kedua pemuda itu menjawab, "Mereka berada di balik bukit pasir ini, tepatnya di bibir lembah yang paling ujung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ketika Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menanyakan jumlah dan kesiapan tentara Quraisy, keduanya tidak dapat mengatakannya dengan pasti. Keduanya hanya mengatakan, bahwa setiap hari mereka menyembelih unta dan kambing antara sembilan sampai sepuluh ekor. Dari sini, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menyimpulkan bahwa jumlah mereka sekitar sembilan ratus sampai seribu tentara. Selain itu, kedua budak laki-laki tersebut memberitahukan kepada beliau nama-nama pembesar Mekah yang ada di dalam pasukan Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam berkata kepada para sahabatnya, "Itulah Mekah. Ia telah melemparkan kepada kalian potongan-potongan hatinya." Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengatakan hal itu seraya menunjuk pada tempat-tempat yang akan menjadi tempat terbunuhnya pemimpin bangsa Quraisy. Dan kemudian terbukti, tempat kematian mereka tidak jauh dari yang ditunjukkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam harinya, Allah menurunkan hujan untuk mensuci¬kan kaum muslimin dan menaklukkan bumi di bawah kaki mereka. Sebaliknya, hujan tersebut menjadi bencana besar bagi kaum musyrikin. Dalam menggambarkan kondisi pada waktu itu, Allah berfirman: "Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)." (QS. Al-Anfal: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu nikmat yang juga telah Allah berikan kepada kaum muslimin adalah rasa kantuk yang menjadikan mereka merasa tentram dan tenang, sebagaimana yang tertulis pada awal ayat yang menje¬laskan diturunkannya hujan, "(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentramanan dari pada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit .... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah serupa juga diriwayatkan oleh Ahmad dengan isnad yang sampai kepada Anas ibn Malik. Ia mengatakan: Abu Thalhah menceritakan: Kami tiba-tiba mengantuk. Padahal, saat itu kami tengah berada di barisan-barisan kami untuk menghadapi perang Badar. Aku termasuk salah seorang yang dilanda rasa kantuk itu hingga pedang yang ada di genggamanku terjatuh dan kemudian aku mengambilnya. Namun, pedang tersebut kembali terjatuh dan aku pun mengambilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga memberikan nikmat yang begitu besar kepada kaum Muslimin, yaitu dengan menciptakan perselisihan di tengah-tengah barisan musuh mereka. Tentang hal ini, Ahmad menuturkan: Sesungguhnya Atabah ibn Rabi'ah telah membujuk beberapa orang dari kaumnya untuk meninggalkan peperangan dengan mengingatkan mereka tentang akibat dan bahaya yang akan melanda mereka. "Ketahuilah, sesungguhnya kaum muslimin nanti itu akan berjuang mati-matian hingga titik darah penghabisan," ucapnya memberi alasan. Mendengar hal itu, Abu Jahal menuduh Rabi'ah ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Bazzar menceritakan: Saat itu Atabah berkata kepada kaumnya, "Sesama saudara akan saling membunuh satu sama lain. Sungguh, hal itu akan meninggalkan kepahitan yang tak akan pernah hilang selamanya." Maka, Abu Jahal pun menuduhnya takut. Tentu saja, ia tak terima dengan tuduhan itu. Lalu ia memanggil saudara laki-laki dan putranya untuk bermain anggar dengan dirinya dengan satu lawan dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam melihat Atabah sedang mengendarai unta merah. Kemudian, beliau bersabda, "Bila mereka ingin selamat, seharusnya mereka mengikuti perkataan si penunggang unta merah itu. Sungguh, bila mereka mendengar perkataannya, niscaya mereka akan selamat." Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Mereka mengingkari dan tidak mematuhi saran Atabah. Dan sarannya itu terpotong oleh dendam kesumat Abu Jahal terhadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: As-Sirah an-Nabawiyyah fii Dhau'I al-Mashaadir al-Ashliyyah: Diraasah Tahliiliyyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-6837727407384417345?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/6837727407384417345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perang-badar-kubra-bag2-sebelum-dimulai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6837727407384417345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6837727407384417345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perang-badar-kubra-bag2-sebelum-dimulai.html' title='PERANG BADAR KUBRA BAG.2 (SEBELUM DIMULAI PEPERANGAN)'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-4223734510366556535</id><published>2010-08-13T18:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:47:30.434-07:00</updated><title type='text'>PERANG BADAR KUBRA BAG.I (SEBAB TERJADINYA PERANG)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menerima kabar bahwa sebentar lagi kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan akan melintas dari perjalanan pulang mereka dari Syam. Maka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengumpulkan kaum muslimin dan kemudian bersabda kepada mereka, "Kafilah bangsa Quraisy sebentar lagi akan lewat. Mereka pasti membawa harta. Maka pergilah kalian untuk memerangi mereka! Semoga Allah memberikan kalian kekuatan untuk mengkocar-kacirkan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Abu Ayyub al-Anshari meriwayatkan: Pada saat kami berada di Madinah, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku telah mendapatkan kabar bahwa kafilah Abu Sufyan tak lama lagi akan datang dari Syam. Maka, sepakatkah kalian bila kita menghadang dan menyerang mereka? Sebab, bisa jadi Allah akan memberikan kita kekuatan untuk mengambil harta rampasan dari mereka." Kami menja¬wab, "Ya, kami sepakat." Lalu beliau pun berangkat dan kami ikut bersama beliau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam saat itu tidak mengajak seluruh kaum muslimin; untuk pergi berperang. Beliau hanya mengajak orang-orang yang hadir di hadapan beliau waktu itu. Bahkan, beliau saat itu sempat tidak mengizinkan orang-orang dari dataran tinggi Madinah untuk datang ke perkumpulan itu. Maka dari itu, beliau pun juga tidak mencela siapa saja yang tidak hadir dan tidak mengikuti peperangan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kekuatan kaum muslimin saat itu adalah 313 sampai 317 orang. Mereka terdiri dari kaum Muhajirin 82 atau 86 orang, Bani Aus 61 orang, dan kalangan Khazraj 170 orang.1211 Mereka berja¬lan dengan hanya membawa 2 kuda dan 70 unta. Maka, setiap dua orang atau tiga saling bergantian dalam mengendarai satu unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, Abu Lubabah dan Ali ibn Abi Thalib saat itu satu kelom¬pok dengan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dengan satu unta. Lalu, ketika giliran. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam untuk berjalan kaki tiba, keduanya berkata, "Kami akan tetap berjalan mengawalmu." Mendengar ucapan itu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Tetapi, kalian berdua tidaklah lebih kuat dariku dan aku bukanlah orang yang mampu memberikan upah kepada kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, tepatnya ketika mereka baru sampai Rauha, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam memanggil Abu Lubabah dan memerin¬tahkannya untuk kembali ke Madinah. Sebelum itu, beliau memerintah¬kan Abdullah ibn Ummi Maktum berazan untuk melaksanakan shalat. Sedangkan orang yang menggantikan posisi Abu Lubabah menemani Rasulullah dalam regunya adalah Martsad ibn Abi Martsad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Sufyan menyadari akan bahaya yang mengintai rombongannya, ia mengutus Dhamdham ibn Amru al-Ghaffari agar pulang ke Mekah untuk meminta bala bantuan dari bangsa Quraisy. Dhamdham pun segera pergi ke Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Mekah, ia menghentikan untanya sambil menutup hidungnya dan berupaya mengendalikan untanya. Lalu, ia merobek pakaiannya dan kemudian berteriak, "Wahai orang-orang Quraisy! Celaka, celaka! Harta kalian yang ada di Abu Sufyan sedang diintai Muhammad dan para sahabatnya. Aku tidak yakin kalian akan mendapatkannya kembali, maka selamatkanlah, selamatkanlah mereka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Quraisy pun bergegas berangkat pergi untuk membantu kafilah mereka. Di samping itu, mereka juga ingin bertemu secara langsung dengan kaum muslimin dalam sebuah pertempuran. Mereka berharap, bahwa pertempuran kali itu akan menyudahi, kekuatan kaum muslimin yang selama ini selalu merintangi jalur perdagangan mereka. Tidak ada satu pun para pembesar bangsa Quraisy yang tidak ikut dalam penyerbuan kali itu selain Abu Lahab. Namun, ia telah mengutus Ash ibn Hisyam untuk menggantikan posisinya. Ash melakukan hal tersebut sebagai ganti dari hutang yang dimilikinya yang berjumlah sekitar 4.000 dirham. Selain Abu Lahab, tidak ada satu pun keturunan bangsa Quraisy yang tidak hadir dalam peperangan tersebut kecuali Bani Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah mereka mencapai 1.300 orang. Mereka membawa 100 tentara berkuda, 600 tentara berbaju besi, dan sejumlah unta yang sangat banyak jumlahnya. Pasukan bangsa Quraisy ini dipimpin oleh Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika merasa khawatir dengan ancaman Bani Bakar yang akan melakukan tindakan makar karena permusuhan suku ini terhadap bangsa Quraisy selama ini, kaum Quraisy hampir saja kembali ke Mekah dan mengurungkan niat mereka. Akan tetapi, tiba-tiba Iblis muncul dengan menyamar sebagai Suraqah ibn Malik al-Madlaji, pemimpin Bani Kinanah. Ia berkata kepada orang-orang Quraisy, "Aku adalah pendukung kalian dari Bani Kinanah. Dan aku menjamin tidak akan ada serangan apapun terhadap kalian dari Bani Kinanah." Lalu, Mereka pun dengan mantap meninggalkan kota Mekah sebagaimana diceritakan Allah dalam firman-Nya: "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampung-kampung dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia, serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Anfal: 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, tiga hari sebelum kedatangan Dhamdham ibn Amru di Mekah untuk menyampaikan pesan Abu Sufyan, Atikah binti Abdul Muthalib telah memimpikan peristiwa tersebut. Ia berkata, "Aku melihat seorang laki-laki datang dengan menunggang untanya. Kemudian, ia berdiri di sebuah lembah yang sangat luas dan berkata, 'Wahai ahli Badar, berangkatlah untuk berperang selama tiga hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia menceritakan mimpi itu sebagaimana berikut: Aku melihat orang itu mengambil sebongkah batu besar dan menjatuhkannya dari puncak gunung. Maka, batu itupun meluncur ke bawah hingga hancur berkeping-keping. Akibatnya, setiap rumah atau bangunan yang kemasukan oleh kepingannya pun hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah ini diceritakan pula bantahan Abbas terhadap Abu Jahal ketika ditanya, "Mengapa semua ini bisa terjadi!", keinginannya untuk mencibir Abu Jahal dan keacuhan Abu Jahal terhadapnya ketika Dhamdham datang dan mengajak bangsa Quraisy untuk mencegah kaum muslimin untuk merampas kafilah mereka. Demikianlah, akhirnya mereka pun bersiap-siap dan kemudian pergi menuju Badar. Dan Allah membenarkan mimpi Atikah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan selalu teringat dengan berbagai bahaya yang berulang kali akan dilancarkan kaum muslimin terhadap dirinya. Karena itu, ketika kafilahnya sudah hampir mendekati Badar, ia menemui Majdi ibn Amru dan menanyakan keberadaan pasukan Rasulullah. Majdi mengatakan, bahwa dirinya baru saja melihat dua orang pengendara unta menderumkan kedua untanya di atas anak bukit. Lalu, keduanya menuangkan air ke tempat minum mereka dan kemudian pergi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Abu Sufyan bergegas mendatangi tempat menderumnya kedua unta mereka dan mengambil kotoran keduanya. Lalu, ia meremukkannya hingga mengetahui bahwa kedua unta itu berasal dari Madinah. Lantas, dengan cepat Abu Sufyan mengalihkan rombongannya dari jalan utama yang biasa mereka lalui dan terletak di sebelah kiri Badar. Kemudian, ia membawa kafilahnya menyusuri jalan di tepi pantai yang berada di bagian Barat. Walhasil, akhirnya ia selamat dari bahaya yang mengancamnya. Setelah itu, ia mengirim surat susulan kepada pasukan bangsa Quraisy yang tengah berada di Juhfah. Di dalam surat itu, ia memberitahukan keselamatannya dan mempersilahkan mereka untuk kembali ke Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan kaum kafir Mekah pun bersiap-siap untuk kembali. Akan tetapi, Abu Jahal menolak langkah itu. "Demi tuhan! Kita tidak boleh pulang sebelum kita sampai di Badar dan menetap di sana selama tiga hari. Kita akan menyembelih kambing, makan, minum khamr, dan dihibur oleh para penyanyi wanita. Ini, kita lakukan agar orang¬-orang Arab (kaum muslimin) mengetahui keberadaan, arah perjalanan, dan tujuan kita, sehingga mereka tidak berani lagi mengusik kita selamanya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh pasukan Mekah mengikuti perintah Abu Jahal tersebut, kecuali Akhnas ibn Syariq. Ia bersama kaumnya dari Bani Zahrah kembali ke Mekah. Selain Akhnas, Ali ibn Abi Thalib juga ikut kembali ke Mekah. Pasalnya, sebuah pembicaraannya dengan kaum Quraisy, mereka telah menuduh Bani Hasyim masih menjalin hubungan kekerabatan dengan Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bangsa Quraisy terus berjalan sampai mendekati wilayah Badar. Tepatnya, di balik bukit pasir pada bagian bibir lembah paling jauh, sampai ke bagian lembah Badar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kedatangan pasukan Quraisy di Badar ini sampai ke telinga Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam, beliau berunding dengan para sahabatnya tentang langkah apa yang harus mereka lakukan. Ternyata, salah satu kelompok dari pasukan kaum muslimin merasa khawatir bahwa mereka belum siap menghadapi perang sebesar itu. Karena, menurut mereka ini, kekuatan kaum muslimin belum memiliki kemampuan dan perbekalan yang cukup untuk menghadapi perang tersebut. Demikianlah, mereka terus medebat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya, mereka membantahmu dengan kebenaran sesudah nyata ( bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu)." (QS. Al-Anfal: 5-6) untuk meyakinkan pandangan mereka terhadap beliau. Maka dari itu, Allah berfirman, Kemudian, para pemimpin pasukan Muhajirin angkat bicara. Mereka mendukung pendapat yang menyatakan mereka harus tetap berangkat bertempur menyerang kaum Quraisy. Pendapat ini terlontar dari Abu Bakar, Umar, dan Miqdad ibn Amr. Salah satu perkataan Miqdad adalah, "Rasulullah, laksanakan apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu, kami akan selalu menyertaimu. Demi Allah, kami tidak akan mengulangi perkataan Bani Israel kepada Musa, 'Berpe¬ranglah kamu dan Tuhanmu, karena kami akan tetap diam di sini!' Sungguh, kami hanya akan berkata, 'Pergilah kamu dan Tuhanmu, dan sesungguhnya para pasukan perang telah bersiap menyertai kalian berdua! Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, seandainya kamu membawa kami ke sebuah tempat yang tertutup (telah dikepung musuh) pun, niscaya kami akan tetap berperang bersamamu tanpa memperdulikan mereka semua'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, mereka berkata, "Kami tidak akan mengu¬capkan kata-kata yang diucapkan oleh kaum Musa, 'Pergilah engkau dan Tuhanmu. Berperanglah kalian berdua!' Sebab, sesungguhnya kami akan berperang di samping kanan, kiri, depan, dan belakangmu." Ucapan Miqdad tersebut membuat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar pernyataan beberapa pemimpin pasukan kaum Muhajirin, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam berkata, "Wahai orang-orang, siapa lagi yang akan melontarkan pendapatnya kepadaku?" Pertanyaan ini Rasulullah maksudkan untuk memancing pendapat dan pandangan dari para pemimpin pasukan Anshar. Sebab, mereka adalah bagian terbesar dari tentara Islam waktu itu. Di samping itu, karena perjanjian Aqabah Kubra pada dasarnya juga tidak mewajibkan masyarakat Anshar untuk melindungi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam di luar kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, Sa'ad ibn Muadz-pembawa bendera Anshar-pun angkat suara. Ia memahami maksud perkataan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam tersebut. Maka, ia pun segera bangkit dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Benar." Maka Sa'ad berkata, "Kami telah beriman kepadamu, sehingga kami akan selalu membenarkanmu. Dan kami bersaksi bahwa ajaran yang engkau bawa adalah benar. Karena itu, kami berjanji untuk selalu mentaati dan mendengarkan perintahmu. Berangkatlah wahai Rasululah Shalallahu 'alaihi wasallam, jika itu yang engkau kehendaki. Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan nilai-nilai kebenaran, seandainya engkau membawa kami ke laut itu, kemudian engkau benar-benar mengarunginya, niscaya kami pun akan mengikutimu. Sungguh, tidak akan ada satu pun tentara kami yang akan tertinggal dan kami tidak takut sedikit pun kalau memang engkau memper¬temukan kami dengan musuh-musuh kami esok hari. Sesungguhnya, kami adalah orang-orang yang terbiasa hidup dalam peperangan dan melakukan pertempuran. Semoga Allah memperlihatkan kepadamu berbagai hal dari kami yang dapat memberikan kebahagiaan bagimu. Maka, marilah kita berjalan menuju berkah Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam merasa bahagia dengan ucapan Sa'ad tersebut hingga beliau semakin bersemangat. Kemudian, beliau berkata, "Berjalanlah kalian (menuju medan perang) dan beritahukan berita gembira ini. Karena, Allah telah menjanjikan kepadaku akan memberi salah satu dari kedua belah pihak. Demi Allah, sekarang ini aku seperti melihat tempat kekalahan kaum (Quraisy)." Lalu, mereka pun berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: As-Sirah an-Nabawiyyah fii Dhau'I al-Mashaadir al-Ashliyyah: Dirasah Tahliiliyyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-4223734510366556535?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/4223734510366556535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perang-badar-kubra-bagi-sebab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4223734510366556535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4223734510366556535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/perang-badar-kubra-bagi-sebab.html' title='PERANG BADAR KUBRA BAG.I (SEBAB TERJADINYA PERANG)'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-2425393295647008890</id><published>2010-08-13T18:43:00.001-07:00</published><updated>2010-08-13T18:44:21.316-07:00</updated><title type='text'>PELAJAR SMU MEMELUK AGAMA ISLAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pernah bekerja sebagai seorang guru olah raga di salah satu sekolah SMU di kota Fort Mead wilayah Maryland di negara Amerika. Aku mengajar lima kelas berbeda di sekolah itu. Mulai dari kelas sembilan (tiga SMP) sampai dengan kelas dua belas (tiga SMU), masing-masing lokal berjumlah sekitar 40 orang murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang murid bernama James meminta izin ingin bertemu denganku. Ia bukanlah salah seorang murid dari kelas yang aku tangani. Ia meminta izin melalui salah seorang muridku. Ketika aku menemuinya di kantor, ia bertanya tentang perkara-perkara pokok dalam Islam. Lantas aku memberikan jawaban yang ringkas. Selanjutnya ia kembali menemuiku dan meminta keterangan tambahan tentang hal itu. Aku bertanya kepadanya, "Apakah pertanyaan ini ada hubungannya dengan pelajaran ilmu kemasyarakatan yang sedang engkau pelajari?" Jawabnya bahwa ia telah membaca sebuah buku tentang Islam di perpustakaan sekolah yang memunculkan perasaan ingin tahunya tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Amerika membuat peraturan adanya pemisahan antara urusan agama dan negara. Aku beritakan bahwa pembicaraan tentang masalah ini secara panjang lebar kurang tepat dilakukan di sekolah umum. Oleh karena itu aku mengundangnya untuk menikmati makanan ringan di restoran yang ada di dekat sekolah. Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dariku tentang Islam dan tauhid, terlihat bahwa ia banyak mengambil faedah dari pertemuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu usia James masih 16 tahun. Ada beberapa ganjalan yang masih menggelayuti pikiranku. Pertama, ia belum mencapai usia dewasa. Jika kedua orang tuanya tahu bahwa ia serius mempelajari Islam dan selalu berbincang denganku, tentu mereka akan melarangnya. Di samping itu, kota Fort Mead tidak lebih sebuah kota kecil tempat pangkalan angkatan bersenjata dan masih termasuk wilayah militer. Aku berfikir jangan-jangan yang demikian itu dapat menimbulkan problem, karena ayah pemuda itu bekerja di pangkalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian, aku masih sering bertemu dengannya di restoran itu. Setiap kali pertemuan, aku memberikan penjelasan yang lebih luas agar ia mendapat faedah lebih banyak. Kemudian muncul keinginannya untuk mengunjungi masjid tempat kaum muslimin melaksanakan shalat. Maka aku pun membawanya ke masjid kota Laurel yang berdampingan dengan kota Fort Mead. Masjid tersebut tidak lebih dari sebuah rumah kuno. Kaum muslimin setempat merubah bentuknya untuk kepentingan ibadah. Di sana aku mengajarkannya tata cara mengerjakan shalat yang membuat dirinya semakin tertarik dan takjub, karena shalat merupakan komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Rabb semesta alam SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian James mengabarkan kepadaku tentang keinginannya untuk memeluk agama Islam dan menanyakan apa yang harus ia lakukan. Aku katakan caranya mudah, hanya dengan sebuah ucapan. Walau antusiasnya memeluk agama Islam sangat besar, tidak lupa aku sampaikan kepadanya bahwa dosa terbesar yang diemban seorang hamba ketika bertemu dengan Rabbnya ialah dosa seorang yang murtad dari agama Islam. Oleh karena itu ia harus menambah pengetahuannya tentang Islam dan amalan yang telah Allah wajibkan baik yang berkaitan dengan tauhid atau perkara ibadah, agar ia memeluk agama Islam atas dasar kesadaran dan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian ia kembali mendatangiku. Dengan anugerah dan nikmat Allah serta dengan keinginan dan pilihan sendiri ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah itu dengan mengendarai mobilku, sekali dalam seminggu aku mengajaknya untuk melaksanakan shalat di masjid sekaligus untuk mendengarkan ceramah agama. Aku juga mulai mengajarinya huruf-huruf Arab dan dengan mudah dapat ia kuasai. Lantas aku lanjutkan dengan mengajarinya membaca al-Qur'an hingga ia mampu membacanya. Kemudian muncul keinginannya untuk mempelajari adzan. Setelah ia berhasil menguasainya, ia ingin memperaktekkannya di masjid sebagaimana yang telah diajarkan. Pengaruh adzan yang ia dengar dan yang ia kumandangkan terlihat jelas pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari aku mengajaknya pergi ke masjid. Aku tercengang ketika melihat ia keluar tidak memakai pakaian Amerika tapi malah mengenakan pakaian gamis. Apatah lagi masyarakat sekitarnya sudah mengetahui kalau aku sering mengunjungi rumahnya dan menemaninya pergi ke masjid. Mereka menanggapinya dengan perasaan tidak suka. Aku katakan kepadanya bahwa penampilan seperti ini akan mengundang banyak perhatian. Seorang muslim boleh memakai kemeja dan celana di saat melaksanakan shalat. Setelah aku selesai berbicara, ia memandangku dan menjawab dengan santai, "Ya ustadz Ahmad, imanmu lemah." Aku bertanya, "Apakah kedua orang tuamu melarangmu memakai gamis tersebut?" Ia jawab bahwa kedua orang tuanya tidak menghalanginya dan mereka memahami bahwa ini semua adalah keinginan dan pilihanku sendiri. Ia juga menyebutkan bahwa ibunya memasak daging halal secara terpisah sebagai penghormatan terhadap dirinya yang tidak boleh memakan daging babi atau bangkai. Aku menjadi tenang mendengar itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, ia mendatangiku dengan membawa permintaan yang lain. Waktu itu ia masih duduk di jenjang SMU. Ia ingin merubah namanya dengan nama Islami. Aku katakan hal itu tidak mesti selama namamu sekarang tidak terlarang dalam syariat. Begitu juga dengan memakai nama yang asing di kalangan teman-teman Amerikanya mungkin tidak membantunya dalam usaha untuk mendakwahi mereka ke dalam Islam. Atau mungkin di antara mereka ada yang menyangka bahwa ia harus menukar namanya jika ingin memeluk agama Islam. Jika mereka mengetahui hal itu mungkin mereka akan mencuekinya. Namun ia menjawab dengan ucapannya yang lalu, "Ya ustadz Ahmad... imanmu lemah." Sejak itu namanya berubah menjadi James Husain Abeba. Kelihatannya namanya yang terakhir diambil dari nama orang Afrika yang banyak dipakai oleh bangsa Amerika berkulit hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil menyelesaikan jenjang SMU, ia mulai mencari pekerjaan di saat liburan musim panas. Ia mendapat sebuah pekerjaan sebagai penerima tamu di salah satu klinik milik seorang dokter wanita muslimah. Ia banyak mengisi waktunya dengan membaca, karena klinik tersebut baru berdiri sehingga tugas yang dilakukan masih sedikit dan tidak banyak menyita waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kali, aku mendapat kesempatan untuk melaksanakan umrah pada bulan Ramadhan. Ini merupakan kali pertama aku menghabiskan bulan Ramadhan di kota Mekkah al-Mukarramah dan Kota Madinah Rasulullah SAW, bulan yang penuh berkah ini. Di balik kegembiraanku dapat melaksanakan Ied bersama kaum muslimin di kota Mekkah, aku masih mencemaskan pemuda (James) yang sedang sendirian di sana. Aku juga menanyakan keadaannya kepada beberapa teman yang ada di masjid. Mereka katakan bahwa ia masih tetap rutin datang, bahkan ia ikut melaksanakan i'tikaf pada sepuluh akhir bulan Ramadhan di masjid itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku pulang, aku menanyakan beritanya dan aktifitas yang telah ia lakukan. Namun ia tidak menyinggung sedikitpun tentang i'tikaf yang telah ia laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ia memasuki sebuah universitas dan memilih bidang sejarah Islam. Aku juga mendapat khabar bahwa ia menikahi seorang muslimah India. Akivitas yang ia lakukan berupaya mempersatukan mahasiswa muslim yang belajar di kampusnya. Setelah menyelesaikan bangku kuliah, ia bekerja sebagai staf pengajar di salah satu sekolah Islam yang ada di kota Chicago. Dan, setelah itu beritanya terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SUMBER: SERIAL KISAH-KISAH TELADAN karya Muhammd bin Shalih al-Qahthani sebagai yang dinukil dari buku ‘Allah Memberi Hidayah Kepada Siapa yang DikehendakiNya’, karangan Imtiyaz Ahmad [Aslinya berbahasa Arab])&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-2425393295647008890?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/2425393295647008890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/pelajar-smu-memeluk-agama-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/2425393295647008890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/2425393295647008890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/pelajar-smu-memeluk-agama-islam.html' title='PELAJAR SMU MEMELUK AGAMA ISLAM'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-4457573154294086590</id><published>2010-08-13T18:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:40:16.973-07:00</updated><title type='text'>PARA MALAIKAT MENOLONG NABI DAN SAHABATNYA DALAM PERANG AL-AHZAB</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan (al-Ahzab:9). Al-Allamah bin Katsir berkata, "Allah SWT berfirman memberitahukan nikmat, keutamaan, dan kebaikan-Nya yang telah dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dalam menghadapi dan mengalahkan musuh-musuhnya pada saat mereka terkepung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terjadi pada tahun Khandaq, bulan Syawal tahun kelima Hijriah dalam pendapat yang sahih dan masyur."Musa bin Aqabah dan lain-lainnya berpendapat bahwa peristiwa itu terjadi pada tahun keempat Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang menjadi menjadi sebab pengepungan tersebut adalah bahwa seorang pemuka Yahudi banin Nadhir yang telah diusir Rasulullah saw. dari kota Madinah ke Khaibar, di dalamnya termasuk Salam bin Abi al-Haqiq, Salam bin Masykam dan Khanah ibnar Rabi', keluar menuju kota Mekah. Mereka berkumpul dengan para pemuka Quraisy dan membujuk mereka untuk memerangi Rasulullah saw. dan menjanjikan kemenangan serta bantuan dari kelompok mereka sendiri. Kaum Quraisy menyetujui usulan mereka dan bersama-sama keluar untuk mengajak kaum Ghathfan bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga menyepakati usulan tersebut. Setelah itu, kaum Quraisy keluar bersama para sekutunya dibawah pimpinan Abu Sufyan Shakhar bin Harb, dan kaum Ghathfan dibawah pimpinan Uyainah bin Hushun bin Badar dengan kekuatan sebesar sepuluh ribu orang.Begitu Rasulullah saw. mendengar bergeraknya mereka untuk melakukan penyerangan, beliau segera memerintahkan kaum muslimin untuk menggali khandaq (lubang) di sekitar kota Madinah yang berhadapan ke timur kota. Hal itu beliau lakukan atas saran Salmah al-Farisi r.a. Dengan penuh ketekunan kaum muslimin bersama Rasulullah saw. bekerja keras menggali dan memindahkan tanah serta batu-batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, kaum musyrikin datang membuat kamp di sebelah timur kota di dekat Uhud. Lalu salah satu kelompok dari mereka turun ke dataran tinggi kota Madinah, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an, "(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan bawahmu." (al-Ahzab:10) Rasulullah saw. keluar bersama kaum muslimin yang berkekuatan sekitar 3000 orang, ada yang mengatakan 700 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyandarkan punggung masing-masing ke bongkahan batu/tanah. Sementara, wajah mereka menghadap ke arah datangnya musuh. Sedangkan khandaq di depan mereka tidak lebih dari sebuah lubang tanpa air yang memisahkan antara mereka dan menghalangi pasukan berkuda dan pejalan kaki untuk sampai kepada mereka, serta menempatkan kaum wanita dan anak-anak di dalam benteng kota.Bani Quraizhah adalah salah satu kelompok Yahudi yang memiliki benteng di sebelah timur kota Madinah dan terikat perjanjian serta jaminan dengan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kekuatan mereka sekitar 800 laskar. Lalu Huyai bin Akhthab an-Nadhari pergi menemui mereka dan membujuknya untuk bersama-sama menyerang Rasulullah saw. Ia tidak beranjak dari sana hingga mereka mengkhianati perjanjian yang dibuatnya dan bergabung mengepung Rasulullah saw. dan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini urusannya semakin besar, persoalan semakin rumit, dan keadaan semakin kritis, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, "Di situlah diuji orang-orang mukmin, dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat dasyat." (al-Ahzab:11) Mereka tetap tinggal di sana melindungi Rasulullah saw. dan para sahabatnya selama hampir satu bulan. Hanya saja kaum musyrikin belum sampai kepada mereka dan tidak terjadi pertempuran antara mereka.Lalu Amrun bin Abdi Wuddin al-'Amri salah seorang pasukan berkuda dan pahlawan pemberani yang tersohor pada zaman jahiliah, bersama beberapa orang prajurit berkuda melintasi khandaq dan berhasil menuju ke arah kaum muslimin. Rasulullah saw. segera memerintahkan beberapa prajurit berkuda untuk menghadapinya. Namun, tidak ada seorangpun yang menuruti perintahnya. Lalu beliau memerintahkan Ali bin Abi Thalib r.a. yang segera keluar menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa saat keduanya bertempur hingga akhirnya Ali bin Abi Thalib berhasil membunuhnya. Dan ini adalah pertanda kemenangan. Lalu Allah mengirimkan angin topan yang berhembus sangat dasyat ke arah para pengepung hingga tidak ada sebuah tenda pun yang tersisa dan tanpa nyala api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mereka semua lari meninggalkan ketakutan dan menderita kerugian, sebagaiman firman Allah SWT. "Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan." (al-Ahzab:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT, "Wa junuudun lam tarauhaa," menurut Ibnu Katsir adalah para malaikat yang membuat mereka (kaum musyrikin) terguncang dan menyusupkan rasa kaget dan takut ke dalam hati mereka. Pada saat itu, setiap kepala kabilah berkata, "Wahai bani Fulan kemarilah kepadaku." Dan mereka pun berkumpul kepadanya dan berkata, "Keselamatan, keselamatan" karena Allah menimpakan ketakutan ke dalam hati mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-4457573154294086590?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/4457573154294086590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/para-malaikat-menolong-nabi-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4457573154294086590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4457573154294086590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/para-malaikat-menolong-nabi-dan.html' title='PARA MALAIKAT MENOLONG NABI DAN SAHABATNYA DALAM PERANG AL-AHZAB'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-5863145814922825957</id><published>2010-08-13T18:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:39:30.560-07:00</updated><title type='text'>PANGLIMA ROMAWI YG BERTOBAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kegemparan terjadinya peperangan Yarmuk, salah seorang panglima Romawi yang bermana George memanggil Khalid bin Walid. Kedua orang panglima itu saling mendekat sampai kedua kepala kuda mereka saling bertemu. Kepada Khalid, George bertanya: "Wahai Khalid, aku meminta kamu berbicara dengan jujur dan jangan berdusta sedikitpun, kerana Tuhan Yang Maha Mulia tidak pernah berdusta, dan jangan pula kamu menipuku, karana sesungguhnya orang yang beriman itu tidak akan berdusta di sisi Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanyalah apa yang ingin engkau tanyakan," kata Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah Allah menurunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW sebuah pedang dari langit kemudian diberikannya kepadamu sehingga jika kamu pakai pedang itu untuk berperang, pasti kamu akan menang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak!" Jawab Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah sebabnya kamu digelar dengan Saifullah (Pedang Allah)?" Tanya George.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid menjawab: "Ketika Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW, seluruh kaumnya sangat memusuhinya termasuk juga aku, aku adalah orang yang paling membencinya. Setelah Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepadaku, maka aku pun masuk Islam. Ketika aku masuk Islam Rasulullah SAW menerimaku dan memberi gelaran kepadaku "Saifullah" (pedang Allah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi tujuan kamu berperang ini untuk apa?" Tanya George. "Kami ingin mengajak kamu supaya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu adalah utusan Allah dan kami juga ingin mengajak kamu untuk mempercayai bahwa segala apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW itu adalah benar." Jawab Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George bertanya: "Apakah hukumannya bila orang itu tidak mahu menerimanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Khalid: "Hukumannya adalah harus membayar jizyah, maka kami tidak akan memeranginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau mereka tidak mahu membayar?" Tanya George.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan mengumumkan perang kepadanya," kata Khalid bin Walid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George bertanya: "Bagaimanakah kedudukannya jika orang masuk Islam pada hari ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid menjawab: "Di hadapan Allah SWT, kita akan sama semuanya, baik dia orang yang kuat, orang yang lemah, yang dahulu maupun yang kemudian masuk Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah orang dahulu masuk Islam kedudukannya akan sama dengan orang yang baru masuk?" Tanya George.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid menjawab: "Orang yang datang kemudian akan lebih tinggi kedudukannya dari orang yang terdahulu, sebab kami yang terlebih dahulu masuk Islam, menerima Islam itu ketika Rasulullah SAW masih hidup dan kami dapat menyaksikan turunnya wahyu kepada baginda. Sedangkan orang yang masuk Islam kemudian tidak menyaksikan apa yang telah kami saksikan. Oleh kerana itu siapa saja yang masuk Islam yang datang terakhir maka dia akan lebih mulia kedudukannya, sebab dia masuk Islam tanpa menyaksikan bukti-bukti yang lebih meyakinkannya terlebih dahulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George bertanya: "Apakah yang kamu katakan itu benar?" "Demi Allah, sesungguhnya apa yang aku katakan itu adalah benar,"jawab Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George berkata: "Kalau begitu aku akan percaya kepada apa yang kamu katakan itu, mulai saat ini aku bertaubat untuk tidak lagi memusuhi Islam dan aku menyatakan diri masuk ke dalam agama Islam, wahai Khalid tolonglah ajarkan aku tentang Islam."    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Khalid bin Walid membawa George ke dalam khemahnya, kemudian menuangkan air ke dalam timba untuk menyuruh George bersuci dan mengerjakan solat dua rakaat.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Khalid bersama dengan George masuk ke dalam khemah, maka tentara Romawi mengadakan serangan besar-besaran terhadap pertahanan umat Islam.     Setelah selesai mengerjakan solat, maka Khalid bin Walid bersama dengan George dan kaum Muslimin lainnya meneruskan peperangan sampai matahari terbenam dan di saat itu kaum Muslimin mengerjakan solat Zohor dan Asar dengan isyarat saja.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertempuran itu, George yang telah bergabung dengan barisan kaum Muslimin itu terbunuh, dan dia hanya baru mengerjakan solat dua rakaat bersama dengan Khalid bin Walid. Walaupun demikian, ia telah menyatakan keIslamannya dan berjanji untuk tidak akan kembali lagi kepada agama lamanya. Semoga Allah menempatkan George ke dalam golongan orang-orang yang mati syahid. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-5863145814922825957?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/5863145814922825957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/panglima-romawi-yg-bertobat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5863145814922825957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5863145814922825957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/panglima-romawi-yg-bertobat.html' title='PANGLIMA ROMAWI YG BERTOBAT'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-8877324366175572725</id><published>2010-08-13T18:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:32:06.574-07:00</updated><title type='text'>Paku Di Tiang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa ketika yang silam, ada seorang ikhwah yang mempunyai seorang anak lelaki bernama Mat. Mat membesar menjadi seorang yang lalai menunaikan suruhan agama. Meskipun telah berbuih ajakan dan nasihat,suruhan dan perintah dari ayahnya agar Mat bersembahyang, puasa dan lain-lain amal kebajikan, dia tetap meninggalkannya.Sebaliknya amal kejahatan pula yang menjadi kebiasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki judi, kaki botol, dan seribu satu macam jenis kaki lagi menjadi kemegahannya. Suatu hari ikhwah tadi memanggil anaknya dan berkata, "Mat, kau ni terlalu sangat lalai dan berbuat kemungkaran. Mulai hari ini aku akan pacakkan satu paku tiang di tengah halaman rumah kita. Setiap kali kau berbuat satu kejahatan,maka aku akan benamkan satu paku ke tiang ini. Dan setiap kali kau berbuat satu kebajikan, sebatang paku akan kucabut keluar dari tiang ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapanya berbuat sepertimana yang dia janjikan, dan setiap hari dia akan memukul beberapa batang paku ke tiang tersebut. Kadang-kadang sampai berpuluh paku dalam satu hari. Jarang-jarang benar dia mencabut keluar paku dari tiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari bersilih ganti, beberapa purnama berlalu, dari musim ribut tengkujuh berganti kemarau panjang. Tahun demi tahun beredar.Tiang yang berdiri megah di halaman kini telah hampir dipenuhi dengan tusukan paku-paku dari bawah sampai ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu dipenuhi dengan paku-paku. Ada yang berkarat lepat dek kerana hujan dan panas. Setelah melihat keadaan tiang yang bersusukan dengan paku-paku yang menjijikkan pandangan mata, timbullah rasa malu. Maka dia pun berazamlah untuk memperbaiki dirinya. Mulai detik itu, Mat mula sembahyang. Hari itu saja lima butir paku dicabut ayahnya dari tiang. Besoknyas sembahyang lagi ditambah dengan sunat-sunatnya.Lebih banyak lagi paku tercabut. Hari berikutnya Mat tinggalkan sisa-sisa maksiat yang melekat. Maka semakin banyaklah tercabut paku-paku tadi. Hari demi hari, semakin banyak kebaikan yang Mat lakukan dan semakin banyak maksiat yang ditinggal, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ayahnyapun memanggil anaknya dan berkata: "Lihatlah anakku, ini paku terakhir, dan akan aku cabutkannya keluar sekarang. Tidakkah kamu gembira?" Mat merenung pada tiang tersebut, tapi disebalik melahirkan rasa gembira sebagai yang disangkakan oleh ayahnya, dia mula menangis teresak-esak. "Kenapa anakku?" tanya ayahnya, "aku menyangkakan tentunya kau gembira kerana semua paku-paku tadi telah tiada."Dalam nada yang sayu Mat mengeluh, "Wahai ayahku, sungguh benar katamu, paku-paku itu telah tiada,tapi aku bersedih parut - parut lubang dari paku itu tetap kekal ditiang, bersama dengan karatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakan yang dimuliakan, Dengan dosa-dosa dan kemungkaran yang seringkali diulangi hinggakan menjadi suatu kebiasaan ,kita mungkin boleh mengatasinya, atau secara beransur-ansur menghapuskannya,tapi ingatlah bahawa parut-parutnya akan kekal. Dari itu, bilamana kita menyedaridiri ini melakukan suatu kemungkaran,ataupun sedang diambang pintu habit yang buruk, maka berhentilah serta-merta. Kerana setiap kali kita bergelimang dalam kemungkaran, maka kita telah membenamkan sebilah paku lagi yang akan meninggalkan parut pada jiwa kita, meskipun paku itu kita cabut kemudiannya. Apatah lagi kalau kita biarkan ianya berkarat dalam diri ini sebelum dicabut. Lebih-lebih lagilah kalau dibiarkan berkarat dan tak dicabut.Wassalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-8877324366175572725?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/8877324366175572725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/paku-di-tiang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8877324366175572725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8877324366175572725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/paku-di-tiang.html' title='Paku Di Tiang'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-8389041304980178051</id><published>2010-08-13T18:22:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:23:26.199-07:00</updated><title type='text'>ORANG BERIMAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Jarir bin Adullah dia berkata, "Kami pergi bersama Rasulullah saw.. Setelah kami meninggalkan Madinah, tiba-tiba ada seorang penunggang menuju ke arah kami. Rasulullah saw. bersabda,  Sepertinya penunggang itu ada keperluan kepadamu.? Akhirnya, tibalah penunggang itu pada kami seraya memberi salam. Kami pun menjawab salamnya. Rasulullah saw. Bertanya kepadanya,  Dari mana engkau?  Dia menjawab, "Dari istriku, anakku, dan keluargaku.  Beliau bertanya,  Hendak ke mana kamu? Dia menjawab,  Hendak menemui Rasulullah.  Beliau bersabda,  Kamu telah menjumpainya.  Dia berkata,  Ajarkanlah kepadaku apakah iman itu?  Beliau bersabda,  Hendaklah kmau bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, bahwa Muhammad merupakan Rasul Allah, kamu pun harus mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan beribadah haji ke Baitullah.  Dia berkata,  Sungguh aku mengakui "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarir melanjutkan, "Kemudian kaki depan unta orang itu masuk ke dalam lubang tikus yang besar sehingga unta pun terperosok, demikia pula orang itu terjatuh dengan kepala terbentur hingga ia mati. Maka Rasulullah bersabda,  Saya harus menolong orang itu!  Maka Amar bin Yasir dan Hudzaifah bin al-Yaman meloncat untuk memburu Nabi saw. Lalu keduanya mendudukkan beliau seraya berkata,  Ya Rasulullah, orang itu sudah meninggal. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarir berkata, "Maka Rasulullah berpaling dari kedua sahabat itu, lalu bersabda kepada keduanya,  Apakah kamu berdua tidak melihat keberpalinganku dari orang itu? Sungguh saya melihat dua malaikat menyuapkan buah surga ke mulut orang itu sehingga tahulah saya bahwa dia mati dalam keadaan lapar!  Kemudian Rasulullah saw. Bersabda,  Orang ini termasuk orang-orang yang disifati Allah dalam firman-Nya, "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan mereka tidak mencampurkan keimanannya dengan kezaliman.  Kemudian beliau melanjutkan,  Bawalah saudaramu itu!  Maka kami pun membawanya ke air, memandikannya, melumurinya dengan obat, mengafaninya, dan membawanya ke kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, datanglah Rasulullah saw. Kemudian beliau duduk di pinggir kubur dan bersabda,  Buatlah lahad (relung di lubang kubur) dan jangan membuat galian di tengah-tengah, sebab lahad itu untuk umat Islam sedang lubang di tengah untuk agama lain."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-8389041304980178051?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/8389041304980178051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/orang-beriman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8389041304980178051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8389041304980178051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/orang-beriman.html' title='ORANG BERIMAN'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-4668650606804508439</id><published>2010-08-13T18:17:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:21:29.358-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ORANG BERIMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Jarir bin Adullah dia berkata, "Kami pergi bersama Rasulullah saw.. Setelah kami meninggalkan Madinah, tiba-tiba ada seorang penunggang menuju ke arah kami. Rasulullah saw. bersabda,  Sepertinya penunggang itu ada keperluan kepadamu.? Akhirnya, tibalah penunggang itu pada kami seraya memberi salam. Kami pun menjawab salamnya. Rasulullah saw. Bertanya kepadanya,  Dari mana engkau?  Dia menjawab, "Dari istriku, anakku, dan keluargaku.  Beliau bertanya,  Hendak ke mana kamu? Dia menjawab,  Hendak menemui Rasulullah.  Beliau bersabda,  Kamu telah menjumpainya.  Dia berkata,  Ajarkanlah kepadaku apakah iman itu?  Beliau bersabda,  Hendaklah kmau bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, bahwa Muhammad merupakan Rasul Allah, kamu pun harus mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan beribadah haji ke Baitullah.  Dia berkata,  Sungguh aku mengakui "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarir melanjutkan, "Kemudian kaki depan unta orang itu masuk ke dalam lubang tikus yang besar sehingga unta pun terperosok, demikia pula orang itu terjatuh dengan kepala terbentur hingga ia mati. Maka Rasulullah bersabda,  Saya harus menolong orang itu!  Maka Amar bin Yasir dan Hudzaifah bin al-Yaman meloncat untuk memburu Nabi saw. Lalu keduanya mendudukkan beliau seraya berkata,  Ya Rasulullah, orang itu sudah meninggal. " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarir berkata, "Maka Rasulullah berpaling dari kedua sahabat itu, lalu bersabda kepada keduanya,  Apakah kamu berdua tidak melihat keberpalinganku dari orang itu? Sungguh saya melihat dua malaikat menyuapkan buah surga ke mulut orang itu sehingga tahulah saya bahwa dia mati dalam keadaan lapar!  Kemudian Rasulullah saw. Bersabda,  Orang ini termasuk orang-orang yang disifati Allah dalam firman-Nya, "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan mereka tidak mencampurkan keimanannya dengan kezaliman.  Kemudian beliau melanjutkan,  Bawalah saudaramu itu!  Maka kami pun membawanya ke air, memandikannya, melumurinya dengan obat, mengafaninya, dan membawanya ke kubur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, datanglah Rasulullah saw. Kemudian beliau duduk di pinggir kubur dan bersabda,  Buatlah lahad (relung di lubang kubur) dan jangan membuat galian di tengah-tengah, sebab lahad itu untuk umat Islam sedang lubang di tengah untuk agama lain."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-4668650606804508439?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/4668650606804508439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/orang-beriman-imam-ahmad-meriwayatkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4668650606804508439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4668650606804508439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/orang-beriman-imam-ahmad-meriwayatkan.html' title=''/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-8487170127807958655</id><published>2010-08-13T18:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:17:04.801-07:00</updated><title type='text'>NABI SULAIMAN DAN SEMUT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sulaiman bin Daud adalah satu-satunya Nabi yang memperoleh keistimewaan dari Allah SWT sehingga bisa memahami bahasa binatang. Dia bisa bicara dengan burung Hud Hud dan juga boleh memahami bahasa semut. Dalam Al-Quran surah An Naml, ayat 18-26 adalah contoh dari sebahagian ayat yang menceritakan akan keistimewaan Nabi yang sangat kaya raya ini. Firman Allah,  Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata,  hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) sehingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut,  hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi Sulaiman tersenyum dengan tertawa kerana mendengar perkataan semut itu. Katanya,  Ya Rabbi, limpahkan kepadaku karunia  untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku; karuniakan padaku hingga boleh mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang soleh.   (An-Naml: 16-19)     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejumlah riwayat, pernah suatu hari Nabi Sulaiman as bertanya kepada seekor semut,  Wahai semut! Berapa banyak engkau perolehi rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?   Sebesar biji gandum,  jawabnya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Nabi Sulaiman memberi semut sebiji gandum lalu memeliharanya dalam sebuah botol. Setelah genap satu tahun, Sulaiman membuka botol untuk melihat nasib si semut. Namun, didapatinya si semut hanya memakan sebahagian biji gandum itu.  Mengapa engkau hanya memakan sebahagian dan tidak menghabiskannya?  tanya Nabi Sulaiman.  Dahulu aku bertawakal dan pasrah diri kepada Allah,  jawab si semut.  Dengan tawakal kepada-Nya aku yakin bahawa Dia tidak akan melupakanku. Ketika aku berpasrah kepadamu, aku tidak yakin apakah engkau akan ingat kepadaku pada tahun berikutnya sehingga boleh memperoleh sebiji gandum lagi atau engkau akan lupa kepadaku. Kerana itu, aku harus tinggalkan sebahagian sebagai bekal tahun berikutnya.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman, walaupun ia sangat kaya raya, namun kekayaannya adalah nisbi dan terbatas. Yang Maha Kaya secara mutlak hanyalah Allah SWT semata-mata. Nabi Sulaiman, meskipun sangat baik dan kasih, namun yang Maha Baik dan Maha Kasih dari seluruh pengasih hanyalah Allah SWT semata. Dalam diri Nabi Sulaiman tersimpan sifat terbatas dan kenisbian yang tidak dapat dipisahkan; sementara dalam Zat Allah sifat mutlak dan absolut.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun kayanya Nabi Sulaiman, dia tetap manusia biasa yang tidak boleh sepenuhnya dijadikan tempat bergantung. Bagaimana kasihnya Nabi Sulaiman, dia adalah manusia biasa yang menyimpan kedaifan-kedaifannya tersendiri. Hal itu diketahui oleh semut Nabi Sulaiman. Kerana itu, dia masih tidak percaya kepada janji Nabi Sulaiman ke atasnya. Bukan kerana khuatir Nabi Sulaiman akan ingkar janji, namun khuatir Nabi Sulaiman tidak mampu memenuhinya lantaran sifat manusiawinya. Tawakal atau berpasrah diri bulat-bulat hanyalah kepada Allah SWT semata, bukan kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-8487170127807958655?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/8487170127807958655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/nabi-sulaiman-dan-semut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8487170127807958655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8487170127807958655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/nabi-sulaiman-dan-semut.html' title='NABI SULAIMAN DAN SEMUT'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-8716781573235977053</id><published>2010-08-13T18:13:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:15:41.268-07:00</updated><title type='text'>NABI NUH ALAIHISSALAM RASUL PERTAMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian lamanya kaum Nuh 'Alaihis Salam  menyembah berhala, mereka menjadi-kannya sebagai sesembahan yang diharapkan darinya kebaikan dan memohon perlindungan kepadanya dari segala kejahatan, menyerahkan segala urusan dalam kehidupan ini kepadanya. Mereka berdo’a kepada berhala tersebut dengan sebutan Wadd, Suwa’ dan Yaghuts, dan pada kesempatan lain dengan sebutan Ya’uq dan Nasr sesuai dengan apa yang diilhamkan oleh kebodohan dan hawa nafsu mereka.  Oleh karena itu Allah mengutus Nabi Nuh 'Alaihis Salam , seorang yang jelas ucapan-nya, cerdas dan lembut, Allah telah memberikan kekuatan kepadanya untuk berdebat dan kemampuan mengemuka-kan argumentasi untuk mematahkan semua alasan yang disampaikan oleh kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh 'Alaihis Salam  menyeru kaumnya agar beribadah kepada Allah saja, namun mereka berpaling. Ia juga memberikan peringatan dengan siksa yang pedih, serta memberikan kabar gembira dengan ganjaran yang besar namun mereka tetap buta dan tidak mau mendengar, lagi menyombongkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Nabi Nuh 'Alaihis Salam menyeru, memaparkan argumentasi dan bukti-bukti akan kebenaran risalah yang diembannya sehingga berimanlah ke-padanya sebagian kecil dari kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kesabaran Nabi Nuh 'Alaihis Salam Atas Ejekan Kaumnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kaum Nabi Nuh 'Alaihis Salam  berkata: “Kamu tiada lain adalah manusia seperti kami, dan salah satu di antara kami, kalau Allah menghendaki untuk mengutus seorang rasul, maka pastilah Dia akan mengutus seorang malaikat, dan niscaya kami akan mendengarkan seruannya, memenuhi panggilannya, dan orang-orang yang telah mengikuti kamu tiada lain adalah orang hina, rendahan, dan lemah akalnya tidak dapat membedakan mana yang baik dan tidak matang pikirannya, kalau apa yang engkau bawa adalah baik, pastilah kami telah mendahului mereka, dan apabila yang engkau katakan adalah benar, niscaya kami akan lebih dahulu beriman dan mengikuti petunjukmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus-menerus menentang dan tak henti-hentinya mengejek dengan berbagai macam cara dan kata. Dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati Nabi Nuh 'Alaihis Salam menjawab: “Apa pendapat kalian, jika aku benar-benar dalam kebenaran dan telah tampak bukti yang nyata tentang kebenaran apa yang aku bawa, dan Allah telah memberikan rahmat dan keutamaan kepada kami dari-Nya, kemudian hati kalian buta dan tertutup, dan kalian berusaha menghalangi matahari dengan telapak tangan kalian, atau menghancurkan bintang-bintang dengan tangan kalian, apakah saya akan mampu menekan kalian supaya beriman, ataukah saya mempunyai kekuatan untuk memaksa kalian agar menjadi orang beriman?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi mereka hanya mau beriman jika Nabi Nuh 'Alaihis Salam  mau mening-galkan kaumnya yang mereka anggap sebagai orang rendahan dan derajat budak, inipun sebenarnya hanya alasan yang dibuat-buat karena hati mereka memang ingkar. Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Nabi Nuh 'Alaihis Salam  dan dijawab bahwa sesungguhnya da’wah yang ia bawa adalah da’wah yang menyeluruh untuk semua, sama kedudukan orang yang ternama dengan yang tidak, orang yang kaya dan faqir, pimpinan dan orang yang dipimpin. Selain itu merekalah yang selama ini membantunya berdakwah dan menolong ketika orang-orang memusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perdebatan telah memun-cak dan mereka telah bosan serta hati mereka telah merasa sesak, mereka berkata: “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami adzab yang kamu ancam-kan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (QS. 11:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab tantangan kaumnya, Nabi Nuh 'Alaihis Salam bisa mengatakan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang tidak bisa mendatangkan adzab. Beliau menga-takan: “Wahai kaumku, ketahuilah bahwa tempat kembali segala sesuatu hanyalah kepada Allah, jika Dia menghendaki maka Dia akan mem-berikan petunjuk kepada kalian dan jika Dia menghendaki Dia segera mendatangkan adzab dan menyiksa kalian, dan jika Dia menghendaki maka Dia akan menangguhkan kalian agar nantinya kalian mendapatkan siksaan yang sangat pedih dan sangat dahsyat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi Nuh 'Alaihis Salam mengadukan segala kesedihan dan kepedihan yang ia hadapi kepada Allah dan memohon pertolongan dan petunjuk-Nya sehingga Allah mewahyukan kepada-Nya: “Bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman diantara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan”. (QS. 11: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Wahyu Untuk Membuat Perahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Nuh 'Alaihis Salam mengetahui dari Allah bahwa Dia telah menetapkan tidak ada yang akan beriman lagi kepadanya dan bahwa Allah telah menutup hati mereka sehingga mereka tidak akan tunduk kepada bukti apapun dan tidak akan beriman, maka habislah kesabaran Nabi Nuh 'Alaihis Salam , dan ia pun berdo’a memohon kepada Allah agar membinasakan orang-orang kafir dari kaumnya dan mengampuni kesalahannya, kedua orang tuanya dan orang-orang yang bersamanya (QS. 71: 26-28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah mengabulkan do’a Nabi Nuh dan mewahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. 11:37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi Nuh 'Alaihis Salam  mengambil tempat yang jauh dari kota, dan mulai membuat perahu, akan tetapi dia tidak luput dari olokan dan ejekan kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian mereka berkata: “Wahai Nuh, sebelum ini engkau mengaku bahwa dirimu adalah seorang rasul, lalu bagaimana bisa sekarang engkau menjadi tukang kayu, apakah engkau sudah tidak menjadi nabi atau engkau hendak beralih pekerjaan menjadi tukang kayu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lain berkata: “Kenapa engkau membuat kapal jauh dari laut dan sungai?Apakah engkau telah menyiapkan sapi untuk menariknya ataukah engkau akan menyuruh angin untuk membawanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Nabi Nuh berpaling dari ejekan mereka, dan berkata: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) akan mengejekmu sebagai-mana kalian telah mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa adzab yang menghinakan dan yang akan ditimpa azab yang kekal”. (QS. 11: 38-39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuju kapal yang sedang dia buat, memperbaiki dan menyambung satu dengan yang lainnya sehingga menjadi bahtera yang kokoh, dan menunggu apa yang telah dijanjikan oleh Allah, maka Allah mewahyukan kepadanya: “Apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. (QS. 11:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Adzab Dari Allah Yang Dijanjikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah apa yang diancamkan oleh Allah, seketika saja angkasa dipenuhi awan tebal, lalu langit menurunkan hujan dan bumi mengeluarkan air yang banyak, maka terjadilah banjir besar yang tidak pernah dikira, dan Nabi Nuh 'Alaihis Salam telah berada di bahtera bersama mereka yang telah beriman serta sepasang dari setiap binatang serta mengucapkan: Bismillahi majreha wa mursaha, terkadang bahteranya dibawa oleh angin yang lembut terkadang dengan angin yang kencang. Sementara itu orang-orang yang kafir terus bergelut dengan air bah, mereka berusaha mengalahkan kematian namun kematian mengalahkan mereka, mereka berusaha membanting ombak namun ombaklah yang membanting mereka hingga akhirnya mereka hilang ditelan air dan lenyap dari pandangan, menghilang sebagaimana rahasia yang selalu tersimpan dalam hati. Ombak telah menjadi kuburan bagi mereka sedangkan buih menjadi kain kafannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Putra Nabi Nuh 'Alaihis Salam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atas kapal Nabi Nuh melihat putranya Kan’an yang tidak beriman kepadanya sedang berjuang keras melawan ombak dan berusaha untuk berlindung di sebuah gunung, lalu beliau memanggilnya dan mengajak-nya untuk bergabung kepadanya dengan beriman terhadap apa yang dibawanya, beliau berkata: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang yang kafir”. (QS. 11:42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi seruan dan ajakan tersebut sama sekali tidak mendapat-kan tempat di hati Kan’an dan dia menyangka bahwa dia akan selamat dari apa yang dihadapinya dan berkata: “Menjauhlah engkau dariku karena aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi Nuh berkata kepadanya sedangkan dia telah dirundung kesedihan dan diliputi oleh kepedihan:  “Wahai anakku! Tidak ada yang me-lindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Kan’an tetap keras kepala, nasehat sang ayah yang mencintainya tak digubris, lalu tiba-tiba saja ombak besar menimpa Kan’an dan memisahkan keduanya. Nabi Nuh tidak dapat melihatnya lagi, maka bersedihlah dia lalu menghadap kepada Allah tempat kembali orang yang dirundung duka dan Penolong orang yang kesusahan, dia berkata: “Ya Allah sesungguhnya anakku adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau telah berjanji –dan janji-Mu adalah benar– bahwa Engkau akan menyelamatkanku dan orang-orang yang beriman dari keluargaku dan Engkau adalah seadil-adilnya yang memberi hukuman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya adalah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan”. (QS. 11: 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah Nabi Nuh menyadari bahwa rasa kasih sayangnya dan perasaannya telah memalingkannya dari kebenaran, maka dia pun mohon ampun kepada Allah dan perlindungan dari kemurkaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bahtera Nabi Nuh pun berlabuh di atas gunung Judiy, dan dikatakan kepada Nuh: ”Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mu’min) dari orang-orang yang bersamamu. “. (QS. 11:48).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-8716781573235977053?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/8716781573235977053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/nabi-nuh-alaihissalam-rasul-pertama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8716781573235977053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8716781573235977053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/nabi-nuh-alaihissalam-rasul-pertama.html' title='NABI NUH ALAIHISSALAM RASUL PERTAMA'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3385712003870045155</id><published>2010-08-13T18:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:13:35.149-07:00</updated><title type='text'>Mentaati Perintah dan Meyakini Rahmat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah tidak membutuhkan amal hamba-Nya. Dia memerintah hamba-Nya untuk beramal, tak lain agar ia mengakui bahwa dirinya lemah (i'tiraf) dan selalu membutuhkan pertolongan. Pengakuan macam ini sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan bahwa ada dua ruh disiksa di neraka. Allah kemudian memerintahkan agar keduanya dikeluarkan. Setelah keluar, Allah bertanya kepada mereka, "Apakah yang menyebabkan kalian masuk neraka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nafsu kami," jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah telah Kularang kalian bermaksiat kepada-Ku? Bukankah Aku telah mengutus rasul-rasul-Ku dengan bukti-bukti nyata? Dan bukankah telah Kukatakan lewat lisan para ulama bahwa siapa saja yang taat akan memperoleh surga, istana, wildan dan bidadari, sedang orang yang bermaksiat akan tinggal di neraka bersama Qorun, Firaun dan Haman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar, tetapi kami tidak taat dan selalu bermaksiat kepada-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kembalilah kalian ke neraka, dan rasakanlah siksa-Ku," perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh yang satu bergegas kembali, namun ruh yang lain berjalan dengan enggan sambil sesekali menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kamu berjalan cepat-cepat?" tanya Allah kepada ruh yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan, dahulu aku selalu membangkang perintah-Mu, sekarang sudah seharusnya aku taat kepada-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kamu, mengapa kamu tidak segera kembali ke neraka?" tanya Allah kepada ruh kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sangat mengharap ampunan-Mu, karena mustahil Kamu akan mengembalikan kami ke neraka setelah membebaskan kami darinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masuklah kalian berdua ke dalam surga. Masuklah, karena kamu telah mentaati perintah-Ku. Dan masuklah, karena kamu percaya pada rahmat dan kemurahan-Ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul&lt;br /&gt;Asyraf, Kisah dan Hikmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3385712003870045155?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3385712003870045155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/mentaati-perintah-dan-meyakini-rahmat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3385712003870045155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3385712003870045155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/mentaati-perintah-dan-meyakini-rahmat.html' title='Mentaati Perintah dan Meyakini Rahmat'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-1156507100084873206</id><published>2010-08-07T18:15:00.001-07:00</published><updated>2010-08-07T18:39:20.946-07:00</updated><title type='text'>Cerita Seorang Teman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senin, 27 desember lalu, saya berangkat ke banda aceh untuk liputan buat associated press television news (salah satu media tempat saya menjadi kontributor) ternyata apa yang saya saksikan disana jauh lebih mengenaskan daripada sekedar menyaksikannya lewat layar kaca. Di sini saya bisa berinteraksi langsung dengan korban, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Dengan yang hidup saya masih bisa berbincang-bincang seadanya (tak etis rasanya saya menanyai mereka panjang lebar karena mereka baru tertimpa bencana, dan saya tahu mungkin mereka belum makan sejak minggu pagi saat bencana itu terjadi). Saya juga bisa merasakan langsung kesedihan yang terpancar dari wajah-wajah kuyu yang kecapaian dan masih trauma itu. Mungkin kalau saya mengerti bahasa aceh kesedihan itu bisa jadi berlipat- lipat. Sedangkan dengan si mati saya bisa melihat langsung kondisi mereka yang sangat mengenaskan, mencium aroma yang konon bisa “melekat” di tubuh anda selama sepekan. Saya mendapat informasi ini dari seorang dokter yang kebetulan sering berurusan dengan mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungan singkat itu (sekitar 2,5 jam saja, sekitar satu jam saya habiskan dengan terbengong di bandara iskandar muda karena tak adanya alat transportasi ke kota) saya sempat menyaksikan kepanikan luar biasa dari warga kota serambi mekah itu. Beberapa tenda militer didirikan tak jauh dari pintu keluar bandara. Di jalan-jalan warga bersileweran seperti orang ling-lung. Mungkin masih trauma, atau mungkin ada keluarganya yang hilang. Atau malah sudah mati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini memaksa kendaraan yang melintas untuk berjalan pelan. Waktu biasa sekitar 20 menit dalam perjalan dari bandara ke kantor gubernuran terasa menjadi lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lambaro saya bersama rombongan (3 dokter dari medan, seorang anggota DPR RI asal Aceh, kadis kesehatan pemprov. NAD, dan 2 jurnalis kantor berita Xinhua Beijing) singgah di lokasi pemakaman massal. Saat tiba disana, areal sekitar 20 m x 15 m itu sedang digali dengan menggunakan excavator. Penggalian belum selesai, 5 kantong berisi mayat teronggok di pinggir lubang raksasa itu. Sekitar 5 menit mengambil gambar, kami melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin jauh mendekati kota suasana chaos semakin terasa. Crowd manusia yang kebingungan semakin banyak terlihat. Tak sedikit dari mereka yang membawa buntalan-buntalan besar. Mungkin pakaian, atau harta yang tersisa. Mobil-mobil dan sepeda motor lalu lalang dengan lampu dihidupkan. Sesekali ambulans melintas kencang. Entah membawa korban yang masih hidup, atau mayat yang sudah mulai membengkak. Saya tidak sempat memeriksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya dengar banyak beredar rumor bakalan terjadi gempa dan tsunami susulan. Berita-berita seperti ini tentu menyesatkan karena bisa saja menimbulkan hal tak diinginkan. Entah siapa yang menghembuskan, yang jelas banyak warga yang menjadi korban. Mungkin karena mereka masih trauma. Sedikit saja terdengar jeritan, “air…” niscaya orang-orang langsung berlarian menyelamatkan diri. Si anggota DPR RI sempat bercerita kalau dia juga sempat menjadi korban. Mendekati bundaran lambaro di aceh besar aura kehancuran dan kematian semakin terasa. Beberapa kali saya melihat mayat teronggok di pinggir jalan. Aroma udara yang terhirup juga mulai tak sedap. Saya menduga pasti ada konsentrasi pengumpulan mayat. Dugaan saya benar. Di sebelah kiri simpang lambaro yang dikenal dengan sebutan bundaran itu, tepatnya di depan kantor PMI teronggok sekitar 700 an mayat dari berbagai tempat di kota Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya tuhan… Saya hampir tak percaya dengan penglihatan sendiri. Selama saya bekerja sebagai jurnalis inilah konsentrasi mayat terbanyak yang saya lihat! Mayat-mayat itu membusuk lebih cepat karena terendam air. Saya sempat terbodoh sebentar, apalagi saat melihat jejeran mayat anak kecil (mungkin berusia 5 tahunan). Ada lagi mayat anggota polisi yang masih berpakaian lengkap. Ada mayat seorang wanita yang biji matanya hampir mencelat. Ada mayat yang mulutnya masih mengeluarkan darah dan buih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah… Saya tidak tahu kenapa saya begitu kuat siang itu. Entah dimana air mata saya. Sebelumnya saya mendengar cerita seorang kameramen Sctv yang menangis sambil mengambil gambar. Ada juga cerita seorang jurnalis lain yang sampai tak sanggup mengambil gambar. Bisa anda bayangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya teringat saya tidak punya waktu banyak disitu. Apalagi si pemilik mobil kijang yang kami tumpangi juga sedang tergesa-gesa hendak melanjutkan perjalanan mengantarkan 3 orang dokter yang bersama saya itu. Akhirnya camcorder saya hidupkan dan lensa kamera mulai saya arahkan dengan beberapa variasi shoot. Kamera saya juga sempat merekam seorang bapak yang berusaha mengenali sesosok mayat anak kecil dengan meraba-raba bagian belakang kepalanya. Mungkin dia berharap bisa mengenali si anak dari tanda lahir di belakang kepala itu. Sejenak dia seperti tidak yakin kalau itu putranya. Dia terdiam. Tapi tiba-tiba dia menangis kencang dan terisak. Sayang saya tidak mengerti ucapannya. Mata saya sempat berkaca-kaca…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu orang-orang hilir mudik berusaha mengenali mayat demi mayat. Sedangkan tentara dan relawan palang merah Indonesia mengangkati mayat ke truk untuk diantarkan ke tempat pemakaman. Truk lain masuk ke lokasi mengantarkan mayat baru. Entah dari mana. Pasokan mayat sepeti tak berhenti. Sinar matahari yang lumayan terik membuat aroma tak sedap semakin menyeruak. Untunglah seorang teman yang terbiasa dengan liputan yang berhubungan dengan orang mati pernah memberikan resep. Saat saya coba ternyata memang mujarab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau berada di dekat mayat, bagaimanapun kondisi dan bau nya, jangan sekali-kali membuang ludahmu. Karena itu bisa memancing muntah. Sebaiknya telanlah ludahmu kalau merasa ingin muntah, bagaimanapun mualnya. Mudah-mudahan kau tak akan muntah,” kata si teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang memberikan resep adalah stringer salah satu kantor berita asing di  NAD. Ingat dia saya sempat kuatir karena saya belum melihat seorangpun jurnalis yang saya kenal disana. Ada cerita kalau kebanyakan para jurnalis tinggal di daerah dekat pantai. Padahal itulah lokasi yang paling ringsek dihantam tsunami. Saya ngeri membayangkan kalau dia ikut menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan lalu berlanjut. Konsentrasi orang semakin banyak. Di sebuah SPBU saya melihat antrian panjang orang. Tak sedikit dari mereka membawa jirigen plastik. Antrian itu semakin tak tertib. Petugas SPBU sepertinya sengaja menjatah karena persediaan tak banyak. Di sebelah kiri dan kanan jalan saya melihat gedung permanen bertingkat yang rubuh karena gempa. Kalau tidak salah, bangunan yang di sebelah kiri gedung keuangan dan yang di sebelah kanan bangunan gedung asuransi. Saya ngeri membayangkan seandainya bencana terjadi pada saat hari kerja. Berapa banyak korban yang bakalan tertimpa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oia, si Kadis kesehatan yang menyetir mobil yang kami tumpangi cerita kalau air (bah) sampai ke lokasi yang saya lihat. Padahal jarak bibir pantai dengan tempat tersebut hampir mencapai 15 kilometer. Sebegitu jauh, tapi air sampai kesitu. Tinggi pula lagi. Saya bisa melihat bekas air bercampur lumpur dari tembok-tembok itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah-sampah dan kayu-kayu teronggok di pinggir jalan membuat pemandangan semakin kumuh. “Tadi pagi sampah-sampah masih di tengah jalan. Tapi barusan dibersihkan pakai buldoser,” tambah si kadis. Beberapa mayat masih teronggok di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang saya tak bisa melihat detail ke seluruh tempat karena duduk terjepit di tengah-tengah mobil. Saya juga tak bisa mengambil gambar dengan posisi seperti itu. Ah, seandainya tadi saya bisa mencarter/ menyewa sebuah sepeda motor untuk berjalan sendiri. Tentu gambar yang saya dapat bisa jauh lebih bagus. Tapi saya ingat juga tak punya waktu lama karena paling tidak mesti mengirimkan kaset untuk segera dikirimkan ke jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil kami lalu berbelok mengarah ke kantor gubernuran. Si Kadis rupanya hendak bertemu seseorang di sana sehingga tak sempat membawa kami berkeliling lebih jauh. Di pendopo gubernuran sudah banyak warga yang mengungsi. Tempat itu memang jauh lebih manusiawi dibanding tempat-tempat yang saya lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekian menit itu saya sempat menimbang-nimbang untuk terus jalan sendirian atau ikut balik ke bandara dengan rombongan Wapres Jusuf Kalla. Tapi tenggat waktu memaksa saya mengambil keputusan cepat. Apalagi cuma ada satu bus yang bisa saya tumpangi untuk kembali ke bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangannya, kalau saya tinggal saya mesti mencari sepeda motor untuk dicarter. Jangan berharap ada angkot atau taksi disana. Kalau saya tinggal, saya pasti akan kesusahan mencari penginapan dan makanan. Jangankan untuk saya, warga setempat saja sudah 2 hari tidak makan. Belum lagi saya betul-betul dengan medan banda aceh. Saya pernah ke kota ini hampir 17 tahun lalu. Banyak perubahan bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat orang-orang mulai menaiki bus yang akan kembali ke bandara naluri saya memaksa untuk ikut. Sempat saya kuatir, bagaimana kalau paspampres memaksa saya untuk turun? Tapi saya teringat deadline untuk mengirimkan kaset hasil rekaman. Tanpa berpikir panjang lagi saya ikut naik ke bus. Di dalam saya melihat Najwa shihab (presenter metro TV), beberapa wartawan dan fotografer lain dan seorang reporter perempuan yang membawa-bawa camcorder berstiker tv7. Belakangan saya tahu kalau dia ternyata Uni Z. Lubis. Perjalanan setengah jam kembali ke bandara ternyata belum berbeda dengan saat saya menuju gubernuran tadi, selain orang-orang semakin banyak dan jalanan semakin padat. Saat melintas dari lokasi pemakaman massal saya sempat melihat kalau pemakaman belum dilakukan. Padahal sore itu rencananya mesti dikuburkan karena mayat bertambah dan yang jelas semakin menebar bau tak sedap. Saya berharap iring-iringan mobil Wapres singgah di situ. Tapi rombongan jalan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan akhirnya berhenti di hanggar Lanud Iskandar Muda. Rupanya wapres mau melihat pasokan bantuan yang baru tiba dari Medan. Sore itu, 1 pesawat hercules baru saja landing membawa ratusan kardus makanan dan obat-obatan. Prajurit TNI tampak hilir mudik mengangkuti kardus-kardus itu dari lambung pesawat. Tak lama Wapres berangkat naik helikopter untuk meninjau beberapa lokasi yang tak terjangkau lewat jalan darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan itu lalu saya manfaatkan dengan berbincang-bincang dengan Kapolda NAD Irjen Bachrumsyah. “bencana ini memang sangat mengerikan dik. Saya juga turut menjadi korban. Saya kehilangan kontak dengan banyak saudara-saudara saya. Saya tak bisa berharap banyak. Kalau mereka masih hidup tentu mujizat. Kalaupun sudah tak ada, saya tak bisa berbuat apa-apa,” katanya pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi berbintang dua dan berkumis lebat itu sepertinya memang sedang depresi ringan. Wajar-wajar saja karena dia mesti berkeliling kesana- kemari. Belum lagi laporan banyak anak buahnya yang hilang. Termasuk sekitar 1 kompi saat mereka mau apel pagi di minggu naas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelelahan terpancar dari wajahnya. Celana lapangan yang dikenakannya belepotan lumpur. Sangat jarang saya melihat pemandangan seperti itu. Menyadari itu saya urungkan untuk menanyai hal-hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore menjelang malam itu juga, sekitar pukul 18.30 akhirnya saya jadi terbang ke medan menumpang pesawat pelita air yang disulap menjadi pesawat RI-2. Sebelumnya saya sempat cemas, bagaimana saya mengirimkan kaset saya. Untuk menumpang di pesawat wapres rasanya mustahil karena saya belum diregistrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mencari akal bagaimana caranya untuk ikut pulang tiba-tiba seorang bapak menegur saya. Saya tidak mengenalnya, selain baju safari coklat yang dikenakannya dan pin kecil di ujung kerahnya. Seingat saya, seluruh anggota pasukan pengamanan presiden/ wakil presiden mengenakan pin tersebut. Tapi, dia terlihat lebih tua dari anggota paspampres lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau pulang dik?” katanya sambil menepuk pundak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya pak, kalau memang ada seat,” kata saya ragu-ragu.&lt;br /&gt;“Ya udah, kalau mau pulang ikut saja. Jangan berlama-lama lagi. Ayo ikut aja,” katanya ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar tawaran tersebut saya berbinar dan melangkah pasti ke tangga pesawat. Akhirnya pikiran saya soal bagaimana mengirimkan kaset mendapat jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 19.00 pesawat meninggalkan Banda Aceh. Saya masih kepingin kembali kesana, mungkin dalam waktu dekat. Rasanya saya ingin menebus kesalahan tidak sempat melakukan reportase lengkap. Selain kaset berdurasi sekitar 20 menit. Sebagai seorang jurnalis ini sebenarnya kesalahan yang tak bisa ditolerir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan terus membayangi saya selama 45 menit di udara, bahkan sampai hari ini saat saya mengetik di sebuah warnet tak jauh dari rumah saya setelah seharian menongkrongi posko bencana di Lanud AURI Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa pemerintah cenderung lambat menangani bencana ini? Apalagi setelah beberapa pengungsi yang selamat dan pindah ke medan yang curhat mengatakan belum makan dan mendapat air bersih hampir 3 hari belakangan. Jangankan makanan, snack pun hampir tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami sampai mesti mengorek-ngorek lumpur siapa tau ada makanan yang terbenam,” kata si pengungsi tadi siang kepada saya. Ucapannya tentu membuat saya terhenyak, apalagi setahu saya pasokan makanan sudah mulai dikirimkan sejak sehari sebelumnya. Buat apa makanan itu sampai kesana kalau tak segera didistribusikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tadi malam pasokan makanan dan obat-obatan masih terus masuk ke posko dan “tertimbun” disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa semuanya terasa sangat lambat? Sikap pemerintahan Srilangka membuat saya iri. Mereka cepat tanggap walau cuma sebuah negara kecil. Militer dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Baik yang masih hidup atau sudah mati. Mereka juga dikerahkan untuk mendistribusikan pasokan bantuan makanan dan obat-obatan. Mereka bisa kenapa kita tidak? Ayo kita bantu mereka yang jadi korban sebisa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang saya tak sempat menanyakannya kepada Mr. President saat beliau megunjungi posko Satkorlak bencana aceh di Lanud AURI Medan Selasa malam tadi.&lt;br /&gt;–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lia achmadi&lt;br /&gt;Pt. Radio delta insani&lt;br /&gt;021 - 7278 4033&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-1156507100084873206?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/1156507100084873206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/cerita-seorang-teman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/1156507100084873206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/1156507100084873206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/cerita-seorang-teman.html' title='Cerita Seorang Teman'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3463782492253496854</id><published>2010-08-07T18:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T18:15:30.104-07:00</updated><title type='text'>Kisah dari India</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran. Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya banjir di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengambil mangkok dan berkata Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh Ayah. Akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta” agak ragu-ragu sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab “Oh pasti, sayang.”&lt;br /&gt;Sindu bertanya sekali lagi, “betul nih ayah ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah pasti sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, janji kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu menjawab ," Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang-barang mahal kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV dan program-program TV itu sudah merusak kebudayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba membujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Sindu tetap dengan pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada yah, tak ada keinginan lain," kata Sindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba memohon kepada Sindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolonglah. Kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu dengan menangis berkata, "Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. Kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku : janji kita harus ditepati. Secara serentak istri dan ibuku berkata : apakah aku sudah gila? Tidak, jawabku, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sindu, permintaanmu akan kami penuhi. Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, "Sindu, tolong tunggu saya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki-laki itu botak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpikir mungkin ”botak” model jaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, “anak anda, Sindu benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berhenti sejenak, menangis tersedu-sedu, “Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek/dihina oleh teman2 sekelasnya. Nah Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri terpaku dan aku menangis, malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3463782492253496854?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3463782492253496854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-dari-india.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3463782492253496854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3463782492253496854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-dari-india.html' title='Kisah dari India'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3470525462664354402</id><published>2010-08-07T03:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T04:18:53.810-07:00</updated><title type='text'>MENINGGALKAN KHIANAT , MENDAPAT RAHMAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TF1A-80y5KI/AAAAAAAAABo/mSGeEvTQVyE/s1600/khianat.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TF1A-80y5KI/AAAAAAAAABo/mSGeEvTQVyE/s320/khianat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502625769940247714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad Al-Bazzar Al-Anshari berkata: "Dulu, aku pernah berada di Makkah semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu menjaganya, suatu hari aku merasakan lapar yang sangat. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menghilangkan laparku. Tiba-tiba aku menemukan sebuah kantong dari sutera yang diikat dengan kaos kaki yang terbuat dari sutera pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memungutnya dan membawanya pulang ke rumah. Ketika aku buka, aku dapatkan didalamnya sebuah kalung permata yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Aku lalu keluar dari rumah, dan saat itu ada seorang bapak tua yang berteriak mencari kantongnya yang hilang sambil memegang kantong kain yang berisi uang lima ratus dinar. Dia mengatakan, 'Ini adalah bagi orang yang mau mengembalikan kantong sutera yang berisi permata'. Aku berkata pada diriku, 'Aku sedang membutuhkan, aku ini sedang lapar. Aku bisa mengambil uang dinar emas itu untuk aku manfaatkan dan mengembalikan kantong sutera ini padanya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku berkata pada bapak tua itu, 'Hai, kemarilah'. Lalu aku membawanya ke rumahku. Setibanya di rumah, dia menceritakan padaku ciri kantong sutera itu, ciri-ciri kaos kaki pengikatnya, ciri-ciri permata dan jumlahnya berikut benang yang mengikatnya. Maka aku mengeluarkan dan memberikan kantong itu kepadanya dan dia pun memberikan untukku lima ratus dinar, tetapi aku tidak mau mengambilnya. Aku katakan padanya, 'Memang seharusnya aku mengembalikannya kepadamu tanpa mengambil upah untuk itu'. Ternyata dia bersikeras, 'Kau harus mau menerimanya', sambil memaksaku terus-menerus. Aku tetap pada pendirianku, tak mau menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bapak tua itu pun pergi meninggalkanku. Adapun aku, beberapa waktu setelah kejadian itu aku keluar dari kota Makkah dan berlayar dengan perahu. Di tengah laut, perahu tumpangan itu pecah, orang-orang semua tenggelam dengan harta benda mereka. Tetapi aku selamat, dengan menumpang potongan papan dari pecahan perahu itu. Untuk beberapa waktu aku tetap berada di laut, tak tahu ke mana hendak pergi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku tiba di sebuah pulau yang berpenduduk. Aku duduk di salah satu masjid mereka sambil membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Ketika mereka tahu bagaimana aku membacanya, tak seorang pun dari penduduk pulau tersebut kecuali dia datang kepadaku dan mengatakan, 'Ajarkanlah Al-Qur'an kepadaku'. Aku penuhi permintaan mereka. Dari mereka aku mendapat harta yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masjid, aku menemukan beberapa lembar dari mushaf, aku mengambil dan mulai membacanya. Lalu mereka bertanya, 'Kau bisa menulis?', aku jawab, 'Ya'. Mereka berkata, 'Kalau begitu, ajarilah kami menulis'. Mereka pun datang dengan anak-anak juga dan para remaja mereka. Aku ajari mereka tulis-menulis. Dari itu juga aku mendapat banyak uang. Setelah itu mereka berkata, 'Kami mempunyai seorang puteri yatim, dia mempunyai harta yang cukup. Maukah kau menikahinya?' Aku menolak. Tetapi mereka terus mendesak, 'Tidak bisa, kau harus mau'. Akhirnya aku menuruti keinginan mereka juga. Ketika mereka membawa anak perempuan itu kehadapanku, aku pandangi dia. Tiba-tiba aku melihat kalung permata yang dulu pernah aku temukan di Makkah melingkar di lehernya. Tak ada yang aku lakukan saat itu kecuali hanya terus memperhatikan kalung permata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, 'Sungguh, kau telah menghancurkan hati perempuan yatim ini. Kau hanya memperhatikan kalung itu dan tidak memperhatikan orangnya'. Maka saya ceritakan kepada mereka kisah saya dengan kalung tersebut. Setelah mereka tahu, mereka meneriakkan tahlil dan takbir hingga terdengar oleh penduduk setempat. 'Ada apa dengan kalian?', kataku bertanya. Mereka menjawab, 'Tahukah engkau, bahwa orang tua yang mengambil kalung itu darimu saat itu adalah ayah anak perempuan ini'. Dia pernah mengatakan, 'Aku tidak pernah mendapatkan seorang muslim di dunia ini (sebaik) orang yang telah mengembalikan kalung ini kepadaku'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berdoa, 'Ya Allah, pertemukanlah aku dengan orang itu hingga aku dapat menikahkannya dengan puteriku', dan sekarang sudah menjadi kenyataan'. Aku mulai mengarungi kehidupan bersamanya dan kami dikaruniai dua orang anak. Kemudian isteriku meninggal dan kalung permata menjadi harta pusaka untukku dan untuk kedua anakku. Tetapi kedua anakku itu meninggal juga, hingga kalung permata itu jatuh ke tanganku. Lalu aku menjualnya seharga seratus ribu dinar. Dan harta yang kalian lihat ada padaku sekarang ini adalah sisa dari uang 100 ribu dinar itu."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3470525462664354402?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3470525462664354402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/meninggalkan-khianat-mendapat-rahmat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3470525462664354402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3470525462664354402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/meninggalkan-khianat-mendapat-rahmat.html' title='MENINGGALKAN KHIANAT , MENDAPAT RAHMAT'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TF1A-80y5KI/AAAAAAAAABo/mSGeEvTQVyE/s72-c/khianat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3519781682402465237</id><published>2010-08-07T03:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T03:43:39.258-07:00</updated><title type='text'>MEMBUKA PINTU SORGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TF04jpeAwFI/AAAAAAAAABg/RKrsIEAeMWA/s1600/pintu.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TF04jpeAwFI/AAAAAAAAABg/RKrsIEAeMWA/s320/pintu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502616504794923090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih sore menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyabut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena kebutuhan di rumah makin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. "Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun."Fatimah menyahut sambil tersenyum, "Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta'ala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih," jawab Ali.&lt;br /&gt;Matanya memberat lantaran istrinya begitu tawakal. Padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Toh Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih.Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan salat berjama'ah.&lt;br /&gt;Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. "Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?"&lt;br /&gt;Áli menjawab heran. "Ya betul. Ada apa, Tuan?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu merogoh kantungnya seraya menjawab, "Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar ongkosnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya."Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka ketika Ali menceritakan kejadian itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari.Ali pun bergegas berangkat ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan, "Siapakah yang mau menghutangkan hartanya untuk Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang lebar, Ali memberikan seluruh uangnya kepada orang itu.Pada waktu ia pulang dan Fatimah keheranan melihat suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya.Fatimah, masih dalam senyum, berkata, "Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta kepada Allah daripada bersifat bakhil yang di murkai-Nya, dan menutup pintu surga buat kita."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3519781682402465237?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3519781682402465237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/membuka-pintu-sorga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3519781682402465237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3519781682402465237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/membuka-pintu-sorga.html' title='MEMBUKA PINTU SORGA'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0hMK-VNSMWQ/TF04jpeAwFI/AAAAAAAAABg/RKrsIEAeMWA/s72-c/pintu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3753502701567225461</id><published>2010-08-07T02:54:00.002-07:00</published><updated>2010-08-07T03:08:19.433-07:00</updated><title type='text'>MALAIKAT YANG MENJELMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang-kadang para malaikat mengubah bentuk sebagai orang biasa dan menemui sebagian manusia, guna memberikan kabar yang menggembirakannya dan melapangkan dadanya atas perbuatan dan tingkah lakunya yang baik serta karakteristiknya yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya dari Abu Hurairah r.a.&lt;br /&gt;bahwa Rasulullah saw bersabda : "Ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di dalam perjalanannya Allah SWT mengutus seorang malaikat untuk mengawasinya. Ketika lelaki itu sampai padanya, malaikat itu berkata, "Kemanakah engkau akan pergi?' Lelaki itu menjawab, 'Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.' Malaikat itu bertanya lagi, 'Apakah engkau punya kepentingan dari kenikmatan di desa ini?' Lelaki itu menjawab, 'Tidak, hanya saja aku mencintainya karena Allah.' Kemudian malaikat itu berkata, 'Sesungguhnya aku adalah utusan Allah SWT yang diutus kepadamu, bahwa Allah juga mencintaimu sebagaimana kamu mencintai-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.. Ia mendengar Rasulullah bersabda, "Ada tiga orang dari kalangan Bani Israel,yang pertama menderita kusta, kedua berkepala botak, dan ketiga matanya buta. Allah SWT ingin menguji mereka dengan mengutus salah seorang malaikat. Lalu malaikat itu (yang sudah mengubah bentuk menjadi manusia) mendatangi seorang yang menderita kusta itu sembari bertanya, 'Apakah gerangan yang engkau sukai?' Orang itu menjawab, 'Warna yang bagus, kulit yang mulus, dan sembuhnya penyakit yang membuat semua orang merasa jijik padaku.' Kemudian malaikat itu mengusapnya hingga penyakit yang membuat orang jijik padanya lenyap, serta memberinya warna yang bagus dan kulit yang mulus. Setelah itu malaikat bertanya lagi, 'Harta apakah yang engkau inginkan?' Orang itu menjawab, 'Seekor unta.' Lalu malaikat itu memberikan seekor unta betina yang sedang hamil tua seraya berkata, "Semoga Allah SWT, menganugerahkan berkah-Nya padamu dengan unta ini.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian malaikat itu mendatangi orang yang berkepala botak sambil bertanya,'Apakah gerangan yang engkau sukai?' Lelaki itu menjawab, 'Rambut yang bagus dan kesembuhan dari penyakit yang membuat orang jijik padaku.' Malaikat itu mengusapnya kemudian berlalu setelah memberinya rambut yang bagus. Lebih lanjut malaikat itu bertanya, 'Harta apakah yang engkau inginkan?' Lelaki itu menjawab, 'Seekor sapi.' Malaikat itu memberinya seekor sapi yang sedang bunting seraya berujar, 'Semoga Allah menganugerahkan berkah-Nya kepadamu dengan seekor sapi ini.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu malaikat tersebut mendatangi orang yang buta dan berkata, 'Apakah gerangan yang sangat engkau inginkan?' Lelaki buta menjawab, 'Allah swt mengembalikan penglihatanku hingga aku bisa melihat manusia.' Malaikat itu mengusapnya dan kembalilah penglihatannya. Selanjutnya malaikat ituberkata, "Harta apakah yang engkau inginkan?' Lelaki itu menjawab, 'Seekor kambing.' Malaikat itu mengabulkannya dengan memberikan seekor kambing yang sedang bunting. Hewan yang ini melahirkan dan yang ini melahirkan. Akhirnya,orang ini memiliki lahan peternakan unta, orang ini memiliki lahan peternakan sapi dan orang ini memiliki lahan peternakan kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu malaikat mendatangi orang yang pernah menderita penyakit kusta dengan menyamar sebagai orang tua yang menderita kusta seraya berkata,'Seorang lelaki miskin yang hidup sebatang kara dalam perjalanan hidupnya. Hari ini ia tidak bisa memohon kepada siapa pun kecuali Allah swt kemudian kepadamu. Aku meminta kepadamu apa-apa yang telah dianugerahkan (Allah swt) kepadamu, warna yang bagus, kulit yang mulus, dan harta yang berupa unta untuk kelangsungan hidupku.' Lelaki itu berkata, 'Banyak sekali hak-hak yangkau minta.' Malaikat itu berkata, 'Sepertinya aku mengenalmu. Bukankah engkau dulu juga seorang penderita kusta yang dikucilkan masyarakat. Saat itu engkau sangat miskin dan kemudian Allah swt menganugerahkan kekayaan padamu?' 'Harta ini kuwarisi secara turun temurun,' ujar lelaki itu dengan sombong. 'Jika engkau berbohong, maka Allah SWT mengembalikanmu seperti keadaan semula…."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melanjutkan, "Lalu malaikat itu mendatangi orang yang pernah menderita kebotakan dangan menyamar sebagai seorang  lelaki botak seperti dirinya. Ia mengatakan seperti apa yang dikatakannya kepada lelaki yang menderita kusta di atas. Dan diapun menjawab seperti apa yang dijawab oleh rekannya. Kemudian malaikat berkata, 'Jika engkau berbohong, maka Allah  swt akan mengembalikanmu pada keadaanmu semula…'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda, "Setelah itu ia mendatangi orang yang pernah kehilangan penglihatannya dengan menyamar sebagai lelaki tua buta dan berkata, 'Seorang lelaki miskin dan Ibnu Sabil. Dalam perjalanan hidupku aku tidak lagi memiliki siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa. Hari ini tidak ada seorangpun yang kuminta, kecuali Allah SWT kemudian kepadamu. Aku meminta atas nama yang mengembalikan penglihatanmu, seekor kambing guna kelangsungan hidupku. Lelaki itu berkata, 'Aku pernah mengalami kebutaan, lalu Allah swt mengembalikan penglihatanku seperti sedia kala. Ambillah sesukamu dan tinggalkan sesukamu. Demi Allah, hari ini aku tidak akan mempersulit segala sesuatu yang ingin kau ambil, demi Allah. (Yakni aku tidak akan mempersulitmu dengan menolak sesuatu yang ingin kau minta dan kau ambil).'Lalu malaikat itu berkata, 'Peliharalah apa-apa yang kau miliki. Sesungguhnya kalian telah diuji. Sesungguhnya Allah SWT meridhaimu dan memurkai kedua rekanmu."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3753502701567225461?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3753502701567225461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/malaikat-yang-menjelma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3753502701567225461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3753502701567225461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/malaikat-yang-menjelma.html' title='MALAIKAT YANG MENJELMA'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-6259929273772537125</id><published>2010-08-07T02:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T02:53:58.009-07:00</updated><title type='text'>Luqman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wa la qad aataina luqmaanal hikmata anisy kurlillaahi wa may yasykur fa innamaa yasykuru li nafsihii wa ma kafara fa innallaaha ghaniyyun hamiid.Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah. Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama salaf berikhtilaf mengenai Luqman: apakah dia seorang nabi atau hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa dia adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian. Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara Jabir bin Abdillah mengidentifikasikan Luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedangkan Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari kota Sudan, memiliki kekuatan, dan mendapat hikmah dari Allah, namun dia tidak menerima kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Suatu kali, majikannya berkata kepada Luqman, "Sembelihkan domba ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terbaik." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Si Majikan diam selama beberapa saat, lalu berkata, "Sembelihkan domba yang ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terburuk." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Kemudian si majikan berkata, "Aku menyuruhmu mengambil dua bagian daging domba yang terbaik, lalu kamu melaksanakannya dan akupun menyuruhmu mengeluarkan bagian domba  yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama." Luqman berkata, "Sesunguhnya tiada perkara yang lebih baik daripada lidah dan hati jika keduanya baik dan tiada perkara yang lebih buruk daripada lidah dan hati jika keduanya buruk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali dia didatangi seseornag, lalu bertanya, "Apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebajikan dalam bertutur?" Luqman menjawab, :Berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas jelaslah bahwa Luqman adalah seorang hamba yang menjadi sahaya, dan kesahayaan menghambatnya untuk menjadi nabi, sebab para rasul yang diutus itu berasal dari kalangan keluarga terpandang diantara kaumnya. Karena itu mayoritas ulama salaf memandang Luqman bukan sebagai nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman pun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab. "Hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang aku katakan kepadamu, kamupun akan berprestasi seperti aku." Lalu Luqman berkata, "Aku menjaga mengontrol pandanganku, mejaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengan tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti yang kamu lihat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta'al, "Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, " yaitu pemahaman, ilmu, tuturan yang baik, dan pemahaman Islam, walaupun dia bukan nabi dan tidak menerima wahyu. "Yaitu, Bersyukurlah kepada Allah." Yakni, Kami menyuruhnya bersyukur kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung atas karunia yang telah diberikan secara khusus kepadanya, tidak diberikan kepada manusia sejenis yang hidup pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah berfirman, "Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri." Sesungguhnya manfaat bersyukur itu berpulang kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri, karena Allah berfirman, 'Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji." Dia tidak membutuhkan hamba dan Dia tidak mendapat mudarat jika seluruh penduduk bumi ingkar, sebab Dia tidak membutuhkan perkara selain-Nya. Karena itu, tidak ada tuhan melainkan Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-6259929273772537125?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/6259929273772537125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/luqman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6259929273772537125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6259929273772537125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/luqman.html' title='Luqman'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-7979966759497453150</id><published>2010-08-07T02:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T02:52:23.846-07:00</updated><title type='text'>KITA INI PENGIKUT SIAPA ???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para salaf kita sangat tekun mengamalkan sunah dan salat malam. Habib Segaf bin Muhammad Assegaf berkata, "Aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail sejak usia 7 tahun." Dalam Risalatul Qusyairiyah seorang saleh berkata, "Sejak usia 3 tahun, aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa kanak-kanaknya, Abu Yazid Al-Busthami belajar mengaji Quran pada seorang guru. Suatu saat ia sampai pada firman Allah: "Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), yaitu seperduanya atau kurangi sedikit dari seperdua itu." (QS Al-Muzzammil, 73:1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulangnya dari belajar, ia bertanya kepada ayahnya, "Ayah, siapakah orang yang diperintahkan oleh Allah untuk bangun malam?" "Anakku, beliau adalah Nabi Muhammad SAW. Aku dan kamu tidak mampu meneladani perbuatan beliau," jawab ayahnya.  Abu Yazid terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pelajaran berikutnya, ia membaca ayat: Dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. (QS Al-Muzzammil, 73:20)&lt;br /&gt;Sepulangnya dari belajar, ia bertanya lagi kepada ayahnya.&lt;br /&gt;"Siapakah yang bangun malam bersama Nabi SAW?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku, mereka adalah sahabat-sahabat beliau."&lt;br /&gt;"Ayah, jika kita tidak seperti nabi dan tidak pula seperti sahabat-sahabat beliau, lalu kita ini seperti siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan ini, tergeraklah hati sang ayah untuk bangun malam. Hari itu juga, ia mulai salat malam. Si kecil Abu Yazid ikut bangun.&lt;br /&gt;"Tidurlah anakku, engkau kan masih kecil," bujuk ayahnya.&lt;br /&gt;"Ayah, ijinkanlah aku salat bersama ayah, kalau tidak, aku akan mengadukan ayah kepada Tuhanku," jawabnya.&lt;br /&gt;"Tidak demi Allah, aku tidak ingin kamu mengadukan aku kepada Tuhanmu. Mulai malam ini salatlah bersamaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid selalu bermujahadah hingga ia mencapai kedudukan yang tinggi di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tingkat ketekunan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menentukan derajat ketinggian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa ingin kemuliaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;janganlah tidur sepanjang malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa bersungguh-sungguh, ia akan memperoleh yang diinginkan. Barangsiapa mengetuk pintu, ia akan masuk. Barang siapa menempuh perjalanan, ia akan sampai dan akan menganggap kecil apa yang telah dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuntut ilmu hendaknya bangun sebelum fajar, walaupun hanya setengah jam sebelumnya. Jika ia bangun setelah fajar, maka setan telah kencing di telinganya. Dan barang siapa telinganya dikencingi setan, ia akan memulai harinya dengan perasaan malas. Syeikh Ahmad bin Hajar berkata bahwa setan benar-benar telah mengencingi telinga orang itu, namun ia tidak wajib menyucikannya karena kejadian itu bersifat batiniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;Disadur dari Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyraf, Kisah dan Hikmah dengan sedikit perubahan redaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-7979966759497453150?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/7979966759497453150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kita-ini-pengikut-siapa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7979966759497453150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7979966759497453150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kita-ini-pengikut-siapa.html' title='KITA INI PENGIKUT SIAPA ???'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-2550365676071295636</id><published>2010-08-07T00:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T00:34:14.817-07:00</updated><title type='text'>Kebencian Yahudi Kepada Jibril</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ أَنَسٌ: قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلاَمٍ لِلنَّبيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;إِنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ عَدُوُّ الْيَهُوْدِ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ&lt;br /&gt;Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguh Jibril ‘alaihissalam adl musuh bagi Yahudi dari kalangan malaikat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dlm Musnad- Al-Imam Al-Bukhari dlm Kitab Bad`ul Khalq bab Dzikru Malaikat Kitab Ahaditsul Anbiya` Kitab Manaqib Al-Anshar Kitab Tafsir .&lt;br /&gt;Hadits di atas merupakan bagian dari hadits yg lengkap sebagai berikut:&lt;br /&gt;عَنْ أَنَسٍ قَالَ: سَمِعَ عَبْدُ اللهِ بنُ سَلاَمٍ بِقُدُوْمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِى أَرْضٍ يَخْتَرِفُ، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي سَاِئَلُكَ عَنْ ثَلاَثٍ لاَ يَعْلَمُهُنَّ إِلاَّ نَبِيٌّ؛ فَمَا أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ؟ وَمَا أَوَّلُ طَعَامِ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ وَمَا يَنْزِعُ الْوَلَدَ إِلَى أَبِيْهِ أَوْ إِلَى أُمِّهِ؟ قَالَ: أَخْبَرَنِى بِهِنَّ جِبْرِيْلُ آنِفاً. قَالَ: جِبْرِيْلُ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: ذَاكَ عَدُوُّ الْيَهُوْدِ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ. فَقَرأَ هَذِهِ اْلآيَةَ: أَمَّا أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ فَنَارٌ تَحْشُرُ النَّاسَ مِنَ الْمَشْرِقِ إِلَى الْمَغْرِبِ، وَأَمَّا أَوَّلُ طَعَامِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَزِيَادَةُ كَبِدِ الْحُوْتِ، وَإِذَا سَبَقَ مَاءُ الرَّجُلِ مَاءَ الْمَرْأَةِ نَزَعَ الْوَلَدَ، وَإِذَا سَبَقَ مَاءُ الْمَرْأَةِ نَزَعَتْ. قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُوْلُ اللهِ، يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ الْيَهُوْدَ قَوْمٌ بُهُتٌ، وَإِنَّهُمْ إِنْ يَعْلَمُوا بِإِسْلاَمِي قَبْلَ أَنْ تَسْأَلَهُمْ يَبْهَتُوْنِى. فَجَاءَتِ الْيَهُوْدُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَىُّ رَجُلٍ عَبْدُ اللهِ فِيْكُمْ؟ قَالُوا: خَيْرُنَا وَابْنُ خَيْرِنَا، سَيِّدُنَا وَابْنُ سَيِّدِنَا. قَالَ: أَرَأَيْتُمْ إِنَّ أَسْلَمَ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلاَمٍ؟ فَقَالُوا: أَعَاذَهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ. فَخَرَجَ عَبْدُ اللهِ فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ. فَقَالُوا: شَرُّنَا وَابْنُ شَرِّنَا. وَانْتَقَصُوْهُ، قَالَ: فَهَذَا الَّذِى كُنْتُ أَخَافُ، يَا رَسُوْلَ اللهِ&lt;br /&gt;Dari Anas dia berkata: “Abdullah bin Salam mendengar kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia tengah berada di sebuah kebun sedang memetik buah . Datanglah ia kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: ‘Sesungguh saya akan berta kepadamu tentang tiga hal tdk ada yg mengetahui kecuali seorang nabi: Apa awal tanda datang hari kiamat? Makanan apakah yg pertama kali bagi penduduk Jannah ? Apakah yg menyebabkan anak dapat serupa dgn ayah atau ibunya?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Baru saja Jibril memberitakan kepadaku tiga perkara itu.’ Abdullah bin Salam bertanya: ‘Jibril?!’ Beliau menjawab: ‘Iya.’ mk ia berkata: ‘Itu adl musuh Yahudi dari kalangan para malaikat.’ Kemudian beliau membaca ayat:&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيْلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ&lt;br /&gt;‘ ke dlm hatimu}1. Adapun awal tanda hari kiamat adl muncul api yg menghimpun manusia dari Masyriq ke Maghrib . Adapun makanan yg pertama bagi penghuni Jannah adl potongan yg menempel pada hati ikan. Apabila memancar air mani laki2 mendahului air mani wanita mk anak yg akan lahir serupa dgn ayah dan apabila air mani wanita mendahului mk anak yg akan lahir serupa dgn ibu .’&lt;br /&gt;Abdullah bin Salam berkata: ‘Aku bersaksi bahwa tdk ada yg berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa engkau adl Rasulullah. Wahai Rasulullah sesungguh orang2 Yahudi adl suatu kaum yg mengada-adakan kebohongan. Sesungguh jika mereka mengetahui keislamanku sebelum engkau berta kepada mereka pasti mereka akan membuat kebohongan atas diriku.’ Datanglah orang2 Yahudi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya: ‘Bagaimana menurut kalian seorang laki2 yg bernama Abdullah?’ Mereka menjawab: “Dia orang yg terbaik di antara kami anak seorang yg terbaik di antara kami pemuka kami anak seorang pemuka kami.’ Beliau bertanya: ‘Bagaimana pendapat kalian jika Abdullah bin Salam masuk Islam?’ Mereka menjawab: ‘Semoga Allah melindungi dari perkara itu.’ Keluarlah Abdullah dan berkata:&lt;br /&gt;أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ&lt;br /&gt;Kemudian mereka berkata: ‘Dia orang yg terburuk di antara kami dan anak seorang terburuk di antara kami’ dan menjelek-jelekkannya. Abdullah berkata: ‘Inilah yg aku khawatirkan wahai Rasulullah’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Jalur Periwayatan&lt;br /&gt;Dalam Musnad Al-Imam Ahmad terdapat tiga jalan periwayatan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:&lt;br /&gt;Pertama: dari Humaid bin Abi Humaid At-Thawil Abu ‘Ubaidah Al-Khuza’i Al-Bashri.&lt;br /&gt;Dari Humaid ada tiga perawi yg meriwayatkan darinya. Mereka adalah: Hammad bin Salamah Abu Salamah Al-Bashri Ismail bin Ibrahim Al-Asadi Abu Bisyr Al-Bashri dan Muhammad bin Ibrahim As-Sulami Abu ‘Amr Al-Bashri.&lt;br /&gt;Kedua: dari Abdul Aziz bin Shuhaib Abu Hamzah Al-Bashri.&lt;br /&gt;Dari Abdul Aziz ada seorang perawi yg meriwayatkan dari yaitu Abdul Warits bin Sa’id bin Dzakwan Al-‘Anbari.&lt;br /&gt;Ketiga: dari jalan Tsabit bin Aslam Al-Bunani Abu Muhammad Al-Bashri.&lt;br /&gt;Dari Tsabit bin Aslam terdapat seorang rawi yg meriwayatkan dari yaitu Hammad bin Salamah Abu Salamah Al-Bashri.&lt;br /&gt;Adapun dlm Shahih Al-Bukhari terdapat dua jalan periwayatan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;Pertama: dari jalan Humaid bin Abi Humaid Ath-Thawil Abu Ubaidah Al-Khuza’i Al-Bashri.&lt;br /&gt;Dari Humaid terdapat tiga perawi yg meriwayatkan darinya. Mereka adl Marwan bin Mu’awiyah Abu Abdillah Al-Fazari Al-Kufi Bisyr bin Mufadhal Ar-Raqasyi Abu Isma’il Al-Bashri dan Abdullah bin Bakr Al-Bahili Abu Wahb Al-Bashri.&lt;br /&gt;Kedua: dari Abdul Aziz bin Shuhaib Abu Hamzah Al-Bashri&lt;br /&gt;Dari Abdul Aziz terdapat seorang perawi yg meriwayatkan dari yaitu Abdul Warits bin Sa’id bin Dzakwan Al-‘Anbari.&lt;br /&gt;Lafadz hadits yg tersebut pada pembahasan ini disebutkan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dlm Shahih- pada Bab Dzikru Al-Malaikat dgn bentuk mu’allaq2 dgn lafadz yg singkat. Kemudian beliau meriwayatkan pada tempat yg lain dgn sanad yg bersambung dan lafadz yg sempurna seperti tersebut di atas.&lt;br /&gt;Sebagaimana yg tersebut pada jalur periwayatan di atas kita ketahui bahwa Humaid meriwayatkan dari Anas bin Malik. Terkadang periwayatan beliau dlm bentuk عَنْعَنَةٌ } sebagaimana riwayat dari jalan Hammad bin Salamah Isma’il bin Ibrahim Muhammad bin Ibrahim dan Marwan bin Mu’awiyah Al-Fazari yg semua meriwayatkan dari Humaid. dlm keadaan beliau seorang mudallis3 sebagaimana yg dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu dlm kitab Taqrib At-Tahdizb .&lt;br /&gt;Demikian pula Hammad Syu’bah Ibnu ‘Adi Ibnu Sa’d Ibnu Hibban dan yg lain menyatakan bahwa Humaid adl seorang mudallis.&lt;br /&gt;Namun kesamaran riwayat beliau ini telah dipertegas dgn bentuk yg gamblang -menunjukkan ia mendengar langsung dari rawi di atasnya- seperti yg terdapat pada riwayat dari jalan Bisyr bin Mufadhal dan Abdullah bin Bakr. Kedua berkata: “Humaid telah memberitakan kepada kami Humaid berkata: Anas bin Malik telah memberitakan kepada kami.”&lt;br /&gt;Demikian pula pernyataan Al-Hafizh Abu Sa’id Al ‘Ala`i. Kalaupun dikatakan bahwa hadits-hadits yg diriwayatkan Humaid dari Anas adl mudallasah akan tetapi telah jelas siapa yg menjadi perantara antara beliau dgn Anas yg mana beliau adl seorang yg tsiqah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Mufradat Hadits&lt;br /&gt;• Kalimat:&lt;br /&gt;وَهُوَ فِى أَرْضٍ يَخْتَرِفُ&lt;br /&gt;Artinya: ia berada di sebuah kebun sedang memetik buah . Lafadz ini terdapat pada riwayat dari jalan Abdullah bin Bakr dari Hammad dari Anas bin Malik. Yang mempertegas bahwa ia sedang berada di atas pohon kurma ialah riwayat yg tersebut dlm Musnad Al-Imam Ahmad sebagaimana riwayat dari jalan Hammad dari Tsabit dan Humaid dari Anas bin Malik dgn lafadz:&lt;br /&gt;وَهُوَ فِى نَخْلِهِ&lt;br /&gt;Artinya: ia sedang berada di atas pohon kurma.&lt;br /&gt;Dan Al-Hafizh menyebutkan dlm Fathul Bari riwayat dlm Sunan Al-Baihaqi dgn lafadz:&lt;br /&gt;وَأَنَا عَلَى رَأسِ نَخْلَةٍ&lt;br /&gt;Artinya: dan saya berada di atas pohon kurma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kalimat:&lt;br /&gt;جِبْرِيْلُ&lt;br /&gt;‘Ikrimah berkata bahwa nama جِبْرِيْلُ berasal dari kata جبر bermakna: عَبْدٌ adapun إِيلُ bermakna الله sehingga nama جِبْرِيْلُ bermakna عَبْدُ اللهِ .&lt;br /&gt;Pendapat ini juga disandarkan kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma hanya saja terdapat tambahan: “Setiap nama yg pada ada kata-kata إِيلُ makna adl Allah.”&lt;br /&gt;Abdullah ibn Harits Al-Bashri salah seorang tabi’in menerangkan bahwa nama Allah إيل adl nama yg menggunakan huruf Ibraniyyah.&lt;br /&gt;‘Ali bin Hasan berkata: “Nama جِبْرِيْلُ sama dgn Abdullah مِيكَائِيلُ sama dgn Ubaidullah إِسْرَافِيْلُ sama dgn Abdurrahman. Dan tiap nama yg pada ada kata إيل mk bermakna مُعَبَّدٌ لِلهِ : dihambakan kepada Allah.”&lt;br /&gt;Ath-Thabari dan yg lain berkata: “Pada nama جِبْرِيْلُ terdapat beberapa bahasa:&lt;br /&gt;Ahlul Hijaz membaca dengan: جِبْرِيْلُ dan inilah bacaan mayoritas qurra` .&lt;br /&gt;Bani Asad membaca dgn جِبْرِيْن.&lt;br /&gt;Sebagian Ahlu Najd Tamim Qais membaca dgn جَبْرَئِيْل dan ini bacaan Al-Kisa`i dan Abu Bakr dan yg dipilih oleh Abu ‘Ubaid.&lt;br /&gt;Yahya bin Watsaf dan ‘Alqamah membaca dgn جَبْراَئِيْل.&lt;br /&gt;Yahya bin Adam membaca dgn جَبْراَئِل.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al-Hasan dan Ibnu Katsir bahwa kedua membaca dgn جَبْرِيْلُ.&lt;br /&gt;Kemudian diriwayatkan dari Yahya bin Ya’mar membaca dgn جَبْرَئِلُّ.&lt;br /&gt;Kemudian pada Fathul Bari Al-Hafizh menyebutkan bahwa nama جِبْرِيْلُ terdapat13 bahasa:&lt;br /&gt;جِبْرِيْلُ، جَبْرِيْلُ، جَبْرَئِيْلُ، جَبْرَئِلُ، جَبْرَئِلُّ، جَبْرَائِيْلُ، جَبْرَايِلُ، جَبْرَيْئِيْلُ، جَبْرَالُ، جَبْرَايِلُ، جَرِيْنُ، جِرِيْنُ، جَبْرَئِيْنُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kalimat:&lt;br /&gt;نَزَعَ الْوَلَدَ&lt;br /&gt;bermakna جَذَبَهُ yg berarti menariknya. Maksud adl penyerupaan sebagaimana dlm riwayat yg lain .&lt;br /&gt;• Kalimat:&lt;br /&gt;خَيْرُنَا وَابْنُ خَيْرِنَا، سَيِّدُنَا وَابْنُ سَيِّدِنَا&lt;br /&gt;Pada riwayat yg lain terdapat lafadz عَالِمُنَا وَابْنُ عَاِلِمنَا seperti pada riwayat Hammad dari Humaid dari Anas dlm Musnad Al-Imam Ahmad.&lt;br /&gt;Juga dari jalan Al-Fazari dari Humaid dari Anas dgn lafadz:&lt;br /&gt;وَأَخْبَرُنَا وَابْنُ أَخْبَرِنَا أَعْلَمُنَا وَابْنُ أَعْلَمِنَا&lt;br /&gt;“Orang yg paling tahu di antara kami dan anak orang yg paling tahu di antara kami orang yg paling berilmu di antara kami dan anak orang yg paling berilmu di antara kami.”&lt;br /&gt;Dalam riwayat Bisyr dari Humaid dari Anas dgn lafadz:&lt;br /&gt;أَفْضَلُنَا وَابْنُ أَفْضَلِنَا&lt;br /&gt;“Orang yg paling utama di antara kami dan anak orang yg paling utama di antara kami.”&lt;br /&gt;Al-Hafizh berkata: “Ada kemungkinan semua riwayat itu diucapkan atau diucapkan sebagian dgn makna.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kalimat:&lt;br /&gt;بُهُتٌ&lt;br /&gt;Dapat dibaca dgn men-dhammah huruf ba` dan ha` atau dgn men-dhammah ba` dan mensukun ha`. Ini adl bentuk jamak dari kata بَهِيْتٌ seperti kata قُضُبٌ adl bentuk jamak dari قَضِْيبٌ dan kata قُلُبٌ adl bentuk jamak dari قَلِيْبٌ.&lt;br /&gt;Makna adl perkara yg mencengangkan yg disebabkan oleh hal-hal yg diada-adakan dari suatu kedustaan. Dinukil dari pendapat Al-Kirmani bahwa kata ini berasal dari بَهُوْتٌ.&lt;br /&gt;Pada riwayat yg berasal dari jalan Abdul Warits dari Abdul Aziz dari Anas ia berkata: “Telah datang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membonceng di belakang Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu dan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu adl orang tua yg dikenal dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl orang muda yg tdk dikenal . Dari riwayat ini secara dzahir dipahami bahwa Abu Bakr lbh tua daripada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun perkara tidaklah demikian. Karena sebagaimana yg tersebut dlm Shahih Muslim dari Mu’awiyah bahwa Abu Bakr meninggal dlm usia 63 tahun. Dan dlm riwayat ‘Aisyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal juga dlm usia 63 tahun. Padahal didapatkan Abu Bakr masih hidup setelah meninggal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dua tahun lebih. Hal ini mengharuskan bahwa yg benar umur Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu lbh muda ketimbang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dgn selisih dua tahun lebih. Adapun makna kalimat Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu adl orang tua yg dikenal ialah beliau telah beruban dan sering beliau melewati orang2 Madinah pada waktu safar di kala berdagang. Berbeda dgn Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg lama tdk melakukan safar dan belum banyak beruban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-Sebab Kebencian Orang Yahudi terhadap Malaikat Jibril ‘alaihissalam&lt;br /&gt;Ats-Tsa’labi menghikayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang sebab kebencian orang Yahudi terhadap Jibril ‘alaihissalam. Yaitu salah seorang nabi mereka memberitakan bahwa Bukhtanashar akan menghancurkan Baitul Maqdis. Kemudian mereka mengutus seorang laki2 utk membunuhnya. Ketika dijumpai adl seorang pemuda yg lemah mk Jibril menghalangi upaya laki2 tadi utk membunuh dan berkata kepada laki2 tersebut: “Kalau Allah menghendaki utk membinasakan kalian melalui tangan kalian tdk akan mampu mencegahnya. Dan jika Allah menghendaki bukan dia yg berbuat mk dgn hak apakah kalian akan membunuhnya?” mk laki2 tadi meninggalkannya. Kemudian bertakbirlah Bukhtanashar dan memerangi mereka serta menghancurkan Baitul Maqdis. Karena itulah mereka membenci malaikat Jibril ‘alaihissalam.&lt;br /&gt;Al-Imam Ahmad At-Tirmidzi dan An-Nasa`i telah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa orang2 Yahudi datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata: “Wahai Abal Qasim kami akan berta kepadamu tentang lima perkara. Jika engkau memberitakan kepada kami perkara itu kami akan memercayai bahwa engkau seorang nabi dan kami akan mengikutimu . Di antara lima perkara yg ditanyakan adalah: Siapakah yg selalu datang kepadamu dari kalangan malaikat? Beliau menjawab: “Jibril tidaklah Allah mengutus tiap nabi kecuali dia yg menjadi wali .” Merekapun menjawab: “Di sisi inilah kami tdk sependapat. Kalau saja penolongmu selain Jibril pasti kami akan mengikutimu dan membenarkannya.” mk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apa yg menghalangi kalian utk tdk membenarkannya?” Mereka menjawab: “Sesungguh dia adl musuh kami.”&lt;br /&gt;Pada riwayat yg lain mereka berkata: “Jibril yg turun dgn membawa peperangan pembunuhan dan adzab. Kalau saja yg menyertaimu adl Mikail dialah yg turun membawa rahmat menumbuhkan tanaman dan menurunkan hujan.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat:&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيْلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ&lt;br /&gt;“Barangsiapa yg menjadi musuh Jibril mk Jibril itu telah menurunkan ke dlm hatimu.”&lt;br /&gt;Pada riwayat yg terakhir –jika shahih– yaitu kalau saja yg menolong Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl Mikail ‘alaihissalam mereka akan masuk Islam. Dan kalau saja mereka mengetahui bahwa Mikail ‘alaihissalam juga membantu dlm sebuah peperangan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti mereka juga akan memusuhi Mikail ‘alaihissalam dan tetap mereka berada pada tipu muslihat dan kebohongan yg diada-adakannya.&lt;br /&gt;Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Aku melihat dua orang laki2 memakai baju putih di sebelah kanan dan sebelah kiri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada perang Uhud. Aku sama sekali belum pernah melihat kedua orang itu sebelum maupun sesudah yaitu Jibril ‘alaihissalam dan Mikail ‘alaihissalam.”&lt;br /&gt;Inilah sesungguh karakter mereka mengetahui kebenaran tapi tdk mengamalkan apa yg telah mereka ketahui. Perhatikanlah kisah tipu muslihat mereka terhadap Nabi Musa ‘alaihissalam ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan utk menyembelih sapi betina di mana hampir-hampir mereka tdk melaksanakannya. Demikian pula kebencian mereka yg luar biasa terhadap kebenaran dan pembawa serta para pengikut kebenaran .&lt;br /&gt;لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِيْنَ آمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ أَشْرَكُوا&lt;br /&gt;“Sesungguh kamu dapati orang2 yg paling keras permusuhan terhadap orang2 yg beriman ialah orang2 Yahudi dan orang2 musyrik.”&lt;br /&gt;Secara umum manusia yg paling besar permusuhan kepada Islam dan kaum muslimin adl orang2 Yahudi dan orang2 musyrik. Bahkan mereka berusaha dgn segala daya dan upaya utk mencapai tujuan mereka yaitu memberikan mudarat kepada kaum muslimin. Semua itu disebabkan kebencian kedengkian dan hasad mereka yg luar biasa kepada kaum muslimin serta penentangan kekufuran terhadap kebenaran.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Al-Baqarah ayat 97.&lt;br /&gt;2 Mu’allaq adl dibuang seorang perawi atau lbh pada sebuah sanad baik di awal atau semua dari awal hingga akhir oleh seorang mushannif .&lt;br /&gt;3 Mudallis adl seorang rawi yg dikenal menggelapkan sanad lalu meriwayatkan hadits dgn menyebut sanad dgn samar seperti lafadz عَنْ agar terkesan mendengar langsung dari rawi di atas padahal sebenar tidak. Macam-macam tadlis dan sebab dicela perbuatan ini cukup banyak. Pembahasan lbh rinci silakan lihat pada pelajaran Musthalah Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: www.asysyariah.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-2550365676071295636?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/2550365676071295636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kebencian-yahudi-kepada-jibril-malaikat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/2550365676071295636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/2550365676071295636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kebencian-yahudi-kepada-jibril-malaikat.html' title='Kebencian Yahudi Kepada Jibril'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-7493811293516596044</id><published>2010-08-07T00:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T00:28:12.734-07:00</updated><title type='text'>Kisah Tsabit bin Ibrahim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lezat itu. Akan tetapi, baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya. Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah yang telah dimakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata, "Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya". Orang itu menjawab, "Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya". Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, "Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini." Pengurus kebun itu memberitahukan, "Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalan sehari semalam". Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orang tua itu, "Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : "Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata," Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu maukah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?" Lelaki tua yang ada dihadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, "Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat." Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, "Apa syarat itu tuan ?" Orang itu menjawab, "Engkau harus mengawini putriku !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, "Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang keluar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?" Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, "Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang yang lumpuh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri gara-gara setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, "Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, "Aku akan menerima pinangannya dan perkawinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul 'alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta'ala".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam ,"Assalamu'alaikum..." Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi jadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu , dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya . Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada dihadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula", Kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir, mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk di samping istrinya , dia bertanya, "Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta . Mengapa ?" Wanita itu kemudian berkata, "Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit bertanya lagi, "Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?"&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, "aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta'ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta'ala".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang memelihara dirinya. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, "Ketika kulihat wajahnya... Subhanallah , dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap". Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu'man bin Tsabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Rasulullah saw pernah berpesan dalam sabdanya, "&lt;em&gt;Berjanjilah  kepadaku enam hal dan aku akan menjanjikan engkau surga. Bicaralah  jujur (benar), tepati janjimu, penuhi kepercayaanmu, jaga kesucianmu,  jangan melihat yang haram, dan hindarilah apa yang dilarang&lt;/em&gt;." (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-7493811293516596044?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/7493811293516596044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-tsabit-bin-ibrahim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7493811293516596044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7493811293516596044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-tsabit-bin-ibrahim.html' title='Kisah Tsabit bin Ibrahim'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-6476876070666309254</id><published>2010-08-07T00:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T00:09:09.734-07:00</updated><title type='text'>Kisah Sesendok Madu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak. Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu. Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warganya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan, membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan di puncak bukit ditengah kota. Seluruh warga kota pun memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam pikiran seorang warga kota (katakanlah si A) terlintas suatu cara untuk mengelak, "Aku akan membawa sesendok penuh, tetapi bukan madu. Aku akan membawa air. Kegelapan malam akan melindungi dari pandangan mata seseorang. Sesendok airpun tidak akan mempengaruhi bejana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh warga kota."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah waktu yang telah ditetapkan. Apa kemudian terjadi? Seluruh bejana ternyata penuh dengan air. Rupanya semua warga kota berpikiran sama dengan si A. Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambil membebaskan diri dari tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah simbolik ini dapat terjadi bahkan mungkin telah terjadi, dalam berbagai masyarakat manusia. Dari sini wajar jika agama, khususnya Islam, memberikan petunjuk-petunjuk agar kejadian seperti di atas tidak terjadi:"Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah disertai dengan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang mengikutiku (QS 12:108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam redaksi ayat di atas tercermin bahwa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian dia melibatkan pengikut-pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri, dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin (pengikut-pengikutmu) (QS 4:84). Perhatikan kata-kata "tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri." Nabi Muhammad saw. pernah bersabda: "Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu." Setiap orang menurut beliau adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya, ini berarti bahwa setiap orang harus tampil terlebih dahulu. Sikap mental demikianlah yang dapat menjadikan bejana sang raja penuh dengan madu bukan air, apalagi racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelita Hati - M. Quraish Shihab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-6476876070666309254?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/6476876070666309254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-sesendok-madu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6476876070666309254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/6476876070666309254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-sesendok-madu.html' title='Kisah Sesendok Madu'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3241336604758609198</id><published>2010-08-06T23:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T00:02:18.438-07:00</updated><title type='text'>KISAH QARUN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas sedala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat,kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh…."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBUTAN QARUN DALAM QURAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Qarun diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran, dua kali dalam surah al-Qashash, satu kali dalam surah al-`Ankabut, dan satu kali dalam surah al-Mu'min.Penyebutan dalam surah al-`Ankabut pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh tiga orang oknum thagut, yaitu Qarun,Fir'aun, dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (al-`Ankabut: 39-40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan dalam surah al-Mu'min (Ghafir) pada kisah pengutusan Musa a.s. kepada tiga orang thagut yang mendustakannya."Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir'aun, Haman, dan Qarun, maka mereka berkata, `(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.'" (al-Mu'min:23-24)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3241336604758609198?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3241336604758609198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-qarun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3241336604758609198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3241336604758609198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-qarun.html' title='KISAH QARUN'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-554486101582881102</id><published>2010-08-06T23:18:00.002-07:00</published><updated>2010-08-06T23:43:34.963-07:00</updated><title type='text'>KISAH POHON APEL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar. Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari.Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya. Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa berlalu... anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel tersebut dengan wajah yang sedih.    "Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu." Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau," jawab remaja itu." Aku menginginkan permainan. Aku memerlukan uang untuk membelinya," tambah remaja itu dengan nada yang sedih.Lalu pohon apel itu berkata, "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kauinginkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel dipohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi setelah itu. Pohon apel itu merasa sedih. Masa berlalu...Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel itu merasa gembira."Marilah bermain-main di sekitarku," ajak pohon apel itu."Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Maukah kau menolongku?" Tanya anak itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kauboleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kaubuatlah rumah daripadanya." Pohon apel itu memberikan cadangan.Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong kesemua dahan pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudian merasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagi setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya adalah anak lelaki yang pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan dewasa."Marilah bermain-main di sekitarku," ajak pohon apel itu." Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Akumempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai boat.  Maukah kau menolongku?" tanya lelaki itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mempunyai boat untuk diberikan kepadamu. Tetapi kau boleh memotong batang pohon ini untuk dijadikan boat. Kau akan dapat belayar dengan gembira," kata pohon apel itu.Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudian pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu.  Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin dimakan usia, datang menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apel itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan kepadamu. Aku sudah memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buat boat. Aku hanya ada tunggul dengan akaryang hampir mati..." kata pohon apel itu dengan nada pilu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mahu apelmu kerana aku sudah tiada bergigi untuk memakannya, aku tidak mahu dahanmu kerana aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mahu batang pohonmu kerana aku tidak berupaya untuk belayar lagi, aku merasa lelah dan ingin istirahat," jawab lelaki tua itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu, istirahatlah di perduku," kata pohon apel itu.Lalu lelaki tua itu duduk beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangis kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, penulis mengupamakan pohon apel didalam cerita itu adalah kedua ibu bapak kita. Saat kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka.Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka,dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita didalam kesusahan. Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup.Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikap kejam terhadap pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini melayan ibu bapa mereka. Hargailah jasa ibu bapak kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa menyambut hari ibu dan hari bapak (ada g' ya ??? ) setiap tahun.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-554486101582881102?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/554486101582881102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-pohon-apel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/554486101582881102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/554486101582881102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-pohon-apel.html' title='KISAH POHON APEL'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-7397004035352255487</id><published>2010-08-06T22:52:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T23:17:16.262-07:00</updated><title type='text'>KISAH ABU YAZID SANG RAJA PARA MISTIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Yazid Thoifur bin Isa bin Surusyan al-Busthami. Lahir di Bustham yang terletak di bagian timur Laut Persi. Meninggal di Bustham pada tahun 261 H/874 M. Beliau adalah salah seorang Sulton Aulia, yang merupakan salah satu Syech yang ada di silsilah dalam thoriqoh Sadziliyah, Thoriqoh Suhrowardiyah dan beberapa thoriqoh lain. Tetapi beliau sendiri menyebutkan di dalam kitab karangan tokoh di negeri Irbil sbb:" ...bahwa mulai Abu Bakar Shiddiq sampai ke aku adalah golongan Shiddiqiah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;MASA REMAJA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek Abu Yazid al Busthami adalah seorang penganut agama Zoroaster. Ayahnya adalah salah satu di antara orang-orang terkemuka di Bustham. Kehidupan Abu Yazid yang luar biasa bermula sejak ia masih berada dalam kandungan. "Setiap kali aku menyuap makanan yang kuragukan kehalalannya" , ibunya sering berkata pada Abu Yazid, "engkau yang masih berada didalam rahimku memberontak dan tidak mau berhenti sebelum makanan itu kumuntahkan kembali". Pernyataan itu dibenarkan oleh Abu Yazid sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai waktunya, si ibu mengirimkan Abu Yazid ke sekolah. Abu Yazid mempelajari Al Qur-an. pada suatu hari gurunya menerangkan arti satu ayat dari surat Lukman yang berbunyi, "Berterimakasihlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu". Ayat ini sangat menggetarkan hati Abu Yazid. Abu Yazid meletakkan batu tulisnya dan berkata kepada gurunya, "Ijinkanlah aku untuk pulang,. Ada yang hendak kukatakan pada ibuku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si guru memberi ijin, Abu Yazid lalu pulang kerumahnya. Ibunya menyambutnya dengan kata-kata,"Thoifur, mengapa engkau sudah pulang? Apakah engkau mendapat hadiah atau adakah sesuatu kejadian istimewa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak" jawab Abu Yazid "Pelajaranku sampai pada ayat dimana Alloh memerintahkan agar aku berbakti kepadaNya dan kepadamu. Tetapi aku tak dapat mengurus dua rumah dalam waktu yang bersamaan. Ayat ini sangat menyusahkan hatiku. Maka wahai ibu, mintalah diriku ini kepada Alloh sehingga aku menjadi milikmu seorang atau serahkanlah aku kepada Alloh semata sehingga aku dapat hidup untuk Dia semata-mata".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku" jawab ibunya "aku serahkan engkau kepada Alloh dan kubebaskan engkau dari semua kewajibanmu terhadapku. Pergilah engkau menjadi hamba Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari Abu Yazid berkata, "Kewajiban yang semula kukira sebagai kewajiban yang paling ringan, paling sepele di antara yang lain-lainnya, ternyata merupakan kewajiban yang paling utama. Yaitu kewajiban untuk berbakti kepada ibuku. Di dalam berbakti kepada ibuku itulah kuperoleh segala sesuatu yang kucari, yakni segalasesuatu yang hanya bisa dipahami lewat tindakan disiplin diri dan pengabdian kepada Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadiannya adalah sebagai berikut:Pada suatu malam, ibu meminta air kepadaku. Maka akupun mengambilnya, ternyata didalam tempayan kami tak ada air. Kulihat dalam kendi, tetapi kendi itupun kosong. Oleh karena itu, aku pergi kesungai lalu mengisi kendi tersebut dengan air. Ketika aku pulang, ternyata ibuku sudah tertidur"."malam itu udara terasa dingin. Kendi itu tetap dalam rangkulanku. Ketika ibu terjaga, ia meminum air yang kubawa itu kemudian memberkati diriku. Kemudian terlihatlah olehku betapa kendi itu telah membuat tangaku kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa engkau tetap memegang kendi itu?" ibuku bertanya.&lt;br /&gt;"Aku takut ibu terjaga sedang aku sendiri terlena", jawabku.Kemudian ibu berkata kepadaku, "Biarkan saja pintu itu setengah terbuka"&lt;br /&gt;"Sepanjang malam aku berjaga-jaga agar pintu itu tetap dalam keadaan setengah terbuka dan agar aku tidak melalaikan perintah ibuku. Hingga akhirnya fajar terlihat lewat pintu, begitulah yang sering kulakukan berkali-kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wahai ingatkah kita di Qur'an Surat Al-Baqoroh 255) Sedang Alloh tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Selalu terjaga. Mengapakah kita masih sering terlena??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah si ibu memasrahkan anaknya pada Alloh, Abu Yazid meninggalkan Bustham, merantau dari satu negri ke negri lain selama tiga puluh tahun, dan melakukan disiplin diri dengan terus menerus berpuasa di siang hari dan bertirakat sepanjang malam. Ia belajar di bawah bimbingan seratus tiga belas guru spiritual dan telah memperoleh manfaat dari setiap pelajaran yang mereka berikan. Di antara guru-gurunya itu ada seorang yang bernama Shadiq. Ketika Abu Yazid sedang duduk dihadapannya, tiba-tiba Shadiq berkata kepadanya,"Abu Yazid, ambilkan buku yang di jendela itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jendela? Jendela yang mana?", tanya Abu Yazid.&lt;br /&gt;"Telah sekian lama engkau belajar disini dan tidak pernah melihat jendela itu?"&lt;br /&gt;"Tidak", jawab Abu Yazid, "apakah peduliku dengan jendela.Ketika menghadapmu, mataku tertutup terhadap hal-hal lain. Aku tidak datang kesini untuk melihat segala sesuatu yang ada di sini"."Jika demikian", kata si guru," kembalilah ke Bustham. Pelajaranmu telah selesai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wahai, bagaimanakah saat kita sholat? Bukankah saat itu kita menghadap pada Sang Maha Kuasa?) Mengapakah masih peduli terhadap lainnya? Pikiran masih melantur kemana-mana, hati masih diskusi sendiri?" Celakalah engkau yang sholat, yaitu engkau yang di dalam sholatmu lalai" Fawailulil musholin aladzinahum ansholatihim sahun". "Inna sholati li dzikri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid mendengar bahwa di suatu tempat tertentu ada seorang guru besar. Dari jauh Abu Yazid datang untuk menemuinya. Ketika sudah dekat, Abu Yazid menyaksikan betapa guru yang termasyhur itu meludah ke arah kota Mekkah (diartikan menghina kota Mekah), karena itu segera ia memutar langkahnya.&lt;br /&gt;"Jika ia memang telah memperoleh semua kemajuan itu dari jalan Alloh", Abu Yazid berkata mengenai guru tadi,"niscaya ia tidak akan melanggar hukum seperti yang dilakukannya"&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa rumah Abu Yazid hanya berjarak empat puluh langkah dari sebuah mesjid, ia tidak pernah meludah ke arah jalan dan menghormati masjid itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(syari'at tanpa hakekat adalah kosong sedang hakekat tanpa syari'at adalah batal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali Abu Yazid tiba di depan sebuah masjid, sesaat lamanya ia akan berdiri terpaku dan menangis.&lt;br /&gt;"Mengapa engkau selalu berlaku demikian?" tanya salah seseorang kepadanya. "Aku merasa diriku sebagai seorang wanita yang sedang haid. Aku merasa malu untuk masuk dan mengotori masjid", jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lihatlah do'a Nabi Adam atau do'a Nabi Yunus a.s"Laa ilaha ila anta Subhanaka inni kuntum minadholimin", Tidak ada tuhan melainkan engkau yaa Alloh, sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang dholim. Atau lihat do'a Abunawas,' Ya Alloh kalau engkau masukkan aku ke dalam sorga, rasanya tidaklah pantas aku berada di dalam sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau aku kau masukkan ke dalam neraka, aku tidak akan tahan, aku tidak akan kuat ya Alloh, maka terimalah saja taubatku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Abu Yazid menuju Ka'bah memakan waktu dua belas tahun penuh. Hal ini karena setiap kali ia bersua dengan seorang pengkhotbah yang memberikan pengajaran di dalam perjalanan itu, Abu Yazid segera membentangkan sajadahnya dan melakukan sholat sunnah dua roka'at. Mengenai hal ini Abu Yazid mengatakan: "Ka'bah bukanlah serambi istana raja, tetapi suatu tempat yang dapat dikunjungi orang setiap saat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sampailah ia ke Ka'bah tetapi ia tidak pergi ke Madinah pada tahun itu juga. "Tidaklah pantas perkunjung an ke Madinah hanya sebagai pelengkap saja", Abu Yazid menjelaskan, "Saya akan mengenakan pakaian haji yang berbeda untuk mengunjungi Madinah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya sekali lagi ia menunaikan ibadah Haji. Ia mengenakan pakaian yang berbeda untuk setiap tahap perjalanannya sejak mulai menempuh padang pasir. Di sebuah kota dalam perjalanan tersebut, suatu rombongan besar telah menjadi muridnya dan ketika ia meninggalkan tanah suci, banyak orang yang mengikutinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah orang-orang ini?", ia bertanya sambil melihat kebelakang.&lt;br /&gt;"Mereka ingin berjalan bersamamu", terdengar sebuah jawaban.&lt;br /&gt;"Ya Alloh!", Abu Yazid memohon, "Janganlah Engkau tutup penglihatan hamba-hambaMu karenaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan kecintaan mereka kepada dirinya dan agar dirinya tidak menjadi penghalang bagi mereka, maka setelah selesai melakukan sholat shubuh, Abu Yazid berseru kepada mereka, "Ana Alloh ,Laa ilaha illa ana, Fa'budni". Sesungguhnya Aku adalah Alloh, Tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka Sembahlah Aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Yazid sudah gila!", seru mereka kemudian meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid meneruskan perjalanannya. Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah tengkorak manusia yang bertuliskan, Tuli, bisu, buta ...mereka tidak memahami. Sambil menangis Abu Yazid memungut tengkorak itu lalu menciuminya."Tampaknya ini adalah kepala seorang sufi", gumamnya," yang menjadi tauhid di dalam Alloh ... ia tidak lagi mempunyai telinga untuk mendengar suara abadi, tidak lagi mempunyai mata untuk memandang keindahan abadi, tidak lagi mempunyai lidah untuk memuji kebesaran Alloh, dan tak lagi mempunyai akal walaupun untuk merenung secuil pengetahuan Alloh yang sejati. Tulisan ini adalah mengenai dirinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abu Yazid di dalam perjalanan, ia membawa seekor unta sebagai tunggangan dan pemikul perbekalannya."Binatang yang malang, betapa berat beban yang engkau tanggung. Sungguh kejam!", seseorang berseru.&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali mendengar seruan ini, akhirnya Abu Yazid menjawab, "Wahai anak muda, sebenarnya bukan unta ini yang memikul beban".&lt;br /&gt;Kemudian si pemuda meneliti apakah beban itu benar-benar berada di atas punggung onta tersebut. Barulah ia percaya setelah melihat beban itu mengambang satu jengkal di atas punggung unta dan binatang itu sedikitpun tidak memikul beban tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maha besar Alloh, benar-benar menakjubkan!", seru si pemuda.&lt;br /&gt;"Jika kusembunyikan kenyataan-kenyataan yang sebenarnya mengenai diriku, engkau akan melontarkan celaan kepadaku", kata Abu Yazid kepadanya.&lt;br /&gt;"Tetapi jika kujelaskan kenyataan-kenyataan itu kepadamu, engkau tidak dapat memahaminya. Bagaimana seharusnya sikapku kepadamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Menuruti orang itu memang nggak ada benernya, seperti kisah Luqman saat mendidik anaknya, diajaknya anaknya kepasar dengan membawa keledai. Awalnya Luqman yang naik keledai itu. Lewatlah di suatu desa. Orang-orang disitu berteriak mencemooh. "Lihatlah itu, seorang Bapak yang tega pada anaknya. Udara panas begini, anaknya disuruh jalan kaki sedang Bapaknya enak-enak di atas keledai." . "Catat itu anakku "kata Luqman, kemudian ganti dia yang berjalan sedang anaknya dinaikkan keledai. Lewatlah mereka di satu desa lagi. Orang-orang di desa itu melihat mereka dengan mencemooh,"Lihat itu , jaman sudah edan, itulah contoh anak durhaka pada orang tua, anaknya enak-enak naik keledai, sedang Bapaknya yang sudah tua disuruh jalan kaki diudara panas seperti ini"."Catat itu anakku", kata Luqman lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dua-duanya berjalan kaki. Jadi iring-iringan bertiga dengan keledainya berjalan kaki. Lewatlah mereka di satu desa. Orang-orang di desa itu mencemooh,"Lihat itu, orang-orang bodoh, mereka bercapek-capek jalan kaki sementara ada tunggangan keledai dibiarkan saja"."Catat itu anakku"kata Luqman . Mereka mencari bambu panjang, dan sekarang keledainya mereka panggul berdua. Lewatlah mereka disatu desa lain. Orang-orang di situ melihat mereka dan mencemooh,"Lihat itu Bapak dan anak sama-sama gila, Keledai tidak apa-apa dipanggul. Enaklah jadi keledainya." Lukman berkata pada anaknya" Catat itu waahai anakku. Kalau engkau menuruti omongan orang-orang, maka tidak akan pernah benar. Maka kuatkanlah keyakinanmu.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;MI'ROJ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid mengisah, "Dengan tatapan yang pasti aku memandang Alloh setelah Dia membebaskan diriku dari semua makhluq-Nya, menerangi diriku dengan Cahaya-Nya, membukakan keajaiban-keajaiban rahasiaNya dan menunjukkan kebesaranNya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menatap Alloh akupun memandang diriku sendiri dan merenungi rahasia serta hakekat diri ini. Cahaya diriku adalah kegelapan jika dibandingkan dengan CahayaNya, kebesaran diriku sangat kecil jika dibandingkan dengan kebesaranNya, kemuliaan diriku hanyalah kesombongan yang sia-sia jika dibandingkan dengan kemuliaanNya. Di dalam Alloh segalanya suci sedang didalam diriku segalanya kotor dan cemar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kurenungi kembali, maka tahulah aku bahwa aku hidup karena cahaya Alloh. Aku menyadari kemuliaan diriku bersumber dari kemuliaan dan kebesaranNya. Apapun yang telah kulakukan, hanya karena kemahakuasaanNya. Apapun yang telah terlihat oleh mata lahirku, sebenarnya melalui Dia. Aku memandang dengan mata keadilan dan realitas. Segala kebaktianku bersumber dari Alloh, bukan dari diriku sendiri, sedang selama ini aku beranggapan bahwa akulah yang berbakti kepadaNya.&lt;br /&gt;Aku bertanya, "Ya Alloh, apakah ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Semuanya adalah Aku, tidak ada sesuatupun juga kecuali Aku. Dan sesungguhnya tidak ada wujud selain wujudKu"Kemudian Ia menjahit mataku sehingga aku tidak dapat melihat. Dia menyuruhku untuk merenungi akar permasalahan, yaitu diriNya sendiri. Dia meniadakan aku dari kehidupanNya sendiri, dan Ia memuliakan diriku.&lt;br /&gt;Kepadaku dibukakanNya rahasia diriNya sendiri sedikitpun tidak tergoyahkan oleh karena adaku. Demikianlah Alloh, Kebenaran Yang Tunggal menambahkan realitas kedalam diriku. Melalui Alloh aku memandang Alloh, dan kulihat Alloh didalam realitasNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana aku berdiam dan beristirahat untuk beberapa saat lamanya. kututup telinga dari derap perjuangan. Lidah yang meminta-minta kutelan ke dalam tenggorokan keputusasaan. Kucampakkan pengetahuan yang telah kutuntut dan kubungkamkan kata hati yang menggoda kepada perbuatan-perbuatan aniaya. Di sana aku berdiam dengan tenang. Dengan karunia Alloh aku membuang kemewahan-kemewahan dari jalan yang menuju prinsip-prinsip dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh menaruh belas kasih kepadaku. Ia memberkahiku dengan pengetahuan abadi dan menanam lidah kebajikanNya ke dalam tenggorokanku. Untuk diciptakanNya sebuah mata dari cahayaNya, semua makhluk kulihat melalui Dia. Dengan lidah kebajikan itu aku berkata-kata kepada Alloh, dengan pengetahuan Alloh kuperoleh sebuah pengetahuan, dan dengan cahaya Alloh aku menatap kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh berkata kepadaku, "Wahai engkau yang tak memiliki sesuatupun jua namun telah memperoleh segalanya, yang tak memiliki perbekalan namun telah memiliki kekayaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"YaAlloh"jawabku" Jangan biarkan diriku terperdaya oleh semua itu. Jangan biarkan aku puas dengan diriku sendiri tanpa mendambakan diri Mu. Adalah lebih baik jika Engkau menjadi milikku tanpa aku, daripada aku menjadi milikku sendiri tanpa Engkau.Lebih baik jika aku berkata-kata kepadaMu melalui Engkau, daripada aku berkata-kata kepada diriku sendiri tanpa Engkau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh berkata, "Oleh karena itu perhatikanlah hukumKu dan janganlah engkau melanggar perintah serta laranganKu, agar Kami berterima kasih akan segala jerih payahmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku telah membuktikan imanku kepadaMu dan aku benar-benar yakin bahwa sesungguhnya Engkau lebih pantas untuk berterimakasih kepada diriMu sendiri dari pada kepada hambaMu. Bahkan seandainya Engkau mengutuk diriku ini, Engkau bebas dari segala perbuatan aniaya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari siapakah engkau belajar?", tanya Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia Yang Bertanya lebih tahu dari ia yang ditanya",jawabku," karena Ia adalah Yang Dihasratkan dan Yang Menghasratkan, Yang Dijawab dan Yang Menjawab, Yang Dirasakan dan Yang Merasakan, Yang Ditanya dan Yang Bertanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Dia menyaksikan kesucian hatiku yang terdalam, aku mendengar seruan puas dari Aloh. Dia mencap diriku dengan cap kepuasanNya. Dia menerangi diriku, menyelamatkan diriku dari kegelapan hawa nafsu dan kecemaran jasmani. Aku tahu bahwa melalui Dialah aku hidup dan karena kelimpahanNya-lah aku bisa menghamparkan permadani kebahagiaan di dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mintalah kepadaKu segala sesuatu yang engkau kehendaki", kata Alloh. "Engkaulah yang kuinginkan",jawabku, "karena Engkau lebih dari kemurahan dan melalui Engkau telah kudapatkan kepuasan di dalam Engkau. Karena Engkau adalah milikku, telah kugulung catatan-catatan kelimpahan dan kemurahan. Janganlah Engkau jauhkan aku dari diriMu dan janganlah Engkau berikan kepadaku sesuatu yang lebih rendah daripada Engkau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama Dia tak menjawab. Kemudian sambil meletakkan mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku, berkatalah Dia,:"Kebenaranlah yang engkau ucapkan dan realitaslah yang engkau cari, karena itu engkau menyaksikan dan mendengarkan kebenaran". "Jika aku telah melihat".,kataku pula, "melalui Engkau-lah aku melihat, dan jika aku telah mendengar, melalui Engkaulah aku mendengar. Setelah Engkau, barulah aku mendengar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kuucapkan berbagai pujian kepadaNya. Karena itu Ia hadiahkan kepadaku sayap keagungan, sehingga aku dapat melayang-layang memandangi alam kebesaranNya dan hal-hal menakjubkan dari ciptaanNya. Karena mengetahui kelemahanku dan apa-apa yang kubutuhkan, maka Ia menguatkan diriku dengan perhiasan-perhiasanNya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menaruh mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku dan membuka pintu istana ketauhidan untukku. Setelah Ia melihat betapa sifat-sifatku tauhid ke dalam sifat-sifaNya, dihadiahkanNya kepadaku sebuah nama dari hadiratNya sendiri dan berkata-kata kepadaku dalam wujudNya sendiri. Maka terciptalah Tauhid Dzat dan punahlah perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepuasan Kami adalah kepuasanmu", kataNya, "dan kepuasanmu adalah kepuasan Kami. Ucapan-ucapanmu tak mengandung kecemaran dan tak seorangpun akan menghukummu karena ke-aku-anmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Dia menyuruhku untuk merasakan hunjaman rasa cemburu dan setelah itu Ia menghidupkan aku kembali. Dari dalam api pengujian itu aku keluar dalam keadaan suci bersih. Kemudian Dia bertanya,: "Siapakah yang memiliki kerajaan ini"&lt;br /&gt;"Engkau", jawabku&lt;br /&gt;"Siapakah yang memiliki kekuasaan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau", jawabku&lt;br /&gt;"Siapakah yang memiliki kehendak?"&lt;br /&gt;"Engkau", jawabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jawaban-jawabanku itu persis seperti yang didengarkan pada awal penciptaan, maka ditunjukkanNya kepadaku betapa jika bukan karena belas kasihNya, alam semesta tidak akan pernah tenang, dan jika bukan karena cintaNya segala sesuatu telah dibinasakan oleh keMahaPerkasaanNya. Dia memandangku dengan mata Yang Maha Melihat melalui medium Yang Maha memaksa, dan segala sesuatu mengenai diriku sirna tak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kemabukan itu setiap lembah kuterjuni. Kulumatkan tubuhku ke dalam setiap wadah gejolak api cemburu. Kupacu kuda pemburuan di dalam hutan belantara yang luas. Kutemukan bahwa tidak ada yang lebih baik dari pada kepapaan dan tidak ada yang lebih baik dari ketidak berdayaan (fana-red). Tiada pelita yang lebih terang dari pada keheningan dan tiada kata-kata yang lebih merdu dari pada kebisuan. Dan tiada pula gerak yang lebih sempurna dari pada diam. Aku menghuni istana keheningan, aku mengenakan pakaian ketabahan, sehingga segala masalah terlihat sampai keakar-akarnya. Dia melihat betapa jasmani dan rohaniku bersih dari kilasan hawa nafsu, kemudian dibukakanNya pintu kedamaian di dalam dadaku yang kelam dan diberikanNya kepadaku lidah keselamatan dan ketauhidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini telah kumiliki sebuah lidah rahmat nan abadi, sebuah hati yang memancarkan nur ilahi, dan mata yang ditempa oleh tanganNya sendiri. Karena Dia-lah aku berbicara dan dengan kekuasaanNya-lah aku memegang. Karena melalui Dia aku hidup, karena Dia-lah Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Menghidupi, maka aku tidak akan pernah mati. Karena telah mencapai tingkat keluhuran ini, maka isyaratku adalah abadi, ucapanku berlaku untuk selama-lamanya, lidahku adalah lidah tauhid dan ruhku adalah ruh keselamatan, ruh Islam,. Aku tidak berbicara mengenai diriku sendiri sebagai seorang pemberi peringatan. Dia-lah yang menggerakkan lidahku sesuai dengan kehendakNya, sedang aku hanyalah seseorang yang menyampaikan. Sebenarnya yang berkata-kata ini adalah Dia, bukan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memuliakan diriku Dia berkata, "Hamba-hambaKu ingin bertemu denganmu". "Bukanlah keinginanku untuk menemui mereka", jawabku. "Tetapi jika Engkau menghendakiku untuk menemui mereka, maka aku tidak akan menentang kehendakMu. Hiaslah diriku dengan ke-esaanMu, sehingga apabila hamba-hambaMu memandangku yang terpandang oleh mereka adalah ciptaanMu. Dan mereka akan melihat Sang Pencipta semata-mata, bukan diriku ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginanku ini dikabulkanNya. DitaruhNya mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku dan Ia membantuku mengalahkan jasmaniku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Dia berkata, "temuilah hamba-hambaKu itu".Akupun berjalan selangkah menjauhi hadiratNya. Tetapi pada langkah yang kedua aku jatuh terjerumus. Terdengarlah seruan,:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bawalah kembali kekasihKu kemari. Ia tidak dapat hidup tanpa Aku dan tidak ada satu jalanpun yang diketahuinya kecuali jalan yang menuju Aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku mencapai taraf tauhid Dzat-itulah saat pertama aku menatap Yang Esa-bertahun-tahun lamanya aku mengelana di dalam lembah yang berada dikaki bukit pemahaman. Akhirnya aku menjadi seekor burung dengan tubuh yang berasal dari ke-esa-an dan dengan sayap keabadian. Terus menerus aku melayang-layang di angkasa kemutlakan. Setelah terlepas dari segala sesuatu yang diciptakanNya, akupun berkata, " Aku telah sampai kepada Sang Pencipta. Aku telah kembali kepadaNya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kutengadahkan kepalaku dari lembah kemuliaan. Dahagaku kupuaskan seperti yang tak pernah terulang di sepanjang zaman. Kemudian selama tiga puluh ribu tahun aku terbang di dalam sifatNya yang luas, tigapuluh ribu tahun di dalam kemuliaan perbuatanNya, dan selama tiga puluh ribu tahun di dalam keesaan DzatNya. Setelah berakhir masa sembilan puluh ribu tahun, terlihat olehku Abu Yazid, dan segala yang terpandang olehku adalah aku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku jelajahi empat ribu padang belantara. Ketika sampai diakhir penjelajahan itu terlihat olehku bahwa aku masih berada pada tahap awal kenabian. Maka kulanjutkan pula pengembaraan yang tak berkesudahan di lautan tanpa tepi itu untuk beberapa lama, aku katakan, "Tidak ada seorang manusiapun yang pernah mencapai kemuliaan yang lebih tinggi daripada yang telah kucapai ini. Tidak mungkin ada tingkatan yang lebih tinggi daripada ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketika kutajamkan pandangan ternyata kepalaku masih berada di tapak kaki seorang Nabi. Maka sadarlah aku bahwa tingkat terakhir yang dapat dicapai oleh manusia-manusia suci hanyalah sebagai tingkatan awal dari kenabian. Mengenai tingkat terakhir dari kenabian tidak dapat kubayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ruhku menembus segala penjuru di dalam kerajaan Alloh. Surga dan neraka ditunjukkan kepada ruhku itu tetapi ia tidak peduli. Apakah yang dapat menghadang dan membuatnya peduli?. Semua sukma yang bukan Nabi yang ditemuinya tidak dipedulikannya. Ketika ruhku mencapai sukma manusia kesayangan Alloh, Nabi Muhammad SAW, terlihatlah olehku seratus ribu lautan api yang tiada bertepi dan seribu tirai cahaya. Seandainya kujejakkan kaki ke dalam lautan api yang pertama itu, niscaya aku hangus binasa. Aku sedemikian gentar dan bingung sehinga aku menjadi sirna. Tetapi betapapun besar keinginanku, aku tidak berani memandang tiang perkemahan Muhammad. Walaupun aku telah berjumpa dengan Alloh, tetapi aku tidak berani berjumpa dengan Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Yazid berkata, "Ya Alloh, segala sesuatu yang telah terlihat olehku adalah aku sendiri. Bagiku tiada jalan yang menuju kepadaMu selama aku ini masih ada. Aku tidak dapat menembus keakuan ini, apakah yang harus kulakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terdengarlah perintah, "Untuk melepas keakuanmu itu ikutilah kekasih Kami, Muhammad, si orang Arab. Usaplah matamu dengan debu kakinya dan ikutilah jejaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terjunlah aku ke dalam lautan api yang tak bertepi dan kutenggelamkan diriku kedalam tirai-tirai cahaya yang mengelilingi Muhammad. Dan kemudian tak kulihat diriku sendiri, yang kulihat Muhammad. Aku terdampar dan kulihat Abu Yazid berkata," aku adalah debu kaki Muhammad, maka aku akan mengikuti jejak Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;PERANG TANDING ANTARA ABU YAZID DAN YAHYA BIN MU'ADZ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Mu'adz-salah seorang tokoh sufi, aulia, waliyulloh, jaman itu, menulis surat kepada Abu Yazid," Apakah katamu mengenai seseorang yang telah mereguk secawan arak dan menjadi mabuk tiada henti-hentinya?"&lt;br /&gt;"Aku tidak tahu", jawab Abu Yazid."Yang kuketahui hanyalah bahwa di sini ada seseorang yang sehari semalam telah mereguk isi samudra luas yang tiada bertepi namun masih merasa haus dan dahaga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Mu'adz menyurati lagi," Ada sebuah rahasia yang hendak kukatakan kepadamu tetapi tempat pertemuan kita adalah di dalam surga. Di sana, di bawah naungan pohon Tuba akan kukatakan rahasia itu kepadamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan surat itu dia kirimkan sepotong roti dengan pesan,"Syech harus memakan roti ini karena aku telah membuatnya dari air zam-zam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam jawabannya Abu Yazid berkata mengenai rahasia yang hendak disampaikan Yahya itu," Mengenai tempat pertemuan yang engkau katakan, dengan hanya mengingatNya, pada saat ini juga aku dapat menikmati surga dan puhon Tuba. tetapi roti yang engkau kirimkan itu tidak dapat kunikmati. Engkau memang telah mengatakan air apa yang telah engkau pergunakan, tetapi engkau tidak mengatakan bibit gandum apa yang telah engkau taburkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Yahya bin Mu'adz ingin sekali mengunjungi Abu Yazid. Ia datang pada waktu sholat Isya'. Yahya berkisah sebagai berikut,:" Aku tidak mau mengganggu Syech Abu Yazid. Tetapi aku pun tidak dapat bersabar hingga pagi. Maka pergilah aku ke suatu tempat di padang pasir di mana aku dapat menemuinya pada saat itu seperti dikatakan orang-orang kepadaku. Sesampainya ditempat itu terlihat olehku Abu Yazid sedang sholat Isya'. Kemudian ia berdiri di atas jari-jari kakinya sampai keesokan harinya. Aku tegak terpana menyaksikan hal ini. Sepanjang malam kudengar Abu Yazid berkata di dalam do'anya.," Aku berlindung kepadamu dari segala hasratku untuk menerima kehormatan-kehormatan ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sadar, Yahya mengucapkan salam kepada Abu Yazid dan bertanya apakah yang telah dialaminya pada malam tadi. Abu Yazid menjawab," lebih dari dua puluh kehormatan telah ditawarkan kepadaku. Tetapi tak satupun yang kuinginkan karena semuanya adalah kehormatan-kehormatan yang membutakan mata".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guru, mengapakah engkau tidak meminta pengetahuan mistik, karena bukankah Dia Raja diantara raja yang pernah berkata,"Mintalah kepadaKu segala sesuatu yang engkau kehendaki?" Yahya bertanya."Diamlah!", sela Abu Yazid," Aku cemburu kepada diriku sendiri yang telah mengenalNya, karena aku ingin tiada sesuatupun kecuali Dia yang mengenal diriNya. Mengenai pengetahuanNya, apakah peduliku. Sesungguhnya seperti itulah kehendakNya, Yahya. Hanya Dia, dan bukan siapa-siapa yang akan mengenal diriNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi keagungan Alloh", Yahya bermohon,"berikanlah kepadaku sebagian dari karunia-karunia yang telah ditawarkan kepadamu malam tadi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandainya engkau memperoleh kemuliaan Adam, kesucian Jibril, kelapangan hati Ibrahim, kedambaan Musa kepada Alloh, kekudusan Isa, dan kecintaan Muhammad, niscaya engkau masih merasa belum puas. Engkau akan mengharapkan hal-hal lain yang melampaui segala sesuatu", jawab Yazid." Tetaplah merenung Yang Maha Tingi dan jangan rendahkan pandanganmu, karena apabila engkau merendahkan pandanganmu kepada sesuatu hal, maka hal itulah yang akan membutakan matamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Abu Yazid berjalan-jalan dengan beberapa orang muridnya. jalan yang sedang mereka lalui sempit dan dari arah yang berlawanan datanglah seekor anjing. Abu Yazid menyingkir kepinggir untuk memberi jalan kepada binatang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang murid tidak menyetujui perbuatan Abu Yazid ini dan berkata," Alloh Yang Maha Besar telah memuliakan manusia di atas segala makhluk-makhlukNya. Abu Yazid adalah "Raja diantara kaum mistik", tetapi dengan ketinggian martabatnya itu beserta murid-muridnya yang taat masih memberi jalan kepada seekor anjing. Apakah pantas perbuatan seperti itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid menjawab," Anak muda, anjing tadi secara diam-diam telah berkata kepadaku,'Apakah dosaku dan apakah pahalamu pada awal kejadian sehingga aku berpakaian kulit anjing dan engkau mengenakan jubah kehormatan sebagai raja diantara para mistik?'. Begitulah yang sampai dalam pikiranku dan karena itulah aku memberi jalan kepadanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abu yazid melakukan perjalanan menuju Ka'bah di Makkah, tetapi beberapa saat kemudian ia pun kembali lagi. "Di waktu yang sudah-sudah engkau tidak pernah membatalkan niatmu. Mengapa sekarang engkau berbuat demikian?", tanya seseorang kepaa Abu Yazid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baru saja aku palingkan wajahku ke jalan", jawab Abu Yazid,"terlihat olehku seorang hitam yang menghadang dengan pedang terhunus dan berkata,"Jika engkau kembali, selamat dan sejahtera-lah engkau. Jika tidak, akan kutebas kepalamu. Engkau telah meninggalkan Alloh di Bustham untuk pergi kerumahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatim Tuli-salah seorang waliyulloh masa itu-, berkata kepada murid-muridnya," Barang siapa di antara kamu yang tidak memohon ampunan bagi penduduk neraka di hari berbangkit nanti, ia bukan muridku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Hatim ini disampaikan orang kepada Abu Yazid. kemudian Abu yazid menambahkan," Barang siapa yang berdiri di tebing neraka dan menangkap setiap orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, kemudian mengantarnya ke surga lalu kembali ke neraka sebagai pengganti mereka, ia adalah muridku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ABU YAZID DAN SEORANG MURIDNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pertapa di antara tokoh-tokoh suci terkenal di Bustham. Ia mempunyai banyak pengikut dan pengagum, tetapi ia sendiri senantiasa mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh Abu Yazid. Dengan tekun ia mendengarkan ceramah-ceramah Abu Yazid dan duduk bersama sahabat-sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari berkatalah ia kepada Abu Yazid,"pada hari ini genaplah tigapuluh tahun lamanya aku berpuasa dan memanjatkan do'a sepanjang malam sehingga aku tidak pernah tidur. Namun pengetahuan yang engkau sampaikan ini belum pernah menyentuh hatiku. Walau demikian aku percaya kepada pengetahuan itu dan senang mendengarkan ceramah-ceramahmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walaupun engkau berpuasa siang malam selama tiga ratus tahun, sedikitpun dari ceramah-ceramahku ini tidak akan dapat engkau hayati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa demikian?",tanya si murid.&lt;br /&gt;"Karena matamu tertutup oleh dirimu sendiri", jawab Abu Yazid.&lt;br /&gt;"Apakah yang harus kulakukan?",tanya si murid pula.&lt;br /&gt;"Jika kukatakan, pasti engkau tidak mau menerimanya", jawab Abu Yazid.&lt;br /&gt;"Akan kuterima!. Katakanlah kepadaku agar kulakukan seperti yang engkau petuahkan".&lt;br /&gt;"Baiklah!", jawab Abu Yazid."Sekarang ini juga, cukurlah janggut dan rambutmu. Tanggalkan pakaian yang sedang engkau kenakan ini dan gantilah dengan cawat yang terbuat dari bulu domba. Gantungkan sebungkus kacang dilehermu, kemudian pergilah ke tempat ramai. Kumpulkan anak-anak sebanyak mungkin dan katakan pada mereka,"Akan kuberikan sebutir kacang kepada setiap orang yang menampar kepalaku". Dengan cara yang sama pergilah berkeliling kota, terutama sekali ke tempat dimana orang-orang sudah mengenalmu. Itulah yang harus engkau lakukan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maha besar Alloh!Tiada Tuhan kecuali Alloh", cetus simurid setelah mendengar kata-kata Abu Yazid itu.&lt;br /&gt;"Jika seorang kafir mengucapkan kata-kata itu niscaya ia menjadi seorang Muslim",kata Abu Yazid."Tetapi dengan mengucapkan kata-kata yang sama engkau telah mempersekutukan Alloh".&lt;br /&gt;"Mengapa begitu?",tanya si murid.&lt;br /&gt;"Karena engkau merasa bahwa dirimu terlalu mulia untuk berbuat seperti yang telah kukatakan tadi. Kemudian engkau mencetuskan kata-kata tadi untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang penting, dan bukan untuk memuliakan Alloh. Dengan demikian bukankah engkau telah mempersekutukan Alloh?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saran-saranmu tadi tidak dapat kulaksanakan. Berikanlah saran-saran yang lain", si murid berkeberatan.&lt;br /&gt;"Hanya itu yang dapat kusarankan",Abu Yazid menegaskan.&lt;br /&gt;"Aku tak sanggup melaksanakannya", si murid mengulangi kata-katanya.&lt;br /&gt;"Bukankah telah aku katakan bahwa engkau tidak akan sanggup untuk melaksanakannya dan engkau tidak akan menuruti kata-kataku",kata Abu Yazid.&lt;br /&gt;(Duhai, sadarlah aku bahwa kesombongan dalam diriku begitu tebal, betapa pentingnya aku, betapa mulianya aku, betapa orang lain berada lebih rendah dari aku.....lihat nggantengku, lihat kekayaanku, lihat kepandaianku,...lihat kekuatanku....lihat kekuasaanku......! Besi mesti dipanasi untuk dijadikan pedang, besi mesti ditempa untuk dibuat menjadi tajam. Batu kotor mesti digosok supaya jadi berlian. "Gosoklah berlian imanmu dengan Laa illaha ilalloh". 'Jadidu Imanakum bi Laa illaha ilalloh' )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau dapat berjalan di atas air", orang-orang berkata kepada Abu Yazid. "Sepotong kayupun dapat melakukan hal itu", jawab Abu Yazid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau dapat terbang di angkasa". "Seekor burung pun dapat melakukan itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau dapat pergi ke Ka'bah dalam satu malam". " Setiap orang sakti dapat melakukan perjalanan dari India ke Demavand dalam satu malam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika demikian apakah yang harus dilakukan oleh manusia-manusia sejati?", mereka bertanya kepada Abu Yazid. Abu Yazid menjawab,"Seorang manusia sejati tidak akan menautkan hatinya kepada siapapun dan apapun kecuali kepada Alloh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid ditanya orang,"Bagaimanakah engkau mencapai tingkat kesalehan yang seperti ini?"&lt;br /&gt;. "Pada suatu malam ketika aku masih kecil,", jawab Abu Yazid,"aku keluar dari kota Bustham. Bulan bersinar terang dan bumi tertidur tenang. Tiba-tiba kulihat suatu kehadiran. Di sisinya ada delapan belas ribu dunia yang tampaknya sebagai sebuah debu belaka. hatiku bergetar kencang lalu aku hanyut dilanda gelombang ekstase yang dahsyat. Aku berseru "Ya Alloh, sebuah istana yang sedemikian besarnya tapi sedemikian kosongnya. Hasil karya yang sedemikian agung tapi begitu sepi? " Lalu terdengar olehku sebuah jawaban dari langit." Istana ini kosong bukan karena tak seorangpun memasukinya tetapi Kami tidak memperkenankan setiap orang untuk memasukinya. Tak seorang manusia yang tak mencuci muka-pun yang pantas menghuni istana ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka aku lalu bertekat untuk mendo'akan semua manusia. Kemudian terpikirlah olehku bahwa yang berhak untuk menjadi penengah manusia adalah Muhammad SAW. Oleh karena itu aku hanya memperhatikan tingkah lakuku sendiri. Kemudian terdengarlah suara yang menyeruku.," Karena engkau berjaga-jaga untuk selalu bertingkah laku baik, maka Aku muliakan namamu sampai hari Berbangkit nanti dan ummat manusia akan menyebutmu  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"RAJA PARA MISTIK"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid menyatakan," Sewaktu pertama kali memasuki Rumah Suci (Ka'bah), yang terlihat olehku hanya Rumah Suci itu. Ketika untuk kedua kalinya memasuki Rumah Suci itu, yang terlihat olehku adalah Pemilik Rumah Suci. Tetapi ketika untuk ketiga kalinya memasuki Rumah Suci, baik si Pemilik maupun Rumah Suci itu sendiri tidak terlihat olehku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian khusyuknya Abu Yazid dalam berbakti kepada Alloh, sehingga setiap hari apabila ditegur oleh muridnya, yang senantiasa menyertainya selama 20 tahun, ia akan bertanya," Anakku, siapakah namamu?" Suatu ketika si murid berkata pada Abu Yazid,"Guru, apakah engkau memperolok-olokkanku. Telah 20 tahun aku mengabdi kepadamu, tetapi, setiap hari engkau menanyakan namaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku",Abu Yazid menjawab,"aku tidak memperolok-olokkanmu. Tetapi nama-Nya telah memenuhi hatiku dan telah menyisihkan nama-nama yang lain. Setiap kali aku mendengar sebuah nama yang lain, segeralah nama itu terlupakan olehku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid mengisahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika sedang duduk-duduk, datanglah sebuah pikiran ke dalam benakku bahwa aku adalah Syaikh dan tokoh suci zaman ini. Tetapi begitu hal itu terpikirkan olehku, aku segera sadar bahwa aku telah melakukan dosa besar. Aku lalu bangkit dan berangkat ke Khurazan. Di sebuah persinggahan aku berhenti dan bersumpah tidak akan meninggalkan tempat itu sebelum Alloh mengutus seseorang untuk membukakan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari tiga malam aku tinggal di persinggahan itu. Pada hari yang ke-empat kulihat seseorang yang bermata satu dengan menunggang seekor unta sedang datang ke tempat persinggahan itu. Setelah mengamati dengan seksama, terlihat olehku tanda-tanda kesadaran Ilahi di dalam dirinya. Aku mengisyaratkan agar unta itu berhenti lalu unta itu segera menekukkan kaki-kaki depannya. Lelaki bermata satu itu memandangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh ini engkau memanggilku", katanya," hanya untuk membukakan mata yang tertutup dan membukakan pintu yang terkunci serta untuk menenggelamkan penduduk Bustham bersama Abu Yazid?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku jatuh lunglai. Kemudian aku bertanya kepada orang itu,"Dari manakah engkau datang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak engkau bersumpah itu telah beribu-ribu mil yang kutempuh", kemudian ia menambahkan,"berhati-hatilah Abu Yazid, Jagalah hatimu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian ia berpaling dariku dan meninggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;MASA AKHIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Abu Yazid telah tujuh puluh kali diterima Alloh ke hadhiratNya. Setiap kali kembali dari perjumpaan dengan Alloh itu, Abu Yazid mengenakan sebuah ikat pinggang yang lantas diputuskannya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir hayatnya Abu Yazid memasuki tempat sholat dan mengenakan sebuah ikat pinggang. Mantel dan topinya yang terbuat dari bulu domba itu dikenakannya secara terbalik. Kemudian ia berkata kepada Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya Alloh, aku tidak membanggakan disiplin diri yang telah kulaksanakan seumur hidupku, aku tidak membanggakan sholat yang telah kulakukan sepanjang malam. Aku tidak menyombongkan puasa yang telah kulakukan selama hidupku. Aku tidak menonjolkan telah berapa kali aku menamatkan Al Qur'an. Aku tidak akan mengatakan pengalaman-pengalaman spiritual khususku yang telah kualami, do'a- do'a yang telah kupanjatkan dan betapa akrab hubungan antara Engkau dan aku. Engkaupun mengetahui bahwa aku tidak menonjolkan segala sesuatu yang telah kulakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang kukatakan ini bukanlah untuk membanggakan diri atau mengandalkannya. Semua ini kukatakan kepadaMu karena aku malu atas segala perbuatanku itu. Engkau telah melimpahkan rahmatMu sehingga aku dapat mengenal diriku sendiri. Semuanya tidak berarti, anggaplah itu tidak pernah terjadi. Aku adalah seorang Torkoman yang berusaha tujuh puluh tahun dengan rambut yang telah memutih di dalam kejahilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari padang pasir aku datang sambil berseru-seru,'Tangri-Tangri' Baru sekarang inilah aku dapat memutus ikat pinggang ini. Baru sekarang inilah aku dapat melangkah ke dalam lingkungan Islam. Baru sekarang inilah aku dapat menggerakkan lidahku untuk mengucapkan syahadat. Segala sesuatu yang Engkau perbuat adalah tanpa sebab. Engkau tidak menerima ummat manusia karena kepatuhan mereka dan Engkau tidak akan menolak mereka hanya karena keingkaran mereka. Segala sesuatu yang kulakukan hanyalah debu. Kepada setiap perbuatanku yang tidak berkenan kepadaMu limpahkanlah ampunanMu. Basuhlah debu keingkaran dari dalam diriku karena akupun telah membasuh debu kelancangan karena mengaku telah mematuhiMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Yazid menghembuskan nafas terakhirnya dengan menyebut nama Alloh pada tahun 261 H /874 M.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-7397004035352255487?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/7397004035352255487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-abu-yazid-sang-raja-para-mistik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7397004035352255487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7397004035352255487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/08/kisah-abu-yazid-sang-raja-para-mistik.html' title='KISAH ABU YAZID SANG RAJA PARA MISTIK'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-5657261046059021559</id><published>2010-07-02T17:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T17:22:25.032-07:00</updated><title type='text'>Khalifah Gila ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali karena Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah sukamengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yangmenjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga iaditimpa penyakit jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan salat. Dan tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lain yang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahwa Umar bin Kaththab sudah gila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab,merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hamper semua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan,sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan salat Jum'at yang lalu,ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khotbahnya,sekonyong-konyong Umar berseru, "Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukititu, bukit itu!"Jemaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan isi khotbah yang disampaikan. "Wah, khalifah kita benar-benar sudah gila," gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum salat Jumat hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Abdurrahman tidak mau bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apa sebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya,"Wahai Amirul Mukminin. Mengapa engkau berseru-seru di sela-sela khotbah engkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan?" Umar dengan tenang menjelaskan, "Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkanSuriah, pasukan tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaum pengacau. Tatkala aku sedang berkhotbah, kulihat pasukan itu dikepung musuh dari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankandiri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu,bukit itu, bukit itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. "Lalu, mengapa engkau dulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan salat fardhu?" tanya Abdurrahman pula. Umar menjawab, "Aku menangis kalau teringat kebiadabanku sebelum Islam. Aku pernah menguburkan anak perempuanku hidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubikin patung dari tepung gandum, dan kusembah-sembah seperti Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belum bisa menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justru lebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau? Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjid tempatnya berkhotbah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Yaitu manakala sariah yang dikirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binar meskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas luka yang diderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakat Madinah tentang dasyatnya peperangan yang dialami mereka. "Kami dikepung oleh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat.Lawan secara beringas menghantam kami dari berbagai jurusan. Kami sudah luluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat salat Jumat yang seharusnya kami kejakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuah seruan gaib yang tajam dan tegas: "Bukit itu, bukit itu, bukit itu!" Tiga kali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya.Serta-merta kami pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itu sebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapiserangn tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pulamasyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan. Abdurrahmankemudian berkata, "Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahiadat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melacaknya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku Kisah Teladan - K.H. Abdurrahman Arroisi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-5657261046059021559?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/5657261046059021559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/khalifah-gila.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5657261046059021559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5657261046059021559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/khalifah-gila.html' title='Khalifah Gila ?'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-4937181806950183385</id><published>2010-07-02T17:12:00.003-07:00</published><updated>2010-07-02T17:15:22.841-07:00</updated><title type='text'>KHALID AL-MISKI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalid Al-Miski adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara', ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid Al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu-dayanya, lalu Khalid diminta agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ia akan membeli dagangannya. Ternyata ia segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, "Kamu akan celaka, jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan memper-malukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid berusaha mengalihkan pembicaraan, tetapi tanpa membuahkan hasil. Lalu Khalid memperingatkannya dengan janji dan ancaman Allah. Akan tetapi, setan telah menguasai wanita cantik tersebut dan membutakan mata hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Khalid yakin bahwasanya ia tidak bisa menyelamatkan diri dari ancaman wanita tersebut, maka ia tampakkan dirinya menyetujui permintaannya dan meminta izin untuk berbenah diri di kamar mandi. Wanita itu bahagia dan setuju. Khalid masuk ke kamar mandi dan berpikir bagaimana caranya agar dapat terhindar dari godaan ini. Kemudian, Allah memberi petunjuk, sekalipun nanti tubuhnya akan kotor. Tidak masalah, asalkan ia dapat menghindarkan diri dari maksiat yang pasti mendatangkan murka Allah. Kemudian, Khalid melumuri wajah dan tubuhnya dengan tinja, dengan demikian tercium bau tidak enak, kelihatan jelek, dan menjijikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid keluar dari kamar mandi, begitu wanita tersebut melihat Khalid kotor dan menjijikkan, ia menghardik dan menyuruhnya keluar serta mengusir dari rumahnya. Pemuda tersebut lari dan meninggalkan rumah wanita untuk menyelamatkan diri dan agamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala mengganti bau busuk dan menjijikkan itu dengan bau yang harum bagaikan minyak miski. Orang-orang pun dari kejauhan sudah mengetahui kedatangannya, sebelum mereka melihat Khalid, yaitu dengan mencium baunya yang harum. Sejak saat itu orang-orang memanggilnya dengan Khalid Al-Miski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah seorang Mukmin yang sebenarnya, yang meyakini bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak-geriknya setiap saat sehingga sekalipun di hadapannya seorang wanita yang cantik dan gemulai, namun ia merasa takut kepada Allah. Tidak takut kepada manusia atau undang-undang karena semuanya tidak dapat melihat dan mengawasinya sepanjang waktu. Hanya Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihatlah yang senantiasa memantau gerakannya. Khalid takut dengan bahaya yang ditim¬bulkan oleh maksiat, maka ia mencari alasan dengan melumuri kotoran pada tubuhnya, dan justru ini menunjukkan kebersihan batinnya dan ketulusan imannya. Kemudian, Allah mengganti-nya dengan bau harum semerbak di dunia dan baginya di akhirat pahala yang besar dan berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, di zaman kita hidup, berapa banyak manusia melumuri wajah dan tubuhnya dengan parfum dan wangi¬-wangian. Akan tetapi, bau busuk perbuatan mereka menjadikan mereka tercemar dan terbongkar keburukannya, walaupun mereka berusaha menutupi aibnya. Disebabkan mereka hanya takut kepada manusia, bukan kepada Allah. Balasan seseorang itu sesuai dengan jenis amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kama Tadinu Tudanu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-4937181806950183385?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/4937181806950183385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/khalid-al-miski.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4937181806950183385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/4937181806950183385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/khalid-al-miski.html' title='KHALID AL-MISKI'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-5385405472634494594</id><published>2010-07-02T17:11:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T17:12:07.707-07:00</updated><title type='text'>Kezaliman Syadad Bin 'Aad</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan bahwa `Aad mempunyai dua orang putera, yang pertama bernama Syadid dan yang kedua bernama Syadad. Syadad adalah orang yang suka membaca kitab. Pada suatu ketika ia membaca tentang sifat-sifat syurga, kemudian ia berkata dalam hatinya: "Pada suatu saat nanti aku akan membuat di permukaan bumi ini suatu syurga seperti yang dijelaskan dalam kitab ini."    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu seluruh kerajaan berada pada kekuasaannya. Lalu ia mengajak raja-raja bawahannya untuk bermesyuarat dan berkata kepada mereka: "Aku akan membangun syurga seperti yang difirmankan Allah dalam kitab-kitab-Nya. Mereka menjawab: Hal itu terserah kepada tuan hamba, kerajaan ini kepunyaan tuan hamba."    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia memerintahkan agar dikumpulkan semua emas dan perak dari Timur hingga ke Barat. Setelah itu ia berkata: "Bangunkanlah untukku syurga dalam masa tiga ratus tahun." Maka berkumpullah segala macam bentuk tukang bangunan. Maka dipilihlah tiga ratus di antara mereka setiap seorang dari tukang tersebut memimpin sebanyak seribu anak buah.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengelilingi bumi selama sepuluh tahun, akhirnya mereka menemukan suatu tempat yang paling baik. Ada pohon-pohon, sungai-sungai. Maka mereka pun mulai membangun syurga yang dirancangkan itu satu parsakh demi satu parsakh. Satu parsakh daripada emas dan satu parsakh daripada perak.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka anggap semuanya telah sempurna, lalu mereka alirkan sungai-sungai, mereka dirikan pohon-pohon yang batangnya terbuat daripada perak, cabang dan rantingnya terbuat daripada emas. Dan mereka bangun istana-istana dari mirah delima, dengan dihiasi berbagai permata, seperti intan, berlian dan lain-lain. Kemudian mereka sirami dengan minyak yang paling wangi. Setelah itu baru mereka memberitahukannya kepada Syadad.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syadad pun bersiap-siap untuk ke sana. Keberangkatan mereka itu selama sepuluh tahun perjalanan. Untuk mewujudkan keinginan Syadad tersebut, raja-raja dan para pembantu mereka telah mengambil emas dan perak daripada rakyat dengan cara paksaan. Sehingga tidak tertinggal sedikit pun emas dan perak daripada rakyatnya, melainkan yang masih ada pada leher seorang anak, yang beratnya kira-kira satu dirham.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka ingin merampasnya, maka anak itu berkata: "Janganlah tuan ambil emasku ini." Akan tetapi mereka berusaha untuk mengambilnya, dan mereka berkata: "Kami diperintahkan oleh raja untuk mengambilnya." Lalu emas yang sedikit itu mereka paksa mengambilnya daripada leher anak kecil itu.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka anak tersebut mengangkat tangan, sambil berdoa: "Wahai Tuhanku, Engkau Maha mengetahui tentang apa yang telah dilakukan oleh orang yang zalim ini terhadap hamba-hamba-Mu yang lemah. Maka tolonglah kami, wahai Zat yang menolong kepada orang-orang yang meminta pertolongan."    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua malaikat mengaminkan doa anak tersebut. Kemudian Allah SWT mengutus Jibril as. Ketika itu rombongan Syadad telah sampai dekat syurga yang mereka buat. Akan tetapi tiba-tiba Jibril memekik dengan suara yang sangat keras dari atas langit. Maka dalam masa yang singkat mereka semuanya mati, sebelum sempat memasuki syurga tersebut. Firman Allah SWT: "Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorang pun daripada mereka atau kamu dengar suara mereka samar-samar?" (Maryam: 98&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipetik Dari Buku.1001 Durjana - Himpunan Kisah Insan Durhaka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-5385405472634494594?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/5385405472634494594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/kezaliman-syadad-bin-aad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5385405472634494594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/5385405472634494594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/kezaliman-syadad-bin-aad.html' title='Kezaliman Syadad Bin &apos;Aad'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-3089225094109943805</id><published>2010-07-02T17:08:00.001-07:00</published><updated>2010-07-02T17:10:22.134-07:00</updated><title type='text'>KEYAKINAN DAN PRASANGKA BAIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang murid mendambakan syeikh yang akan menyampaikannya kepada Allah. Meski sudah berusaha keras, ia tak berhasil menemukan syeikh yang diidamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada yang berkata kepadanya bahwa ia tidak akan menemukan seorang syeikh yang dapat menyampaikannya kepada Allah kecuali Fulan bin Fulan yang tinggal disuatu kota. Ia pun segera berangkat ke kota itu. Setelah sampai di sana, ia menanyakan tentang orang yang dimaksud. Penghuni kota menun- jukkan kepadanya seorang lelaki yang berperangai buruk dan suka bermaksiat. Ia mendatangi rumah orang itu dan mengetuk pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa?" tanya pemilik rumah.&lt;br /&gt;"Fulan," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik rumah sedang menunggu orang yang kebetulan namanya sama dengan nama si murid. Ia telah berjanji kepadanya untuk bersenang-senang dengan wanita dan minuman memabukkan. Ia lalu membukakan pintu karena mengira bahwa tamu itu adalah temannya.&lt;br /&gt;Si murid masuk ke dalam rumah. Ketika menatap wajah pemilik rumah, ia lalu duduk bersimpuh dan menangis. Pertemuan dengan sang calon syeikh ini begitu mengharukannya sehingga ia tidak melihat wanita-wanita dan minuman keras yang ada di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang terjadi denganmu?" tanya pemilik rumah keheranan.&lt;br /&gt;"Aku ingin agar kamu menyampaikan aku kepada Allah. Aku telah berusaha mencari guru, tetapi tidak menemukan selain kamu," kata si murid dengan suara sendu.&lt;br /&gt;Karena ingin segera terbebas dari orang yang tampak aneh ini, lelaki itu berkata sekenanya, "Pergilah ke tempat A, di bawah gunung B. Di sana akan kamu temukan air. Berwudhulah dengan air itu kemudian beribadahlah di situ sampai Allah memberimu fath."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid segera keluar melaksanakan perintah syeikhnya. Ia beribadah dengan sungguh-sungguh sampai akhirnya Allah memberinya fath. Setelah menerima fath dari Allah, ia akhirnya tahu bahwa orang yang selama ini dianggap sebagai syeikhnya ternyata adalah manusia yang berperangai buruk dan suka bermaksiat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid kemudian mulai dikenal orang. Kesalehannya menjadi buah bibir masyarakat. Manusia mulai berdatangan, ada yang ingin menuntut ilmu, ada juga yang sekedar ingin memperoleh keberkahan. Bertambah hari muridnya bertambah banyak. Suatu hari ia jatuh sakit. Ketika penyakitnya menjadi semakin parah, para muridnya bertanya, "Guru, siapa yang akan kamu angkat untuk mengantikan kedudukanmu jika kamu wafat."&lt;br /&gt;"Fulan bin Fulan yang suka bermaksiat. Karena itu, bertawajuhlah kalian kepada Allah, berdoalah, agar sebelum aku meninggal dunia, Allah telah merubah keadaannya menjadi yang terbaik, dan memberinya petunjuk, karena sesungguhnya aku tidak akan mencapai kedudukan ini kalau bukan karena dia. Bertawajuhlah kepada Allah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengabulkan doa mereka. Lelaki itu bertobat dan menjadi murid dari mantan muridnya.&lt;br /&gt;Ia berusaha sungguh-sungguh untuk mendekatkan diri kepada Allah di bawah bimbingan gurunya. Sepeninggal sang guru, ia dipercaya untuk menggantikan kedudukannya.&lt;br /&gt;Barangsiapa bertobat, Allah akan menerima tobatnya. Karena lelaki tadi mendekatkan diri kepada Allah dengan sidq (kesungguhan), ia mencapai kedudukan yang tinggi. Barang siapa menghadap Allah dengan sidq, ia akan mencapai apa yang telah dicapai oleh orang-orang yang sempurna. (I:136)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------&lt;br /&gt;Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul&lt;br /&gt;Asyraf, Kisah dan Hikmah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-3089225094109943805?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/3089225094109943805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/keyakinan-dan-prasangka-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3089225094109943805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/3089225094109943805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/keyakinan-dan-prasangka-baik.html' title='KEYAKINAN DAN PRASANGKA BAIK'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-7002683657663473106</id><published>2010-07-02T17:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T17:05:48.698-07:00</updated><title type='text'>Ketabahan Budak Zurainah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu diantara budak muslim adalah Zunairah, budak Abu Jahl. Karena keyakinannya itulah dia diinterogasi Abu Jahl.&lt;br /&gt;"Benarkah kamu telah menganut agama Islam?" tanya Abu Jahl.&lt;br /&gt;"Benar. Aku percaya pada seruan Muhammad, karena itu aku mengikutinya." Jawab Zunairah.&lt;br /&gt;Untuk menggoyahkan keyakinan budaknya, Abu Jahl bertanya pada kawan-kawannya."Hai kawan-kawan, apakah kalian juga mengikuti seruan Muhammad?"&lt;br /&gt;"Tidaaak," jawab mereka serempak.&lt;br /&gt;"Nah, sekira apa yang dibawa Muhammad itu baik, tentu mereka akan lebih dulu mengikutinya" kata Abu Jahl melecehkan budaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dipukullah Zunairah itu secara keji hingga matanya luka parah dan akhirnya menjadi buta. Melihat mata budaknya menjadi buta, Abu Jahl membujuknya.&lt;br /&gt;"Matamu menjadi buta itu akibat kau masuk Islam. Coba kau tinggalkan agama Muhammad itu, matamu akan sembuh kembali," katanya.&lt;br /&gt;Betapa sakit hati Zunairah mendengar olok-olokan itu."Kalian semua adalah pembohong, tak bermoral. Lata dan Uzza yang kalian sembah itu tak akan bisa berbuat apa-apa. Apalagi memberi manfaat dan madlarat," katanya.Mendengar itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahl semakin naik pitam. Maka dipukullah budak itu sekeras-kerasnya dan berkata, "Wahai Zunairah. Ingatlah kepada Lata dan Uzza. Itu berhala sembahan kita sejak nenek moyang kita. Tak takutkah jika mereka nanti murka kepadamu? Tinggalkan segera agama Muhammad yang melecehkan kita." Kata Abu Jahl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Abu Jahl. Sebenarnya Latta dan Uzza itu buta. Lebih buta daripada mataku yang buta akibat siksaanmu ini. Meski mataku buta, Allah tak akan sulit mengembalikannya menjadi terang, tidak seperti tuhanmu Latta dan Uzza itu" kata Zunairah.Berkat kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya mata Zunairah yang buta akibat siksaan Abu Jahl itu kembali sembuh sperti sedia kala. Abu Jahl yang menyaksikannya menjadi terheran-heran. Namun dasar orang tak beriman, dia malah berkata "Ini pasti karena sihir Muhammad" katanya sembari kembali menyiksa budaknya. Untunglah datang Abu Bakar yang lalu memerdekakan Zunairah setelah memberi tebusan kepada Abu Jahl.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-7002683657663473106?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/7002683657663473106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/ketabahan-budak-zurainah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7002683657663473106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/7002683657663473106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/ketabahan-budak-zurainah.html' title='Ketabahan Budak Zurainah'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601034</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8057184949961048395.post-8054962234787508094</id><published>2010-07-02T17:02:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T17:04:40.151-07:00</updated><title type='text'>KESEJAHTERAAN HIDUP BOLEH DICARI, ASALKAN…..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang arif melihat setan dalam keadaan telanjang di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;"Hai makhluk yang tak punya malu, mengapa kamu telanjang di hadapan manusia?" tegur sang arif.&lt;br /&gt;"Mereka bukan manusia, mereka kera."&lt;br /&gt;Sesungguhnya sudah sejak lama Al-Ghazali menulis dalam Ihya`, Dzahaban naas wa baqiyan nasnaas (Telah pergi manusia, yang tertinggal hanya kera)&lt;br /&gt;"Jika kamu ingin melihat manusia, ikutlah aku ke pasar," lanjut sang setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang arif itu lalu pergi bersama setan ke pasar. Sesampainya di pasar, setan itu menjelma seorang laki-laki dan langsung menuju ke toko yang paling besar. Toko itu hanya menjual permata yang berkualitas tinggi dengan harga yang amat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba lihat permata itu," kata setan kepada pemilik toko sambil menunjuk permata yang paling besar.&lt;br /&gt;Pemilik toko mengambil permata itu lalu menyerahkannya kepada setan. Ketika permata berpindah ke tangan setan, pemilik toko mendengar muadzin menyerukan: hayya `alash sholaah (Marilah salat) Pemilik toko segera mengambil kembali permatanya.&lt;br /&gt;"Kamu pasti setan. Tak ada yang datang pada waktu seperti ini kecuali setan," kata pemilik toko.&lt;br /&gt;Kemudian ia mengusir si setan. Setelah setan pergi, ia lalu menghancurkan permata itu dengan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Permata ini tidak ada berkahnya," kata pemilik toko. Kemudian ia keluar untuk salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Laki-laki yang perniagaan dan jual beli tidak dapat melalaikannya dari mengingat Allah." (QS An-Nur, 24:37) &lt;br /&gt;Dalam surat Al-Muzzammil, Allah menyejajarkan para pedagang dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah.&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah, dan orang-orang lain yang berperang di jalan Allah. (QS Al-Muzzammil, 73:20) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan untuk mencari kesejahteraan di dunia tidaklah tercela. Sebaik-baik urusan dunia adalah yang dapat menjadi tunggangan menuju akhirat. Adapun yang tercela adalah jika kita selalu tenggelam dalam urusan keduniaan, hati kita selalu terikat pada dunia sehingga kita melalaikan hak-hak dan perintah-perintah Allah. Yang terpuji adalah hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan. Hidup berlebih-lebihan membuat seseorang terlambat masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bermimpi melihat Malik bin Dinar berlomba-lomba dengan Muhammad bin Wasi' menuju surga. Ia menyaksikan bahwa Muhammad bin Wasi` akhirnya dapat mendahului Malik bin Dinar. Orang itu kemudian bertanya mengapa demikian kejadiannya, karena menurut perkiraannya Malik bin Dinar bakal menang. Kaum salihin menjawab bahwa ketika meninggal dunia Muhammad bin Wasi' hanya meninggalkan sepotong pakaian, sedang Malik meninggalkan dua potong pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang arif seperti Malik bin Dinar dapat tertinggal hanya karena pakaian, lalu bagaimana dengan kita. Lemari kita penuh dengan pakaian, dan kita pun masih merasa belum cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah kami puas &lt;br /&gt;dengan rezeki yang Engkau karuniakan. &lt;br /&gt;Berkahilah apa yang telah Engkau berikan. &lt;br /&gt;Dan jangan jadikan (bagi kami) dunia sebagai&lt;br /&gt;puncak perhatian dan pengetahuan. (I:511)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul&lt;br /&gt;Asyraf, Kisah dan Hikmah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8057184949961048395-8054962234787508094?l=spirit4change.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spirit4change.blogspot.com/feeds/8054962234787508094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/kesejahteraan-hidup-boleh-dicari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8054962234787508094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8057184949961048395/posts/default/8054962234787508094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spirit4change.blogspot.com/2010/07/kesejahteraan-hidup-boleh-dicari.html' title='KESEJAHTERAAN HIDUP BOLEH DICARI, ASALKAN…..'/><author><name>Han</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03292238399950601
